44-Challenge From Akihiro

1.9K 240 82
                                        

*warn, typo guys

Setelah medengarkan cerita dari Akihiro, Kuroko dan Kagami memahami apa yang dirasakan dan apa yang gadis itu sembunyikan. Dampak yang diberikan saat kepergian [Name] ke Amerika meninggalkan Kiseki no Sedai saat itu, menghancurkan mentalnya sepenuhnya.

Saat itu, hanya Akihiro yang mengetahui bagaimana [Name] yang setiap malam selalu menangis sembunyi-sembunyi dari kedua orang tuanya saat tengah malam. Dan saat Akihiro menemani [Name] pergi ke rumah sakit, karena maag dan insomnia yang dideritanya semakin parah.

Dia sebagai kakak tidak henti-hentinya mendampingi [Name] melalui masa-masa sulitnya, meskipun itu belum menyembuhkan semua luka hatinya. Maka jangan salahkan Akihiro menjaga [Name] lebih gila dari sebelumnya terutama dari Kiseki no Sedai.

Kuroko dan Kagami akhirnya pamit pulang dari apartemen [Name], mereka berdua menatap pintu kamar gadis itu sebelum pergi. Di luar Kagami dan Kuroko saling melirik sama lain.

"Kagami-kun, apa kau tahu [Name]-chan mengalami itu semua?" tanya Kuroko.

"Ya, [Name] pernah menceritakannya. Tapi aku tidak sedetail dengan penjelasan Akihiro aniki" jawab Kagami.

"Aku tidak pernah tahu, pantas saja aku merasa [Name]-chan seperti menyembunyikan sesuatu. Dan dia tidak pernah mau menceritakan apa pun pada kita, dia lebih memilih menanggung semua rasa sakitnya sendiri" ucap Kuroko menundukkan kepalanya. Kagami hanya diam mendengarkan ucapan Kuroko.

"Aku sudah memutuskannya, Kagami-kun apa kau mau membantuku?" tanya Kuroko.

"Apa?" tanya Kagami menaikkan sebelah alisnya.

"Selain mengalahkan Kiseki no Sedai, aku juga ingin membantu [Name]-chan. Mungkin dengan mengembalikan Kiseki no Sedai seperti semula, beban dihatinya juga akan terangkat. Apa kau mau melakukannya, Kagami-kun?" tanya Kuroko serius. Matanya penuh dengan tekad lebih dari biasanya.

Kagami langsung menyeringai lebar dan mengacungkan tinjunya pada Kuroko. "Pertanyaan bodoh macam apa itu? Tentu saja kita akan mengalahkan Kiseki no Sedai" jawab Kagami.

Kuroko tersenyum tipis mendengarkan jawaban Kagami yang sangat yakin itu. Dia menempelkan tinjunya di tinju Kagami seperti biasanya.

Malam harinya, [Name] mengerjapkan matanya dan menatap sekeliling kamarnya. Kepalanya sudah tidak sesakit tadi, dia mendudukkan badannya. [Name] terdiam sebentar, sebelum akhirnya dia mengingat kelakuannya yang seperti anak kecil tadi. Wajahnya langsung memerah, [Name] juga berteriak kencang.

"[Name], ada apa?!" seru Akihiro masuk ke dalam kamar [Name] kalang kabut.

"Aki-nii... aku memalukan" ucap [Name] dengan mata berkaca-kaca.

"Hah? Kenapa memangnya?" tanya Akihiro berjalan menderkat pada adik kecilnya itu. Dia duduk di samping ranjang [Name].

"Aku bertingkah manja pada mereka tadi, pasti mereka mengira aku seperti anak kecil yang merepotkan" jawab [Name] bersembunyi di bawah selimutnya hingga seperti bola.

Akihiro terkekeh melihat tingkah [Name], mau bagaimana pun tingkah adiknya ini akan selalu terlihat menggemaskan baginya.

"Kau sudah melakukannya, wajahmu itu sudah hilang [Name]" goda Akihiro.

"Aki-nii..." rengek [Name].

"Daripada itu, bagaimana demammu? Sudah seharian ini kau tidur, sini biar aku cek suhumu" pinta Akihiro menarik selimut [Name].

[Name] masih menahan selimutnya, Akihiro tertawa semakin keras. "Ayo [Name], biarkan kakak mengeceknya"

Akhirnya [Name] menyibak selimutnya, bibirnya mengerucut sebal. Akihiro menarik kedua pipi adiknya itu karena gemas. [Name] mengaduh kesakitan sampai Akihiro melepaskan cubitannya, dia meletakkan telapak tangannya di dahi [Name] yang sudah dingin.

Everything About Us [KnB]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang