53-Seirin vs Kirisaki Dai Ichi (3)

1.1K 183 32
                                        

*warn, typo guys ...

Kagami langsung tersentak kaget, begitu juga dengan anggota lainnya. [Name] dan Kuroko, mereka berdua orang yang menjunjung tinggi kerja sama tim dan sekarang mereja berdua mengatakan agar tidak melakukan kerja sama. Apa maksudnya itu?

"Perbedaannya 11 poin. Meskipun sudah menghentikan serangan mereka, kita tidak mencetak banyak angka." ucap Furuhashi kepada anggota setimnya.

"Masalahnya ada di no. 7. Gaya menyerang dan reboundnya itu tidak main-main." sahut Yamazaki sehabis minum.

Hanamiya malah terkekeh. "Kalau begitu tidak ada masalah. Kiyoshi sudah banyak terluka. Satu serangan lagi, maka selamat tinggal." ucapnya santai.

Peluit berbunyi nyaring, quarter keempat akhirnya di mulai. Skor saat ini 47-56, dengan Kirisaki Dai Ichi yang memimpin.

"Kita harus mencetak angka!" seru Riko dari bench.

"Dia masuk." ucap Kasamatsu yang melihat Kuroko di antara pemain Seirin lainnya. Sebelum Kuroko masuk ke dalam lapangan aku membisikkan sesuatu padanya, sesekali dia akan mengangguk kecil.

"Mereka mengeluarkan kartu truf mereka-ssu." ucap Kise ikut khawatir dan serius.

"Ini semakin menarik." ucap Imayoshi menyeringai lebar.

Kuroko mulai berlari, Izuki mendribble bola dan mengamati sekelilingnya. Kiyoshi mengangkat sebelah tangannya, Seto meliriknya dan kembali fokus ke depan.

Flashback.

"Apa maksud kalian, Kuroko, [Name]?" tanya Kagami mengerutkan keningnya.

"Tepat seperti yang dikatakan [Name]-san tadi. Kalian berempat tetap bermain seperti biasa." jawab Kuroko.

"Jaa, aku akan memberikan kuncinya. Buka mata kalian dan lihat sekeliling kalian baik-baik selama quarter keempat nanti." ucap [Name] tersenyum penuh makna. Seperti biasanya matanya berkilat licik.

"Begitu ya." ucap Riko yang menangkap sesuatu. "Ini perjudian, [Name]-chan." ujarnya khawatir.

"Perjudian itu soal menang atau kalah. Ini bukan perjudian. Tim ini pasti bisa melakukannya." ucap Kiyoshi penuh keyakinan.

Present.

Izuki melirik sekelilingnya dengan lebih cermat. Hanamiya dan Seto bergerak secara bersamaan, Izuki mengoper bola pada Kiyoshi. Hanamiya merentangkan tangannya, saat itulah Kuroko tiba-tiba muncul di depan Hanamiya. Di merubah arah operan menuju Kagami dengan cepatnya.

Kagami yang tertangkap tidak siap, secara refleks menangkap operan Kuroko. Dia berlari menuju ring Kirisaki Dai Ichi dan berhasil memasukkannya.

"Yatta!" seru pemain di bench. Riko menghela nafasnya lega, [Name] hanya terkekeh. Riko segera memeluk [Name] erat.

Kagami dak Kiyoshi menempelkan tangan mereka berdua dan mengangkatnya tinggi-tinggi. "Ya!" seru mereka berdua bersamaan.

Kuroko mengelap keringatnya menggunakan wirstband miliknya. Hyuga berlari kecil dan menepuk bahu Kuroko.

"Nice!" ucap Hyuga.

Para pemain Kirisaki Dai Ichi segera merasakan keanehan, Hanamiya terdiam sebelum akhirnya dia menangkap sesuatu dan menoleh ke arah Seirin.

"Aku tidak percaya ini. Serangan itu..." ucap Imayoshi yang merinding melihat permainan Kuroko.

"Heh?" tanya Sakurai tidak mengerti.

"Umpan Kuroko selama ini adalah untuk bermain secara kolektif. Meski mereka bermain seperti menggunakan trik yang tidak terduga, mereka bisa menguatkan gaya serangan ini. Tapi umpan itu tidak diperuntukkan untuk menyerang. Rekan tim sama-sama tidak tahu soal umpan itu. Dengan kata lain, Kuroko mengubah aliran umpan sesuai dengan keinginannya." jelas Imayoshi.

"Tapi bagaimana dia bisa memberi umpan seperti itu?" tanya Sakurai masih tidak mengerti.

"Bisa." ucap Aomine menarik atensi mereka. "Jika kalian berlatih dengannya setiap hari, kalian akan mengerti cara berpikir Tetsu. Yang dibutuhkan bukan logika, tapi kepercayaan. Pasti ini ide [Name] juga, mereka berdua percaya dengan rekan tim mereka." jelasnya malas sambil menyangga kepalanya dengan tangan kanannya. Satsuki menoleh kerahnya dengan wajah cemberut.

