38 : Pindah

790 44 8
                                        

Vote dulu sabi lahh wkwk😌

Selamat membaca cerita Raja dan Kaisar 👑💗

Selamat membaca cerita Raja dan Kaisar 👑💗

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Mama udah dengar semuanya."

Sudah lebih dari sepuluh menit mereka saling diam dan barulah Nata berbicara. Acasha sengaja mengambil tempat duduk yang cukup jauh, tak berani mendekati Nata ketika sedang marah.

"Mama kecewa sama kamu, Ca. Kamu bully anak lain itu benar 'kan?"

Acasha masih diam.

"Acasha, jawab pertanyaan Mama."

Tak kunjung mendapat balasan Acasha, Nata mengembuskan napas kasar. "Mama udah telepon tante kamu. Kamu akan berangkat besok pagi."

Mata Acasha terbelalak kaget. "Ma, jangan."

"Kamu gak bisa ubah keputusan Mama."

"Mbak Nata," celetuk Bella gelisah. Tak bisa membayangkan Acasha pindah dan jauh darinya. "Mbak, kamu serius?"

"Aku serius, Bel. Acasha harus dididik keras sama tantenya biar jera."

Mata Acasha sudah memerah, menahan tangis sekuat tenaga. "Aca gak mau pindah, Ma. Aca maunya di sini."

"Gak, Acasha. Keputusan Mama udah bulat. Kamu berangkat besok."

"Sayang, tenang." Gilang mengelus punggung tangan istrinya menenangkan. "Mas yakin Aca gak ngelakuin itu."

"Tapi, Mas, tetap aja Aca yang kebukti salah. Bahkan ada videonya 'kan?"

"Iya, tapi itu belum tentu Aca."

Hansen yang sejak tadi diam, ikut menimpali. "Benar, Ta. Aku juga gak yakin itu Aca."

"Jangan bela Aca. Dia salah, gak mungkin anak itu mau lapor cuma buat iseng-iseng doang."

"Bukan Aca, Ma!" sentak Acasha pada akhirnya. Napas gadis itu mulai tak beraturan akibat menahan sesak. "Ada yang berusaha buat nama Aca jelek. Aca dijebak, ada yang benci sama Aca di sekolah."

Sedetik kemudian, pandangan Acasha berubah kosong. Tangannya yang terkepal perlahan melemah. "Banyak yang benci sama Aca. Aca sering diejek, dibanding-bandingin, digunjingin. Yang sebenarnya dibully itu Aca. Aca capek, tapi Aca benar-benar gak mau pindah. Aca cuma punya temen di sini. Plis, ngertiin Aca, Ma."

Mereka terdiam. Nata mengerjap cepat mencerna.

"Kamu dibully? Sama siapa?!" Nada suara Nata naik satu oktaf. Maniknya menatap Acasha menuntut. "Kenapa kamu gak bilang dari dulu, hah? Kamu diam aja, kenapa?!"

Raja dan KaisarTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang