*warningya dulu, typo
Kuroko melepas kaosnya dan melemparnya ke bench. "Yang bisa kulakukan hanyalah mengoper bola, tapi aku bisa menaikkannya ke tingkat yang lebih tinggi" ucap Kuroko. Dia berbalik dan menatap anggota timnya penuh resolusi.
"Pass Kuroko-kun yang baru?" tanya Riko penasaran.
"Kenapa kau tidak menggunakannya dari tadi?" tanya Hyuga.
"Karena hanya sedikit yang bisa menangkapnya. Juga aku sudah mendiskusikannya dengan [Name]-chan tadi" jawab Kuroko datar.
"Aku dan Tetsuya berpikir Taiga yang sekarang mungkin bisa menangkapnya" lanjut [Name] tersenyum kecil. Dia masih sedikit kesusahan berbicara, pipinya terasa nyut-nyutan.
Kuroko dan [Name] saling mengangguk dalam diam. "Tapi, kita tidak bisa hanya mengandalkan pass kepada Kagami-kun sampai pertandingan berakhir. Aku juga harus bisa lepas dari penjagaan Takao-kun dan juga menggunakan pass biasa" ujar Kuroko lagi.
"Kurasa, masalah itu akan terpecahkan" ucap Izuki tiba-tiba. "Soalnya mataku sendiri juga sudah di ambang batas. Bukan begitu [Name]-chan? Dan rencana di ruang ganti mungkin bisa di lakukan bukan" lanjutnya tersenyum pada mereka berdua.
"Apa maksudmu?" tanya Koganei bingung.
Hanya Kuroko dan [Name] yang memahaminya, mereka tersenyum tipis membalas Izuki. Peluit berbunyi nyaring, quarter terakhir akan di mulai. Semua pemain kembali ke lapangan.
"Kuserahkan quarter terakhir padamu" ucap Hyuga pada Izuki dengan tangannya menempel punggung temannya itu.
"Ou!" jawab Izuki penuh keyakinan.
"Senpai..." panggil Kagami. Hyuga berhenti dan menoleh padanya. "Soal yang tadi... maafkan aku" ucapnya sambil menggaruk belakang kepalanya.
"Hah? Oh, jangan dipikirkan" jawab Hyuga dengan senyum lebar. Kagami yang mendengar itu ikut tersenyum. "Itulah yang ingin kukatakan. Berani juga kau bicara seperti itu pada senpaimu. Bahkan sampai memukul [Name]-chan hingga lebam begitu. Kuhajar kau nanti" lanjutnya dengan senyum menyeramkan dan aura hitam. Sudut mulut Hyuga tidak berhenti berkedut, menahan emosi.
"Oi, Hyuga masuk mode clutch time lagi" ucap Izuki sweat drop.
"Yah, itu bisa belakangan. Mau menangis atau tertawa, semua akan ditentukan dalam sepuluh menit. Ayo!" seru Hyuga.
Kagami berjalan mendekat menuju [Name], Riko membalut sudut bibirnya dengan plester luka. Riko sedikit mengomel dengan mata berkaca-kaca, [Name] hanya bisa terkekeh sambil meminta maaf. Kawahara memberikan sekatong es kecil pada [Name] yang diangguki oleh gadis itu. Bayangan Kagami menutupi gadis itu membuatnya mendongak, [Name] tersenyum cerah padanya.
"Ada apa Taiga?" tanya [Name].
"Pipimu... apa masih sakit? Maaf" ucap Kagami dengan perasaan bersalah.
"Kau itu memang Bakagami!" seru Riko menjitak kepala Kagami. "[Name]-chan seorang gadis, lihat pipinya sampai lebam begitu. Pasti sakit baka!" omel Riko.
"Sudah Riko senpai, aku baik-baik saja" ucap [Name] terkekeh melihat kelakuan Riko dan Kagami. "Kau sudah tahu kesalahanmu kan Taiga, aku akan memaafkanmu jika kau bermain bagus dan memenangkan pertandingan ini sebagai tim" lanjutnya memberikan senyum lebar.
Kagami yang mendengar itu, melebarkan matanya dan mengangguk penuh keyakinan. "Ou!" serunya bersemangat.
"Quarter keempat di mulai" seru wasit.
KAMU SEDANG MEMBACA
Everything About Us [KnB]
Action[Name] akan pindah ke Amerika karena pekerjaan orang tuanya. Dia berniat pamit kepada para sahabatnya setelah pertandingan dan membuat kenangan indah bersama. Sampai akhirnya [Name] dikecewakan dengan sikap teman-temannya saat pertandingan. Dia meni...
![Everything About Us [KnB]](https://img.wattpad.com/cover/250810497-64-k956146.jpg)