Raja dan Kaisar itu saudara sekandung yang hanya terpaut satu tahun. Keduanya berparas tampan tapi memiliki sifat yang saling bertolak belakang.
Tabiat seorang Raja sangatlah ceria. Cowok extrovert itu punya sejuta tawa dan lelucon yang sangat Acash...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
04 : Raja atau Kaisar?
"Hallo, Tante! Mana nih anak bongsor Tante? Aca chat tapi gak dibales!"
Acasha mencuatkan bibir. Memasang ekspresi sok imut yang memang sering kali ia tunjukkan kepada Nyonya Dirgantara-- ibunda Raja dan Kaisar.
Nabella Keysa Dirgantara, atau kerap dipanggil Bella itu tersenyum lebar. Menyambut kedatangan Acasha yang sudah ia anggap seperti anak kandungnya sendiri.
"Raja di kamar, Sayang. Kayaknya lagi main pees. Dia ketagihan tuh, katanya asik karena versi baru," ujar Bella agak kesal. "Lima hari yang lalu sempat Tante banting peesnya, tapi sama dia beli baru lagi. Dasar anak itu!"
Acasha menggeleng pelan. Kurva lengkung tak lupa ia sematkan di wajah cantiknya. "Kalo gitu, Aca ke atas dulu ya, Tan. Mau ngerecokin Raja."
Bella mengangkat jempol, menatap Acasha yang sudah menaiki separuh anak tangga. "Kalo bisa, banting aja peesnya!"
"Siap, Tan!" Acasha tertawa kemudian melanjutkan langkahnya yang sempat tertunda. Hingga di perbelokan, Acasha tak sengaja menabrak seseorang, dan dia Kaisar.
"Maaf Kak, gue gak sengaja," cicitnya pelan. Karena ia sendiri tahu bahwa Kaisar sangat tidak suka disentuh, walaupun konteksnya tidak disengajai.
Kaisar membuang pandangan, sesaat kemudian menatap tajam ke arah Acasha yang tertunduk dalam. Tanpa basa-basi lagi, cowok itu segera pergi, meninggalkan Acasha yang akhirnya bisa bernafas lega.
Acasha mendelik, mengusap cepat dadanya yang sedang berdebar ketakutan.
Gila, ganteng-ganteng kok nyeremin!
Bahkan di dalam rumah sekalipun, Kaisar tetap menggunakan masker. Cowok itu punya masalah apa sih? Acasha suka heran.
Acasha memasang senyum tegar, kembali melanjutkan langkah hingga sampai di depan pintu kamar Raja.
Kepalan tangan Acasha terangkat, mengetuk-ngetuk pintu dengan cukup kuat. "RAJA! ALBUM GUE MANA?!"
"MASUK AJA, SHA!"
Acasha terkikik geli lalu membuka pintu kamar Raja. Bagus, cowok itu sedang bermain pees sendirian. Saking asyik sendiri, Raja bahkan tidak sadar jika Acasha sudah jongkok tepat di sebelahnya.
"Album gue mana?" Suara Acasha menyapa, menyapu area telinga Raja, membuat cowok itu terkejut setengah mati.
"Sha! Lo ngagetin gue ah!" Raja mendelik, sesaat kemudian kembali menatap layar televisinya yang selebar meja tenis. "Yah, gue kalah."
Acasha tidak peduli. Matanya berpendar mencari keberadaan album BTS yang sejak minggu lalu Raja janjikan. Tepatnya, Acasha yang minta dibelikan usai mereka sempat marah-marahan.