65 : Sesi Curhat ala Taqa

780 49 2
                                        

Vote dulu ✅
Baru baca✅

Selamat membaca cerita Raja dan Kaisar 👑✨💗

Rooftop gedung MIPA adalah pilihan Jake untuk menenangkan diri

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Rooftop gedung MIPA adalah pilihan Jake untuk menenangkan diri. Pikirannya sedari tadi berkelana pada sosok gadis yang selalu bersamanya sejak masuk SMA. Juga, orang pertama yang memergokinya sedang berkelahi dengan David di belakang sekolah.

Saat itu, Jake masih ingat jelas ketika David mengejeknya pertama kali karena kesalahpahaman di antara orang tua mereka. Jake juga ingat, bahwa David memutuskan bersekolah di Dirgantara untuk membuat hidupnya menderita.

Awalnya Jake masih bisa bersikap tenang dan sewajarnya dalam menanggapi kelakuan David. Tapi namanya juga manusia biasa, Jake akhirnya tak sanggup menahan amarah dan berakhir mengajak duel David ketika pulang sekolah.

Kebetulan sekali, Cilla juga ada di sana. Pada hari itu, ia memutuskan pulang jalan kaki dan melewati area belakang karena menjadi jalur paling dekat dengan rumahnya. Begitu melihat Jake dan David yang sudah babak belur, Cilla bergegas memisahkan mereka dan mengajak Jake pergi karena mereka adalah teman satu kelas walau sebelumnya tidak terlalu dekat.

Dan dari sanalah, hubungan Jake dan Cilla berkembang.

Secara pribadi, Cilla adalah gadis yang cukup ceria, cerewet, dan tidak neko-neko. Bisa dibilang, dibanding Acasha, Jihan, dan Yuna, Cilla yang paling waras.

Sejatinya, di antara mereka semua, Jake yang paling mengenal Cilla. Gadis itu adalah sosok yang baik, jarang membuat ulah seperti dirinya, dan selalu menjadi penenang ketika anak kelas terlibat perkelahian. Cilla akan menjadi orang pertama yang berdiri di tengah dan menenangkan mereka. Jadi saat mendengar pengakuan dari Cilla tadi, Jake merasa sedikit kecewa. Ternyata, ia tidak mengenal Cilla dengan begitu baik.

"Jake." Tubuh Jake menegang. Ia enggan berbalik.

Sedang gadis bertubuh mungil itu tampak gelisah. Matanya mengarah skeptis pada pemuda yang sedang berdiri di pagar pembatas.

"Jake, masa gitu doang lo mau bunuh diri sih?" tanya Cilla sedikit bercanda. Namun Jake tetap diam.

"Malah diem? Gue dorong beneran ya lo?" lanjut Cilla.

Hening.

"Jake?"

"Lo denger gue gak sih?"

"Jak, sumpah ya. Kalau lo masih diem, gue tendang lo sekarang."

Kesal karena diabaikan, Cilla mendorong pelan punggung Jake hingga membuatnya hampir terjatuh kalau tidak berpegangan dengan pagar.

"Woy, kok beneran sih?!" protes Jake dengan tatapan horor. Respon Cilla biasa saja, terkesan bodo amatan.

"Ya, lagian lo gak nyaut waktu gue panggilin. Budeg lo?"

Jake kembali diam. Terkadang, pemuda ini bisa menjadi sedikit sensitif. Cilla mengetahui semua tentang Jake.

Raja dan KaisarCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang