Raja dan Kaisar itu saudara sekandung yang hanya terpaut satu tahun. Keduanya berparas tampan tapi memiliki sifat yang saling bertolak belakang.
Tabiat seorang Raja sangatlah ceria. Cowok extrovert itu punya sejuta tawa dan lelucon yang sangat Acash...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Raja dan Acasha ... berhubung kalian juga saling suka, kami memutuskan untuk menjodohkan kalian berdua."
"H-hah?"
Punggung Acasha menegak sempurna. Ultimatum dari papanya benar-benar bukan main! Mengalahkan ultimatum Kaisar yang sebelumnya berhasil membuat Acasha shock berat.
"Kenapa tiba-tiba?" Raja tersenyum simpul. Melirik Acasha yang tercenung lalu beralih pada Gilang.
"Mama dan Tante Nata sedari dulu sudah merencanakannya. Bahkan Mama mau menjodohkan kalian sejak kecil. Namun karena enggak mau memaksa kalian yang saat itu masih anak-anak, Mama memutuskan untuk menunda dulu. Sebagai gantinya, agar kalian bisa mudah melakukan pendekatan, Tante Nata dan keluarga memutuskan untuk tinggal di rumah seberang," papar Bella. Tangannya terulur mengusap lengan Raja yang tampak tertegun.
"Gimana, Dek? Kamu setuju 'kan?"
Raja menatap Acasha yang tidak bergeming. Kesadaran gadis itu sudah pergi entah kemana. Acasha hanya diam sambil menatap kosong piringnya yang tersisa garpu dan pisau makan.
"Raja setuju," ucap Raja mantap.
Nata tersenyum lega. "Sayang, kamu juga setuju 'kan?" Ia menepuk pundak sang putri guna mengembalikan kesadaran.
Tersentak, Acasha mengalihkan pandangan pada Nata dengan gesture linglung. "Ah, ya."
"Bagus! Mama dan Tante Bella akan selesaikan ini dengan cepat. Rencananya, kalian akan bertunangan dulu minggu depan."
Acasha melotot makin shock.
"Ah, ya?!"
****
"Kak Kaisar!" Acasha mendecak lelah. Dengan kesal ia melepaskan sepatu dan melemparnya ke sembarang arah. Lalu ia kembali menyusul Kaisar yang sudah jauh di depan. "Kak!"
"Apa?" Kaisar berhenti saat Acasha berhasil meraih kerah belakang kemejanya.
"Kak, gue tadi cum--"
"Kenapa?" Pemuda jangkung itu tak bergeming ketika Acasha memaksanya untuk berbalik. Alhasil, Acasha merengsek maju dan menatap Kaisar dengan raut dilema.
"Gue..."
Sejujurnya, Acasha pun tidak mengerti, mengapa ia sampai seperti ini. Tadi saat Nata merencanakan pertunangannya dengan Raja, Kaisar langsung beranjak dan pergi dari ruang makan. Secara naluriah, Acasha juga ikut keluar. Bahkan ia tak memikirkan lagi masalah perjodohan itu. Isi kepalanya mendadak dipenuhi Kaisar.
Acasha menggigit bibir bawahnya. Napasnya kian memberat karena dihadapkan dua pilihan.