Raja dan Kaisar itu saudara sekandung yang hanya terpaut satu tahun. Keduanya berparas tampan tapi memiliki sifat yang saling bertolak belakang.
Tabiat seorang Raja sangatlah ceria. Cowok extrovert itu punya sejuta tawa dan lelucon yang sangat Acash...
Pelayan tersebut mengangguk santai. "Boleh dong, Non. Kayak sama siapa aja. Emangnya Non mau ngapain?"
Acasha menengadah ke atas, berpikir. "Hmm, Aca mau main bola."
"Yakali, Non. Ke dapur 'kan harusnya masak."
"Enggak mau. Aca maunya main bola."
****
"Siniin hapenya. Jangan main dulu." Ratu merampas ponsel Raja saat pemuda itu lengah. Jengah sendiri melihat Raja yang sudah tahu sedang sakit tapi malah bermain ponsel sejak tadi.
"Tapi, Ra, gue lagi chat-an sama Abang gue."
"Chat-an?" Ia menautkan alis. Lantas melihat layar ponsel Raja yang masih menyala. Tiba-tiba layar tampilan berubah, Kaisar menelepon.
"Kak Kaisar nelpon, Ja."
"Sini dulu."
Ratu mengembalikan ponsel pada Raja. Sementara pemuda itu dengan cepat mengangkat panggilan dari sang kakak.
"Kenapa?"
"Aca di mana?"
"Gue udah bilang, gue gak tau. Gue pulangnya sama Ratu."
"Lo lagi sama cewek itu?" Nada suara Kaisar terdengar menurun. Mengintimidasi telinga Raja saat mendengarnya.
"Hm, gue lagi sakit. Masalah Aca lagi di mana gak ada hubungannya sama gue. Lagian kenapa sih tiba-tiba nanyain Aca? Gue 'kan gak tau."