Raja dan Kaisar itu saudara sekandung yang hanya terpaut satu tahun. Keduanya berparas tampan tapi memiliki sifat yang saling bertolak belakang.
Tabiat seorang Raja sangatlah ceria. Cowok extrovert itu punya sejuta tawa dan lelucon yang sangat Acash...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Ja, makasih banyak, ya. Berkat lo, perusahaan keluarga gue mulai stabil."
Raja tersentak kecil. Ia membasahi kerongkongannya yang kering.
"Ah, santai aja," balas Raja, tersenyum paksa. Ia menoleh ke samping, enggan menatap Ratu. "Lo gak papa 'kan?"
Kurva lengkung Ratu sematkan di wajah cantiknya. "Gue gak papa. Beruntung ada lo yang sigap bantu gue." Namun sesaat setelahnya, gadis itu menunduk sedih. Sembari meremat tangan dengan kuat. "Tapi seharusnya lo tolong Aca aja. Perasaan dia pasti terluka karena lo malah bantuin gue."
Wajah Raja berubah sekejap. Menurunkan pandangan lalu memerhatikan urat tangannya yang keluar tanpa sebab.
"Acasha natap gue ... seolah-olah gue adalah orang asing." Raja terkekeh lesu. Merebahkan punggung ke penyangga bangku lalu menengadah memandang bulan dengan sendu.
"Gue kayak gak ngenalin dia. Dia bukan Acasha yang selama ini gue kenal. Acasha yang dulu baik banget, bahkan dia dengan mudah maafin orang yang pernah bully dia. Tapi sekarang..."
Pemuda itu meraup muka. Menutup mata dan membiarkan angin malam menusuk tubuhnya.
"Semua orang gak selamanya akan sama, Raja," sahut Ratu lembut. Alisnya menukik kecil dengan senyuman culas. "Gak selamanya orang baik akan terus jadi orang baik. Dan gak selamanya orang jahat akan terus berbuat jahat."
Raja membuka mata, beralih menatap Ratu yang langsung tersenyum lembut.
"Lo benar," tanggap Raja.
"Kadang yang kelihatan baik bisa aja sebaliknya, Raja. Walaupun lo sama Aca sahabatan dari kecil, bukan berarti lo tau semua tentang dia. Tadi lo lihat sendiri 'kan gimana Acasha ke gue saat gak ada lo?"
Melihat Ratu yang termenung, Raja lantas menipiskan bibir. Tangannya terangkat mengelus kepala Ratu dengan sedikit sungkan.
"Gue salah. Dari awal, seharusnya gue lebih keras sama dia. Atas nama Acasha, gue minta maaf."
"Lo gak salah, Raja," sahut Ratu tangkas. "Ini salah gue. Gue buat hubungan kalian jadi renggang. Honestly, sulit untuk gue maafin Aca setelah semua yang terjadi. Tapi, gue akan usahakan."
Lalu Ratu menarik tangan Raja dan meremasnya erat. Menatap lekat manik pemuda itu dengan ekspresi terluka.