Raja dan Kaisar itu saudara sekandung yang hanya terpaut satu tahun. Keduanya berparas tampan tapi memiliki sifat yang saling bertolak belakang.
Tabiat seorang Raja sangatlah ceria. Cowok extrovert itu punya sejuta tawa dan lelucon yang sangat Acash...
Pakabs nih? Sebelum baca, vote dulu ya! Selamat membaca!!<3
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"JAKE! BALIKIN SOFTEX GUE, BANGSAT!"
Cilla berlari mengejar Jake. Kakinya yang pendek tentu tak sebanding dengan kaki panjang Jake. Dan kaki panjang Jake tidak sebanding dengan rasa malu Cilla.
Bisa-bisanya cowok itu dengan bangga memamerkan benda di tangannya kepada anak kelas. Ditambah wajah tengil yang ia pasang sedemikan rupa. Membuat Cilla rasanya mau cosplay jadi Suzzanna sekarang.
"Anjir, berapa senti tuh panjangnya?" Opan tak berhenti tertawa, sesekali menebak panjang softex milik Cilla. "Pasti 30 senti tuh. Astaga Cill, gue gak kebayang lo jalan kayak gimana."
"Kayak gini nih!" Raja beranjak dari kursi. Memeragakan cara cewek berjalan pas lagi menstruasi.
"Pas softexnya geser, auto diginiin." Raja berpura-pura memperbaiki belakang celananya. Membuat satu kelas sontak tertawa.
"Anjing, kayaknya separuh otak Raja udah dimakan rayap," ujar Jihan miris. Menatap penuh prihatin Raja yang sedang menerima pukulan bertubi-tubi dari Cilla.
"Gue rasanya mau pindah kelas. Gak tahan gue sama bocah-bocah freak," sahut Yuna malas. Sementara Acasha yang berada di sebelah Yuna hanya bisa menganga lebar. Memerhatikan pemandangan di hadapannya sembari mengerjap-erjap linglung.
"Ih, bangsat banget lo semua!" seru Cilla dan dengan pasrah ia kembali ke tempat duduk.
Cilla nyerah, terserah mau tembus atau enggak. Cilla gak peduli lagi.
Padahal softex itu baru saja ia beli dari koperasi. Masa mau beli lagi? Yang ada nanti dikira pake dua di depan dan di belakang. Malu banget, astaga.
"Nih, softex lo. Gih." Jake meletakkan softex Cilla secara hati-hati ke atas meja. Cilla melirik sebentar lalu merampasnya cepat.
Ngomong-ngomong, itu softex dijual eceran, ya. Bukan satu bungkus besar. Yakali Cilla beli sebungkus tapi cuma pake satu doang.
"Anjing!" umpat Cilla kesal. Ia langsung menarik tangan Acasha, membuat gadis itu terlonjak kaget dan refleks berdiri.
"Mau kemana?" bingung Acasha.
"Temenin gue ganti softex, Ca. Penuh nih!" sungut Cilla memaksa. Bulu kuduk Acasha merinding. Kepalanya mengangguk, tak mau membuat cewek PMS terusik.
"Yaudah, ayo."
"Heh, lo mau bawa kemana Shasha gue?!" Raja menyeru tak terima. Cilla berbalik, melemparkan tatapan tajam padanya. Membuat nyali Raja sontak menciut.