Pertandingan terus berlanjut, Izuki berlari mendribble bola. Dia mengoper bola, Kuroko langsung mengubah arah operan. Bola terpantul terkena papan ring, Kiyoshi segera melompat, menangkap dan memasukkannya ke ring.

Hanamiya berusaha merebut operan, Kuroko datang dari depan dan merubah arah operan. Begitu seterusnya, setiap Hanamiya ingin meraih bola, Kuroko selalu ada didepannya dan merubah arah operan. Dan Seirin berhasil mencetak angka terus menerus dan mengejar ketinggalan angka.

Papan skor saat ini, 53-60 masih dengan Kirisaki Dai Ichi yang memimpin. Satu maslaah teratasi, namun Riko masih khawatir akan sesuatu. Riko menatap ke arah Hyuga yang melemparkan bola tapi masih meleset.

"Dia meleset!" ucap Furihata frustasi.

Kiyoshi menahan Furuhashi dan Seto sendirian, mereka bertiga bermaksud melakukan rebound. Saat itulah Seto melirik Kiyoshi, dia menyikut kuat perutnya. Furuhashi tidak mau ketinggalan dia juga menyerang Kiyoshi, mereka berdua menghantam tubuh Kiyoshi. Riko tersentak melihat itu.

Koganei mencengkram kepalanya panik melihat Kiyoshi yang gagal melakukan rebound. "Apa Kiyoshi baik-baik saja?" tanyanya khawatir.

"Nee, Riko senpai lakukan apa yang menurutmu benar. Jangan sampai menyesal." ucap [Name] tersenyum lebar pada Riko.

Riko menutup matanya rapat, sebelum akhirnya menoleh pada [Name]. Dia sudah memutuskan akan melakukan apa.

"[Name]-chan, minta time out." ucapnya.

[Name] menganggukkan kepalanya. "Ha'i, Riko senpai." jawabnya. Dia segera berdiri dan menuju meja juri.

Peluit berbunyi, wasit berseru. "Seirin, time out!"

"Menjengkelkan, menjengkelkan sekali..." gumam Hanamiya. Dia berhenti berlari dan sorot matanya sudah berubah.

Riko mengerutkan keningnya, seolah keputusan yang diambilnya sangat berat. "Ada beberapa hal yang ingin aku katakan, tapi..." ucapnya sebelum akhirnya menatap Kiyoshi. "Pertama, kau sudah mencapai batasmu. Kau akan di ganti, Teppei."

Kiyoshi tersentak, dia langsung berdiri menuju ke arah Riko. "Apa? Tunggu dulu! Sedikit lagi! Jika kau mengeluarkanku sekarang..."

"Tidak." seru Riko memotong penjelasan Kiyoshi. Riko menatap Kiyoshi dengan mata yang sudah berlinang air mata. "Jika kejadian yang sama seperti tahun lalu terulang, lebih baik kau membenciku." ucapnya dengan nada bergetar.

"Riko..." ucap Kiyoshi lirih.

"Aku setuju." ucap Kuroko.

"Kuroko..." ucap Kiyoshi berbalik menatap Kuroko.

"Aku tidak punya kakak, tapi ketika kau berkata ingin melindungi kami,kau seperti kakak buatku. Itu membuatku bahagia. Aku ingin kau terus bisa melindungi kami. Aku tidak mau kau terlalu memaksakan diri di pertandingan ini." ucap Kuroko.

"Aku juga setuju dengan Tetsuya. Dari dulu aku sudah mengagumi Kiyoshi senpai, karena itu jangan sampai terluka lagi senpai. Jarang-jarang lho, Tetsuya berkata seperti itu." ucap [Name] tersenyum tipis pada Kiyoshi.

"[Name]-chan..."

"Aku sudah muak!" seru Hyuga. Dia segera berdiri dan mendekatkan tubuhnya pada Kiyoshi. "Maksud kami adalah serahkan semuanya pada kami! Diam dan duduklah! Apa menurutmu janji kita tidak akan terpenuhi?!" omel Hyuga.

Kiyoshi terdiam, sebelum akhirnya menoleh pada Mitobe yang berjalan mendekat padanya. Dalam diam Mitobe mengulurkan tangannya dan mengangguk pada Kiyoshi. Dia menoleh pada Izuki yang dibalas senyum keyakinan.

Kiyoshi mengangkat tangan kanannya dan menatapnya lamat. "Kau benar. Aku serahkaan sisanya pada kalian." ucapnya mentoskan tangannya pada Mitobe.

