Raja dan Kaisar itu saudara sekandung yang hanya terpaut satu tahun. Keduanya berparas tampan tapi memiliki sifat yang saling bertolak belakang.
Tabiat seorang Raja sangatlah ceria. Cowok extrovert itu punya sejuta tawa dan lelucon yang sangat Acash...
Hai, semuanya! Apa kabar? Semoga baik saja, ya. Sebelum baca, vote dulu, yuk! Sudah vote! Oke, selamat membaca~!
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
06 : Queen of Dirgantara
Brmmm ... brmmm.
Motor Raja berhenti tepat di samping motor KLX hitam milik Kaisar. Bisa dipastikan bahwa sang kakak sudah tiba sejak tadi pagi untuk melanjutkan tidur di ruangan pribadinya sebelum masuk kelas. Kaisar memang punya cara tersendiri agar tidak telat.
Acasha melepaskan kaitan tangannya pada pinggang Raja. Sejurus kemudian melepaskan helm lalu menaruhnya di atas jok motor.
"PR lo udah selesai belum?" tanya Acasha sambil meneliti wajahnya di kaca spion. "Gue cakep banget gila!" serunya tak lama kemudian.
Raja melepaskan jas sekolah dan memilih menentengnya di pundak. Beralih menatap Acasha sambil menaikkan salah satu alis. "Yang mana?"
"Kimia, Ja!"
"Udah, semalem pas lagi nungguin lo tidur, gue sambil ngerjain PR. Punya lo juga udah gue kerjain," ujar Raja sambil memasang gesture sombong. Memersiapkan diri untuk mendapatkan pujian dari Acasha.
"Anjir, gak sekalian apa lo ngerjain tugas fisika gue yang belum selesai!" tukas Acasha sebal. Raja mengerjap sebentar dan tak lama kemudian menghela nafas.
Kebiasaan Acasha emang. Dikasih hati minta jantung.
"Sini-sini." Raja meraih bahu Acasha, merangkulnya sambil berjalan memasuki koridor. "Mama gue udah bilang belom?"
"Bilang apaan?" tanya Acasha bingung.
"Entar malam, keluarga kita bakal makan bersama di rumah gue. Dandan cantik-cantik, ya, Sha," pinta Raja antusias.
"Ogah, anjir! Ribet lo cuma makan doang!" tukas Acasha sambil memasang wajah kesal. Raja dibuat gemas tentu saja. Lantas mencubit pelan pipi Acasha membuat gadis itu meringis kesakitan.
"Om Hansen menang lagi?" tanya Acasha tiba-tiba. Sementara Raja bingung sejenak hingga akhirnya ia mengerti.
"Iya, Papa menangin tender besar di Jepang."
Acasha manggut-manggut. Merasa tak heran lagi dengan Hansen. Ayahnya Raja dan Kaisar itu jika memenangkan tender, ia tak mengadakan perayaan perusahaan. Alih-alih mengadakan pesta, Hansen lebih memilih makan malam bersama keluarga Prabata.
"ACA! RAJA! TUNGGUIN GUE!" Opan berlari cepat menghampiri mereka. Memosisikan dirinya di sebelah kiri Acasha sambil mengatur nafas.