*warning dulu guys, typo
[Name] yang sudah rapi mengenakan seragam, sibuk memasak didapurnya. Tidak lupa mengenakan apron agar seragamnya tetap bersih.
[Name] memasak omlete, dia konsentrasi membalik telur diwajannya. Sedangkan Kagami masih sibuk berlatih basket di lapangan dekat sini. Sudah menjadi kebiasaan Kagami dari dulu saat di Amerika, biasanya [Name] akan menemani Kagami berlatih tapi hari ini dia bertugas membuat sarapan. Kagami mana bisa diam menunggui gadis itu memasak, dia berkata badannya akan kaku jika tidak bermain basket sehari. Jadi [Name] memakluminya.
Tidak butuh waktu lama dua omlete berukuran besar matang dan tertata rapi di meja makan, satu dengan porsi lebih banyak mengingat Kagami yang suka makan. [Name] tersenyum puas dengan hasil masakannya.
Sampai akhirnya tangan Kagami terulur dari belakangnya dan mencomot salah satu omlete. Posisi mereka sedikit ambigu dengan dada Kagami yang hampir menyentuh punggung [Name]. Kesannya seperti Kagami memeluknya dari belakang.
"Enak." ucap Kagami sambil mengunyah makanannya.
Berbeda dengan Kagami yang santai, perempatan imajiner muncul di dahi [Name]. Tanpa ba bi bu [Name] langsung menyikut perut Kagami.
"Itte! Apa yang kau lalukan [Name]?!" geram Kagami memegangi perutnya.
"Seharusnya aku yang bertanya begitu!" geram [Name] balik. Dia menunjuk pada Kagami. "Kau bau keringat, mandi dulu sana! Enak aja langsung makan tanpa mandi."
Kagami mendecakkan lidahnya kesal. Dia masuk ke kamar mandi [Name] sambil menenteng seragam yang ada ditangannya.
"Kenapa kau selalu mandi di sini BAKAgami? Mandi di apartemenmu sana!" protes [Name].
"Berisik! Yang penting aku mandi." balas Kagami yang sudah mulai mandi di dalam.
[Name] memijat pangkal hidungnya dan menghela nafas pasrah. "Matta ku..."
[Name] belum melakukan apapun hari ini, energinya sudah habis dulu karena tingkah Kagami.
-°°-
Sekarang Kagami dan [Name] sudah berdiri di depan loker sepatu. Begitu [Name] selesai mengganti sepatunya, Kagami langsung menarik tangannya.
"Chotto, Taiga kau mau membawaku kemana?" tanya [Name] bingung. Dia sedikit kesusahan menyamakan langkahnya dengan langkah Kagami. "Nee, Taiga..."
Kagami hanya bungkam tidak menyahuti ucapan [Name] sampai mereka sudah berjalan menyusuri koridor kelas dua. Begitu melihat sosok Hyuga, Kagami mempercepat langkahnya dan berhenti.
"Kapten!" panggil Kagami sedikit keras.
Hyuga yang menyadari teriakan kouhainya itupun menoleh. Dia mengangkat sebelas alisnya, menatap Kagami dan [Name] bingung.
"Ada apa?" tanya Hyuga.
[Name] sibuk mengatur nafasnya, sementara Kagami menjelaskan niatnya pada Hyuga.
"Pertandingan?" tanya Hyuga memastikan. Kagami menganggukkan kepalanya, sementara [Name] menepuk dahinya pelan merasa malu. "Kau masih belum bisa ikut." ucap Hyuga menatap mereka datar.
Kagami melotot tidak percaya dengan ucapan Hyuga. "Hah, kenapa? Memangnya kenapa, Kapten? Apa kemampuanku masih belum cukup?" tanya Kagami seolah protes.
"Bukankah sudah jelas, dasar BAKAgami! seru [Name] sambil memukul kepala Kagami.
"Itte!"
"Maafkan aku Hyuga senpai, aku tidak menjelaskannya pada si BAKA ini. Dia baru sampai dari Amerika jadi tidak paham aturan di sini." ucap [Name] membungkukkan sedikit badannya pada Hyuga.
KAMU SEDANG MEMBACA
Everything About Us [KnB]
Aksi[Name] akan pindah ke Amerika karena pekerjaan orang tuanya. Dia berniat pamit kepada para sahabatnya setelah pertandingan dan membuat kenangan indah bersama. Sampai akhirnya [Name] dikecewakan dengan sikap teman-temannya saat pertandingan. Dia meni...
![Everything About Us [KnB]](https://img.wattpad.com/cover/250810497-64-k956146.jpg)