Warn guys, typo everywhere....
Peluit kembali berbunyi nyaring, pertandingan akan segera di mulai.
"Dia masuk." ucap Aomine yang melihat Kagami masuk ke dalam lapangan lagi.
Himuro menyadari kedatangan Kagami dan menoleh, sekali lagi mereka berdua saling berhadapan.
"Kagami..." ucap Furihata khawatir.
"Tolong." sambung Fukuda.
"Jangan khawatir, dia akan baik-baik saja." ucap [Name] tersenyum dengan tipis.
"Tidak ada yang bisa mengalahkan Kagami-kun." lanjut Kuroko.
Fukui merangsek maju seraya mendribble bola, dia langsung mengoper bolanya pada Himuro yang langsung Kagami hadang. Himuro sedikit tersentak kaget melihat perubahan sorot mata dan tingkah Kagami. Himuro tiba-tiba saja melompat tinggi.
"Tembakan?" tanya Koganei.
"Bukan." jawab [Name]. Mata gadis itu semakin menyipit.
Himuro tidak jadi melakukan tembakan tiga poin, dia merangsek maju melewati Kagami. Hyuga yang melihatnya segera bersiap membantu. Kagami sudah menyadari akan fake milik Himuro, dia juga segera bereaksi berbeda dengan sebelumnya.
Himuro memang bergerak maju satu langkah, sebelum kembali mundur. Hyuga yang tadinya bergerak maju segera terdiam di tempat. Sekali lagi Himuro melompat tinggi dan melakukan tembakan. Kagami masih terdiam di tempat, entah apa yang sedang dipikirkannya. [Name] tersenyum lebar dengan sorot mata cerah. Merasa bisa memasukkan bola ke ring, Himuro melepaskan tembakan. Tanpa menyangka Kagami masih bisa mengikuti gerakannya dan menepis bola hingga terlepas dari tangan Himuro.
"Pertarungan yang sesungguhnya baru saja di mulai, Himuro!" seru Kagami.
Mereka berdua mendarat di saat yang bersamaan, Kagami langsung berlari melewati Himuro. Izuki segera menangkap bola yang memantul ke arah luar. Fukui tidak tinggal diam dan mengejar Izuki.
"Izuki senpai!" seru Kagami.
"Kagami!" balas Izuki melemparkan bola padanya.
"Maju, Kagami!" seru pemain Seirin di bench.
Kagami berlari mendribble bola ke ring Yosen, berhadapan langsung dengan Murasakibara yang berdiri di bawah ring dengan tenang.
"Kali ini aku akan menghancurkanmu, Kagami!" seru Murasakibara menghalangi Kagami.
Kagami sedikit ragu untuk sesaat, dia bingung bagaimana menghadapi Murasakibara. Kagami menginjak lantai dengan kuat, dia melompat tinggi dengan tangan kirinya membawa bola.
"Murasakibara!" seru Kagami.
"Maju, Kagami!" seru pemain Seirin lainnya.
"Kagami-kun!" seru Kuroko.
"Masukkan, Taiga!" seru [Name] keras. Gadis itu bahkan tidak menyadari sudah berdiri dari duduknya.
Murasakibara sedikit tertegun dengan lompatan Kagami yang terbilang sangat tinggi. Lelaki bersurai ungu itu segera melompat tinggi juga.
"Jangan senang dulu! Meski [Name]-chin mendukungmu akan kuhentikan kau!" seru Murasakibara.
Murasakibara berhasil menepis bola hingga terlepas dari tangan Kagami, hingga membuat lelaki bersurai merah gelap itu terjatuh di lantai.
"Kagami! Kagami, apa kau baik-baik saja?" tanya Hyuga yang berlari mendekat pada Kagami seraya mengulurkan tangan.
"Maaf." jawab Kagami menerima uluran tangan Hyuga dan berdiri. "Aku tidak apa-apa."
Murasakibara masih menatap ke arah Kagami, sorot matanya berubah tajam. [Name] yang ada di bench juga menyadari sesuatu, dalam kepalanya segera berputar ulangan kejadian tadi untuk menemukan jawaban atas pertanyaannya. Sebelum akhirnya [Name] tersentak kaget dan menatap Kagami dengan cemas. Kuroko pun ikut terdiam menatap ke arah lapangan dengan mata membulat.
"Kiyoshi!" seru Hyuga.
Bola di oper pada Kiyoshi yang di tangkap olehnya. Segera saja Fukui, Okamura dan Wei Liu mengepung Kiyoshi.
"Kiyoshi dijaga 3 orang?" tanya Tsuchida.
"Yosen akhirnya bermain secara sungguh-sungguh!" seru Koganei.
Hyuga berusaha melepaskan diri dari Himuro yang menjaganya dengan ketat. Kiyoshi melirik ke sekelilingnya, mencoba mencari celah dari penjagaan 3 orang. Melihat kesempatan Okamura segera menepis bola hingga terlepas dari tangan Kiyoshi. Fukui segera mengambil bola dan mengopernya pada Himuro yang berlari menuju ring Seirin.
"Serangan balik!" seru Fukui.
"Himuro!" seru Koganei panik.
"Kau tidak akan kemana-mana, Himuro!" seru Kagami menyusul Himuro dan menghadangnya.
Himuro melompat tinggi, Kagami yang menyadari akan gerakan Himuro segera maju ke depan.
"Awas, Taiga!" seru [Name] tiba-tiba.
Kaki kanan Kagami salah menginjak cucuran keringat yang ada di lantai, membuat lelaki bersurai merah gelap itu kehilangan keseimbangan. Himuro tidak terganggu akan itu dan berniat memasukkan bola ke ring. Kagami segera melompat tinggi untuk menghalangi. Namun terlambat, Himuro sudah melepaskan tembakannya. Hanya ujung jari telunjuk Kagami yang berhasil menyentuh permukaan bola, kedua lelaki itu langsung tersentak kaget. Bola terpantul keluar terkena pinggir ring.
