Raja dan Kaisar itu saudara sekandung yang hanya terpaut satu tahun. Keduanya berparas tampan tapi memiliki sifat yang saling bertolak belakang.
Tabiat seorang Raja sangatlah ceria. Cowok extrovert itu punya sejuta tawa dan lelucon yang sangat Acash...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Gue denger, lo sama Ratu nyebur ke kolam waktu acara?"
Bibir Acasha mencebik lucu. Lalu kepalanya mengangguk cepat tanda membenarkan.
"Kenapa bisa?"
"Gara-gara ini, Qa." Acasha menunjukkan bekas luka samar yang terdapat di sekitar pergelangan tangannya. "Ratu genggam tangan gue sampai kukunya nancap. Refleks dong gue nyentak tangan dia. Eh, dianya malah jatuh."
Mata Taqa langsung menyala. "Ratu ngelakuin itu?"
"Ya. Terus temennya Ratu gak terima dan ngedorong gue juga biar impas katanya."
"Dan Raja bantuin Ratu?"
Acasha terdiam. Langsung memalingkan pandangan agar tidak bersitatap dengan mata elang Taqa.
"Ca, jawab."
"Qa, gue gak papa sumpah." Gadis itu memainkan jari-jarinya dengan ekspresi rumit. Sementara Taqa hanya menatap Acasha datar hingga tak lama kemudian suara bassnya kembali terdengar.
"Gue masuk besok."
Lantas Acasha mengubah posisinya yang semula tengkurap jadi duduk. Langsung memangku laptop dan memasang muka serius.
"Bukannya lusa?" tanyanya curiga.
"Ada urusan."
Mata Acasha seketika memicing. "Urusan apaan emang?"
"Bukan hal penting," balas Taqa sambil tersenyum tipis.
"Beneran ya lo?" cetusnya memastikan. Dibalas oleh Taqa dengan anggukan singkat. "Yaudah, gue matiin, ya. Udah malam, ngantuk pengen bobo."
"Jangan bangun kesiangan."
"Siap! Alarmnya gue setel suara Jihan lagi karaokean di kamar mandi."
Fyi, Jihan kalau nyanyi bener-bener kayak kambing lagi disembelih. Makanya anak kelas menjadikan suara Jihan sebagai alarm dan itu terbukti ampuh.
Taqa jadi teringat. Dulu pernah sekali ia menyetel cover Jihan yang sedang menyanyikan lagu OST DOTS sebagai alarm. Lalu bangun-bangun, Taqa melempar ponselnya hingga pecah seribu.
Memang, suara Jihan sangat merdu. MERUSAK DUNIA.
"Nah, udah gue setel." Acasha mengacungkan ibu jari yang dibalas dengan senyuman samar oleh Taqa.
"Dasar. See ya besok."
Tut.
Setelah sambungan terputus, gadis itu menutup laptop dan menaruhnya ke atas meja belajar. Sambil menghela napas, Acasha melangkahkan kakinya menuju balkon. Berniat untuk menikmati rembulan sebelum pergi ke dunia bawah sadar.