*warn, typo
Gym Seirin ada seseorang yang masih berlatih shoot. Bola melambung tinggi dan masuk ke ring tanpa halangan. Sudah belasan kali Hyuga berlatih shoot kali ini, melihat bola yang masuk tidak membuatnya senang. Dia hanya menatap jatuhnya bola seraya menaikkan sebelah alisnya.
Hyuga mengambil sebuah bola lagi dari keranjang. Begitu dia bersiap melakukan shoot, Kuroko dengan tenangnya berdiri disampingnya.
“Ano...” ucap Kuroko pada akhirnya.
Hyuga melirik ke samping, wajahnya penuh dengan keringat dingin. Refleks Hyuga melemparkan bolanya ke ring, tapi meleset. Kuroko hanya menatap Hyuga dengan mata penuh resolusi.
Di maji burger Kiyoshi menatap Riko serius. “Aku ingin Kuroko-kun mengetahui batas dari basketnya saat ini. Mungkin ini juga yang ingin [Name]-chan inginkan dariku” ujarnya.
“Sebenarnya aku sedikit terkejut, saat kau mengatakan gadis ini menanyakanku. Aku baru sadar saat bertemu dengannya tadi. [Name]-chan mantan manager Teiko, juga titik vital Kiseki no Sedai. Tapi kudengar dia menghilang satu tahun yang lalu, aku tidak menyangka dia muncul dan menjadi manager tim kita” lanjutnya.
“Apa posisi [Name]-chan di Kiseki no Sedai sebegitu pentingya?” tanya Riko bingung.
Sepengetahuannya [Name] adalah gadis apa adanya yang jujur dengan perasaannya. Hanya saja kadang dia juga merasa [Name] menyembunyikan sesuatu dari mereka. Tapi selebihnya bagi Riko [Name] masih kouhainya yang manis dan penuh bersemangat.
“Hah? Maksudmu dengan batas? Selain itu, memangnya kenapa?” tanya Hyuga tidak mengerti pada Kuroko.
“Kalau seperti ini, aku hanya akan menjadi beban bagi Seirin” jawab Kuroko. “Karena itu, kumohon jadikanlah Kiyoshi senpai sebagai pemain starter”
“Kalau dilihat dari sisi baiknya, gaya permainannya adalah mendukung para pemain rekannya. Dia bisa menjadi kuat atau lemah tergantung pada keempat pemain lainnya” jelas Kiyoshi.
“Tapi sisi buruknya, dia hanya bisa bergantung pada keempat pemain lain. Yang harus dia lakukan untuk menembus dinding pembatas ini adalah meninggalkan gaya permainnya yang sekarang” lanjutnya.
“Meninggalkan?” tanya Riko tidak mengerti.
“Ya. Dan membuat gaya bermain basket baru untuk Tetsuya” jawab seorang gadis yang saat ini berdiri di belakang Riko.
Segera saja kedua orang itu menoleh dan mendapati [Name] yang tersenyum lebar seperti biasa.
“[Name]-chan?!” seru Riko. “Kenapa kau ada di sini?” tanyanya heran.
“Taiga sedang berlatih di sekitar sini. Perutku terus berbunyi, jadi aku kemari dan menemukan senpai tachi. Apa boleh aku duduk di sini?” tanya [Name] sambil terkekeh.
“Duduklah” jawab Riko mempersilahkannya duduk. [Name] segera duduk dengan tenang.
“Dasar... padahal jarang-jarang kau berbicara padaku...” ucap Hyuga sedikit menundukkan wajahnya. Dia langsung memukul kepala Kuroko keras. “Jangan seenaknya bodoh!” serunya.
Kuroko menatap bingung pada Hyuga.
“Mengeluarkanmu dari pemain starter? Pikirkan juga perasaan orang yang jadi pemain cadangan! Kau tidak boleh seenaknya memutuskan seperti itu! Akulah yang berhak menentukan hal itu” omel Hyuga geram.
“Tapi...”
“Kalau kubilang tidak, ya, tidak” jawab Hyuga berdecak pinggang. Kuroko masih menatapnya, mengantisipasi sesuatu, Hyuga menghela nafas. “Saat pertama kali tim ini dibentuk, Kiyoshi bermain sebagai center secara sukarela” ucap Hyuga tiba-tiba.
KAMU SEDANG MEMBACA
Everything About Us [KnB]
Akcja[Name] akan pindah ke Amerika karena pekerjaan orang tuanya. Dia berniat pamit kepada para sahabatnya setelah pertandingan dan membuat kenangan indah bersama. Sampai akhirnya [Name] dikecewakan dengan sikap teman-temannya saat pertandingan. Dia meni...
![Everything About Us [KnB]](https://img.wattpad.com/cover/250810497-64-k956146.jpg)