18 : Pemuda Asing

715 45 2
                                        

Yorobuuunnnn~~~

Kangen tidak sama gue???? Hmmm?????

Ohh tidak, baiklah😔👉👈

Kalo sudah vote, happy membaca, ya😔😔

Kalo sudah vote, happy membaca, ya😔😔

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

18 : Pemuda Asing

Yuna tertawa ngakak dari meja seberang. Sesekali memukul punggung Opan yang menjadi sasaran.

Mereka menyaksikan Acasha yang sedang didandan oleh Jihan. Sejauh ini Acasha tampak tertekan. Ia merasa sedang cosplay jadi tante girang. Segala pakai mau nangis lagi.

"Anjing! Ini apaan lembab-lembab di pipi gue?!" teriak Acasha murka. Jihan menangkis tangan Acasha untuk berhenti meraba pipinya.

"Jangan disentuh-sentuh! Entar rusak!"

"Bangsat, udah rusak tuh!" Opan tergelak keras. Seketika Jihan melotot, menyuruh Opan untuk berhenti tertawa. Namanya aja Opan, pasti enggak nurut.

"Jihannn! Lo apain muka gue, sialan?!" seru Acasha. Mencoba merebut kaca di tangan Jihan namun tidak dapat.

"Dikit lagi, tinggal lipstik aja!" Jihan memegang dagu Acasha agar tidak berontak. Memolesi bibir Acasha dengan lipstik merah darah.

"Selesai!" Jihan meletakkan kaca kecil di depan wajah Acasha.

Acasha menganga lebar. Kaget melihat wajahnya yang nauzubillah. Tangan Acasha terangkat. Hendak memukul kepala Jihan namun urung saat sebuah tangan menahannya.

"Kenapa, Sha-- ASTAGHFIRULLAH!" Raja terlonjak kaget saat melihat wajah Acasha. Ia mengelus dadanya yang sempat berhenti berdetak.

"Huaaa, Rajaaaa!" Acasha sudah merengek tidak jelas. Hendak mengelap wajahnya menggunakan lengan baju tapi ditahan Raja.

"Biar gue yang bersihin." Raja menoleh ke arah Jihan. "Mana, cepetan."

Jihan mencuatkan bibir. Menyerahkan toner pembersih make up dan kapas pada Raja.

"Fotoin dulu dong." Yuna mendekatkan ponselnya pada Acasha. Membuat Acasha bersiap menangis saat flash kamera ponsel Yuna tepat mengenai matanya.

"Sial lo, Yun!"

"Kirim ke gue, Yun! Biar gue post di ig kelas," pinta Cilla.

"Anjing, gue dibully!"

Sebelum Acasha benar-benar mengamuk, Raja segera melerai. Menarik Acasha dan mendudukkannya di pojok kelas. Raja mengeluarkan beberapa kapas dan menuang toner secukupnya.

"Dari mana lo?" tanya Acasha.

Raja mendekatkan wajahnya lalu membersihkan wajah Acasha. "Dari ruang bimbingan olim. Lo sendiri, kenapa kayak ondel-ondel gini?"

Acasha mendecak kesal. "Kalah main kartu gue."

"So-soan bisa maen aja lo. Kalo diajak judi, pasti langsung miskin."

Raja dan KaisarCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang