[Name] akan pindah ke Amerika karena pekerjaan orang tuanya. Dia berniat pamit kepada para sahabatnya setelah pertandingan dan membuat kenangan indah bersama.
Sampai akhirnya [Name] dikecewakan dengan sikap teman-temannya saat pertandingan. Dia meni...
Di luar hujan mengguyur Jepang dengan derasnya, petir saling bersahut-sahutan. Lapangan gym basket sekolah saat ini begitu gelap dan sepi, hanya terdengar suara isak tangis seorang gadis. Dia terisak menutupi wajahnya menghadap lima lelaki yang menatapnya datar. Di pojok lapangan berdiri seorang gadis bersurai pink yang menatap gadis itu dengan mata berkaca-kaca seraya menutup mulutnya. Tidak ada yang pernah menyangka gadis yang selalu ceria bagaikan matahari itu akan tiba-tiba menangis seperti ini.
Salah seorang dari kelima lelaki itu berjalan mendekati sang gadis seraya mengulurkan tangannya bermaksud menenangkannya, tangannya ditepis dengan kuat oleh sang gadis. Gadis itu mengangkat kepalanya, ditatapnya tajam kelima lelaki itu. Air matanya tidak mau berhenti mengalir, dia mengepalkan kedua tangannya dan menggertakkan giginya.
"Apa yang kalian lakukan tadi? Kenapa kalian sengaja melakukan 'hal itu'? Ada apa dengan kalian sebenarnya?"tanya sang gadis. Ada aura menekan di setiap kata yang dilontarkannya pada kelima lelaki itu.
Kelima lelaki itu hanya bisa diam membisu tidak menjawab ucapan sang gadis. Membuat gadis itu merasa lebih kecewa dan putus asa.
"Kalian berubah. Aku tidak mengenal kalian lagi. Aku berharap tidak akan bertemu dengan kalian," ucapnya dengan suara bergetar. Gadis itu segera berbalik dan berniat meninggalkan gym yang menyesakkan ini baginya.
Belum sang gadis berjalan jauh, tangannya dicekal salah seorang dari mereka. Gadis itu berbalik dan menghempaskan tangan yang memegangnya dengan seluruh tenaga.
"JANGAN MENYENTUHKU! AKU BENCI KALIAN SEMUA!" bentak sang gadis keras. Dia segera berlari kencang meninggalkan gym.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Gadis itu berlari kencang, helaian rambutnya keperakannya melambai dan menjauh dari pandangan keenam orang yang berdiri disana.Tak kuasa menahan kesedihannya, gadis bersurai pink itu ikut berlari mengejar gadis bersurai perak itu. Meninggalkan kelima lelaki yang masih diam seperti patung ditempat. Mereka semua tidak menyadari lelaki bersurai baby blue yang berdiri diam dari balik pintu gym yang mendengarkan setiap ucapan sang gadis.
Gadis bersurai pink itu berhasil mengejar sahabatnya itu, "Tunggu, [Name]-chan!" serunya lantang.
[Name] yang mendengar suara sahabatnya segera berhenti, dia berbalik dan memeluk gadis dibelakangnya dengan erat, "Tsuki-chan!" ucap [Name]. Kedua gadis itu menangis dalam diam, tidak tahu apa yang akan mereka katakan dalam keadaan seperti ini.
"A-aku tidak menyangka perpisahanku dengan mereka akan seperti ini. Aku berpikir setelah bertandingan ini aku bisa pergi ke Amerika dengan tenang. Tapi aku tidak menyangka mereka akan melakukan ini, aku benar-benar kecewa" isak [Name] tanpa tanda akan berhenti.