"Tentu saja, aho! Diam di sana dan tunggulah seperti anak kecil yang baik! Kami akan membawakanmu tiket menuju Winter Cup!" seru Hyuga bersemangat. Dia dan yang lainnya masuk ke dalam lapangan dalam mode on fire.

Pertandingan di mulai lagi, Seirin sudah bersiap.

"Mereka menarik keluar No. 7?" tanya Kasamatsu.

"Dia menjadi target permainan kasar mereka-ssu." sahut Kise.

"Dia harus di tarik keluar sebelum terlalu fatal." ucap Kasamatsu setuju.

"Apa ini akan menjadi kehancuran Seirin?" tanya Kise khawatir.

"Tidak." ucap Kasamatsu, Kise langsung menoleh kearahnya. "Mungkin inilah alasan kenapa mereka tidak akan hancur."

Izuki mendribble bola, Hanamiya segera menghadang didepannya. Izuki melemparkan bola ke arah Seirin, Kuroko muncul tiba-tiba dan membelokkan arah operan. Bola terlempar mulus ke arah Hyuga, Izuki menatap ke arah temannya itu. Hyuga melompat dan melemparkan bola ke ring, lagi-lagi bola terpantul keluar. Semua pemain Seirin di bench menghela nafas.

"Hampir saja!" ucap Fukuda.

"Hyuga belum membuat angka satu pun hari ini. Dia harus benar-benar bisa mencetaknya sekarang." ucap Wakamatsu jengah. Dia menoleh pada Sakurai yang menatap ke arah lapangan serius. "Menurutmu bagaimana, Sakurai?"

"Bebannya lebih berat daripada biasanya. Dia seperti terlalu bersemangat. Membuat tiga angka itu seperti mengambil perjudian. Sebagus apa pun tembakan itu, terkadang bola tidak mau masuk." jelas Sakurai.

"Jadi..."

"Tapi... sekali bola itu masuk, tidak akan bisa berhenti. Dia orang yang seperti itu." ucap Sakurai.

Kiyoshi menundukkan wajahnya. "Riko..." panggilnya lirih. Riko pun menoleh pada Kiyoshi. "Maaf karena tadi aku berkata seperti itu padamu."

Riko tersenyum dan menggelengkan kepalanya. "Aku mengerti perasaanmu. Alasan kenapa luka yang dirasakan anggota tim lain sangat sedikit melawan tim sekasar itu adalah karena kau yang melindungi mereka, Teppei. Hyuga-kun dan yang lain akan mengurus sisanya." ucap Riko.

Hyuga berlari mendribble bola. "Mitobe!" seru Hyuga.

Mitobe segera bersiap, Hanamiya segera menghadang Hyuga seraya menyeringai lebar.

"Apa menurutmu kalian melakukan apa saja tanpa Kiyoshi?" ejek Hanamiya. Hyuga menggertakkan giginya, melihat provokasinya berhasil membuat Hanamiya semakin senang. "Siapa berikutnya setelah sampah itu?"

"Aku akan menghadapimu, Hanamiya. Aku berjanji tidak akan lari darimu!" ucap Hyuga dengan geramnya. Dia berusaha melewati Hanamiya.

"Hyuga!" seru Koganei senang.

"Kapten!" seru Furihata.

Saat akan berhasil lewat, Hanamiya mendecakkan lidahnya dan menepis bola dari tangan Hyuga. Mereka berdua berlari mengejar bola yang teruss memantul hingga keluar lapangan.

Wasit segera membunyikan peluit. "Out of bounds! Bola putih!" seru wasit lantang.

Hanamiya dan Hyuga berhenti berlari bersamaan. Kiyoshi datang dan memungut bola, Hanamiya dan Hyuga yang melihatnya tersentak kaget. Kiyoshi dan Hyuga saling bertatapan lama, seolah hanya itu saja mereka bisa berkomunikasi. Hanamiya berjalan pergi meninggalkan mereka, Izuki berlari kecil ke arah Kiyoshi dan mengambil bola.

Hyuga menarik nafas dan tersenyum tipis. Ingatannya dengan Kiyoshi dan ucapan [Name] akhirnya menyadarkannya. Izuki yang memegang bola memberikannya isyarat, Hyuga segera berlari dengan senyum lebar tanpa beban. Furuhashi langsung menghadang Hyuga, namun dia menaikkan sebelah alisnya melihat perubahan ekspresi kapten Seirin itu.

Hyuga menarik nafas lagi, dia terlihat lebih tenang. Dia segera berlari ke samping, Mitobe segera datang dan melakukan screen pada Furuhashi. Kuroko sudah membelokkan operannya.

"Sial." ucap Furuhashi.

Hyuga berhasil mendapatkan operan, dia menarik nafas lagi dan melompat. Dia melemparkan bola ke ring Kirisaki Dai Ichi, bola melambung tinggi. [Name] yang melihatnya langsung tersenyum semakin lebar.

Everything About Us [KnB]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang