Raja dan Kaisar itu saudara sekandung yang hanya terpaut satu tahun. Keduanya berparas tampan tapi memiliki sifat yang saling bertolak belakang.
Tabiat seorang Raja sangatlah ceria. Cowok extrovert itu punya sejuta tawa dan lelucon yang sangat Acash...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
26 : Kontak Fisik
"Kak, mau gue bantu hilangin trauma lo?"
Kaisar tampak tak bereaksi. Ia melempar pandangan ke luar jendela dengan muka tanpa ekspresi. "Gak semudah itu."
"Iya, pasti gak mudah. Tapi kita gak tau kalo gak dicoba. Jadi, lo mau enggak?"
"Enggak."
Sontak Acasha memegang area jantungnya dengan gesture dilebih-lebihkan. "Gila. Harga diri gue tergores. Baru lo cowok yang nolak gue."
"Lo punya harga diri?"
Acasha tertohok. "Punya dong! Kok ngomong kayak gitu sih?! Biar begini, Aca masih tau malu."
"Oh."
"Ck, Kak Kaisar. Gue mau jujur aja sama lo, ya. Gue gak tenang dari kemarin. Gue merasa bersalah banget. Jadi, kasih kesempatan ke gue buat balas budi sama lo. Gue juga gak masalah lo suruh-suruh. Nemenin lo ngantor kek, bawa barang-barang lo, bersih-bersih, atau apa pun itu."
"Gue gak butuh balas budi lo. Lagian, lo bikin gue kelihatan kayak orang jahat."
Acasha merengut sebal. "Ck, enggak kok. Anggaplah ini kayak sebuah perjanjian apa susahnya sih?!"
Sejenak, Kaisar tampak berpikir. Hingga akhirnya ia mengangguk menyetujui. "Boleh."
"Wahhh, beneran?!"
"Iya."
Acasha tersenyum lebar lalu menyodorkan tangannya. Sementara itu, Kaisar hanya memerhatikan dengan alis terangkat.
"Kenapa?"
"Siniin tangan lo."
Kaisar malah diam membuat Acasha sontak mendecak kesal. Tanpa basa-basi lagi, Acasha langsung meraih tangan Kaisar dan menggenggamnya erat. Kaisar sempat kaget dan hendak melepaskan tangan Acasha. Namun gadis itu memerkuat genggamannya.
"Lo ngapain?"
"Ini salah satu cara supaya trauma lo bisa hilang. Lo bisa coba kontak fisik sama gue. Lama-kelamaan, lo nanti juga bisa kontak fisik sama orang lain."