"Kagami bisa menghentikan Himuro!" seru Koganei bersemangat.
"Dasar ceroboh, bisa-bisanya dia terpeleset." ucap [Name] menghela nafas lega. Kuroko yang ada disampingnya, hanya bisa diam mendengarkan runtukan gadis itu dan tersenyum tipis.
Kagami segera menangkap bola dan berhadapan dengan Himuro lagi, segera Kagami menyadari sesuatu. Dia mengoper bola kembali pada Kiyoshi, lagi-lagi Kiyoshi di jaga ketat oleh tiga orang.
"Kiyoshi!" panggil Izuki.
Kiyoshi yang kehabisan nafas, melewati Okamura dan mengoper bolanya pada Izuki. Begitu mendapatkan bola, Izuki segera berbalik dan melihat teman satu timnya. Melihat tidak ada celah sama sekali, Izuki memutuskan melompat dan melemparkan bola ke ring.
"Three?" tanya Koganei.
Bola melambung tinggi menuju ring Yosen dan terpantul keluar terkena pinggir ring. Izuki menggertakkan giginya tidak berhasil memasukkan bola.
"Kau terburu-buru." ucap Murasakibara. Dia sudah bersiap melakukan rebound, begitu juga Kagami dan Mitobe yang di handang olehnya. "Ini milikku." lanjutnya lagi melompat dan mengangkat kedua tangannya untuk menangkap bola.
Dari belakang Kiyoshi melompat dengan satu tangannya dia menangkap bola dan memasukkannya ke ring.
"Kiyoshi!" geram Murasakibara. Dia menoleh dan menatap tajam Kiyoshi. Penonton kembali berseru antusias, bahkan pemain Seirin di bench semakin bersemangat.
"Suge Kiyoshi!" seru Koganei.
Kuroko tersenyum tipis sebelum senyumnya luntur. Kiyoshi yang berlari melewati bench Seirin segera tumbang, [Name] refleks berdiri dan menangkap tubuh Kiyoshi yang lebih besar darinya.
"Kiyoshi senpai!" seru [Name] menyadarkan anggota Seirin yang masih terdiam di tempat. [Name] tidak bisa menahan berat tubuh Kiyoshi segera jatuh, Kuroko segera berdiri dan ikut menahan tubuh Kiyoshi.
"Senpai!" seru Kuroko.
"Kiyoshi!" seru Hyuga yang berlari mendekat ke arah mereka.
"Kiyoshi senpai!" seru Kagami.
Wasit segera membunyikan peluitnya. "Referee time out!"
Kiyoshi mengatur nafasnya yang memburu. "Maaf, [Name]-chan, Kuroko. Tadi aku hanya terpeleset dan jatuh biasa saja kok." ucapnya tersenyum lebar. Kiyoshi berusaha berdiri dengan tangan yang sudah gemetaran. "Jangan mencemaskanku."
"Teppei, apa kau benar-benar..." ucap Riko khawatir.
"Daijoubu. Biarkan aku bermain. Kumohon. Kita akhirnya bisa bangkit sejauh ini, aku tidak mau mengacaukan aliran ini. Aku masih bisa terus bermain. Ayo kita menang bersama-sama!" ucap Kiyoshi seperti biasa.
"Demo...." ucap [Name] ragu.
"Daijoubu [Name]-chan." balas Kiyoshi menoleh pada gadis itu. Riko bahkan tidak bisa mengucapkan apa-apa dan menganggukkan kepalanya dengan wajah cemas.
Pertandingan kembali berlanjut, Kiyoshi bermain seperti biasa. Tapi para pemain Seirin lainnya pasti tahu jika Kiyoshi memaksakan dirinya untuk terus bermain.
Fukui di hadang oleh Izuki yang menjaganya, Fukui segera mengoper bola ke kiri. Hyuga segera maju dan memotong operan untuk Himuro. Bola memantul, Kiyoshi segera berlari dan menangkap bola.
"Mereka menjaga dengan tiga orang lagi!" seru Kawahara.
Kiyoshi mengoper bolanya ke samping yang langsung di tangkap oleh Izuki. Kagami dan Mitobe juga ikut bergerak mengikuti Izuki yang menuju ring Yosen.
"Menyarang dengan tiga orang?!" seru seorang penonton.
"Apa? Kalian pikir kalian bisa mengalahkanku? Akan kuhancurkan kalian semua sekaligus." ucap Murasakibara.
Izuki mengoper boia pada Kiyoshi yang ada di belakang, Kiyoshi segera melompat dan melemparkan bola ke ring Yosen tapi meleset. Mitobe berusaha sekuat tenaga menahan Murasakibara.
Merasa geram Murasakibara menatap tajam Mitobe, dia merentangkan tangan kanannya ke atas meraih bola. Dari samping Kagami meraih bola dan memasukkannya ke ring.
"Masuk! Sekarang kita hanya tertinggal lima angka!" seru pemain Seirin di bench.
Kagami dan Kiyoshi melakukan high five.
KAMU SEDANG MEMBACA
Everything About Us [KnB]
Action[Name] akan pindah ke Amerika karena pekerjaan orang tuanya. Dia berniat pamit kepada para sahabatnya setelah pertandingan dan membuat kenangan indah bersama. Sampai akhirnya [Name] dikecewakan dengan sikap teman-temannya saat pertandingan. Dia meni...
![Everything About Us [KnB]](https://img.wattpad.com/cover/250810497-64-k956146.jpg)