64-One Day with Aomine

1.5K 200 136
                                        

*warn, typo ya guys...
Anggap saja di gambar atas, Aomine keluar sama [Name]

[Name] mengerjapkan matanya saat sinar matahari pagi masuk lewat sela-sela tirai jendela kamarnya. gadis terduduk di ranjangnya dan mengusap lembut matanya, sesekali dia akan menguap kecil. [Name] masih terdiam sampai bau harum masakan tercium dihidungnya. Mata [Name] langsung berbinar cerah, dia segera menyibak selimutnya san keluar kamar.

Ohayou, Aki-nii!” sapa [Name] ceria.

Ohayou, [Name]. Tidur nyenyak semalam?” sapa balik Akihiro dengan senyum hangatnya.

Un, apa kemarin aku tertidur?” tanya [Name]. Dia menarik kursi makan didekatnya dan duduk dengan manisnya.

“Ya, sepertinya kau terlalu lelah kemarin” jawab Akihiro kembali fokus dengan masakannya.

Souka...” gumam [Name] pelan.

Suara bel berbunyi nyaring, Akihiro langsung menoleh begitu juga dengan [Name]. Sasaki bersaudara itu saling menatap dengan pandangan bertanya.

“Siapa yang bertamu pagi-pagi begini” ucap Akihiro.

“Entah, Aki-nii teruskan saja memasaknya. Biar aku yang membukakan pintu” balas [Name] seraya berdiri dari kursinya.

[Name] berjalan menuju pintu apartemennya dan sekali lagi bel apartemennya berbunyi nyaring. “Ha’i, chotto matte! Dare desuka?” ucapnya membuka pintu.

Seseorang langsung memeluk gadis itu dengan eratnya, [Name] hanya bisa membelalakkan matanya. Didepannya gadis itu bisa melihat Kagami yang menghela nafas lelah.

“[Name]! Kami sarapan di sini ya!” seru Alex masih memeluk [Name]. Sesekali dia akan menggesekkan pipinya ke pipi lembut [Name].

Aneki?!” seru [Name]. “Mou, jangan mengagetkanku. Aku bisa membanting aneki tadi jika aku tidak melihat Taiga” omelnya.

Gomen, tapi aku benar-benar merindukanmu. Akihiro sialan, dia bahkan melarangku tidur sekamar denganmu” rengek Alex.

Ha’i, ha’i” balas [Name] sweatdrop. “Kalau begitu masuklah” ajaknya.

Warui, sebenarnya aku bisa memasak sendiri. Alex sendiri yang memaksa ingin makan di sini” ucap Kagami seraya melepaskan sepatunya.

Un, daijoubu. Aku juga senang kita makan bersama” balas [Name].

Mereka bertiga akhirnya masuk ke dalam mengikuti [Name]. Akihiro masih saja sibuk memasak, entah apa yang dimasaknya, karena di meja makan tertata banyak makanan.

“Siapa yang datang, [Name]?” tanya Akihiro tanpa mengalihkan perhatiannya dari kompor.

“Taiga dan Alex aneki, mereka ikut sarapan dengan kita Aki-nii” jawab [Name] ceria.

Mendengar jawaban [Name], Akihiro langsung menoleh dengan wajah tersenyum lebar namun bagian atas matanya menggelap sempurna. Kagami langsung bergidik ngeri, sedangkan Alex dengan cueknya duduk di meja makan.

“Kalian kemari?” tanya Akihiro dengan nada dingin.

“Yo, Akihiro” sapa Alex dengan cengir lebar.

“Kenapa kalian kemari?” tanya Akihiro lagi.

“Sarapan. Dan bertemu dengan [Name] tentunya” jawab Alex lagi.

“Pulang sana” usir Akihiro.

Yada!” tolak Alex.

Perempatan besar langsung muncul di kepala Akihiro, dia mendekati Alex yang berakhir dengan mereka saling berdebat. Kagami dan [Name] hanya bisa sweatdrop melihat kelakuan mereka.

Everything About Us [KnB]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang