*warn, typo guys
Setelah mendengarkan cerita dari Akihiro, Kuroko dan Kagami memahami apa yang dirasakan dan apa yang gadis itu sembunyikan. Dampak yang diberikan saat kepergian [Name] ke Amerika meninggalkan Kiseki no Sedai saat itu, menghancurkan psikologis gadisnya sepenuhnya.
Saat itu, hanya Akihiro yang mengetahui bagaimana [Name] yang setiap malam selalu menangis sembunyi-sembunyi dari kedua orang tuanya saat tengah malam. Menatap jendela dengan pandangan kosong dan sendu. Setiap kali makan dia selalu memuntahkan sendiri makanannya. Dan saat Akihiro menemani [Name] pergi ke rumah sakit, karena maag dan insomnia yang dideritanya semakin parah.
Dia sebagai kakak tidak henti-hentinya mendampingi [Name] melalui masa-masa sulitnya, meskipun itu belum menyembuhkan semua luka hatinya. Maka jangan salahkan Akihiro menjaga [Name] lebih gila dari sebelumnya terutama dari Kiseki no Sedai.
Kuroko dan Kagami akhirnya pamit pulang dari apartemen [Name], mereka berdua menatap pintu kamar gadis itu sebelum pergi. Di luar Kagami dan Kuroko saling melirik sama lain, mereka tidak tahu bagaimana harus bereaksi.
"Kagami-kun, apa kau tahu [Name]-san mengalami itu semua?" tanya Kuroko.
"Ya, [Name] pernah menceritakannya. Tapi aku tidak sedetail dengan penjelasan Akihiro aniki." jawab Kagami lirih.
"Aku tidak pernah tahu, pantas saja aku merasa [Name]-san seperti menyembunyikan sesuatu. Dan dia tidak pernah mau menceritakan apa pun pada kita, dia lebih memilih menanggung semua rasa sakitnya sendiri." ucap Kuroko menundukkan kepalanya. Kagami hanya diam mendengarkan ucapan Kuroko.
"Aku sudah memutuskannya, Kagami-kun apa kau mau membantuku?" tanya Kuroko.
"Apa?" tanya Kagami menaikkan sebelah alisnya.
"Selain mengalahkan Kiseki no Sedai, aku juga ingin membantu [Name]-san. Mungkin dengan mengembalikan Kiseki no Sedai seperti semula, beban dihatinya juga akan terangkat. Apa kau mau melakukannya, Kagami-kun?" tanya Kuroko serius. Matanya penuh dengan tekad lebih dari biasanya.
Kagami langsung menyeringai lebar dan mengacungkan tinjunya pada Kuroko. "Pertanyaan bodoh macam apa itu? Tentu saja kita akan mengalahkan Kiseki no Sedai." jawab Kagami.
Kuroko tersenyum tipis mendengarkan jawaban Kagami yang sangat yakin itu. Dia menempelkan tinjunya di tinju Kagami seperti biasanya.
Malam harinya, [Name] mengerjapkan matanya dan menatap sekeliling kamarnya. Kepalanya sudah tidak sesakit tadi, dia mendudukkan badannya. [Name] terdiam sebentar, ingatan demi ingatan langsung muncul di kepala [Name]. Wajahnya berubah pucat pasi saat mengingat apa yang barus dia katakan, yang lebih parah lagi dia kambuh di depan Kagami juga Kuroko.
Akihiro membuka pintu kamar dan mendapati [Name] sudah terduduk dengan wajah pucat. Dia langsung berjalan mendekat dan memeluk tubuh adiknya erat "[Name]." panggilnya sangat lembut. Dia lega akhirnya [Name] sudah lebih tenang dari sebelumnya.
"Aki-nii... aku kambuh lagi?" ucap [Name] dengan mata berkaca-kaca. Akihiro mengangguk kecil, "Taiga dan Tetsuya sudah tahu semuanya?" tanyanya lagi dengan suara tercekat.
Akihiro menghela nafas kecil. "Ya, mereka sudah tahu." jawab Akihiro. "Mereka memaksaku untuk menceritakan apa yang terjadi padamu tahun lalu. Bahkan mereka melihat kondisimu yang kambuh tadi dan terkejut. Jadi aku menceritakan pada mereka."
"Kenapa Aki-nii menceritakannya?" tanya [Name] mengeratkan genggaman di baju Akihiro.
Akihiro menatap mata [Name], ada sorot ketakutan, rasa bersalah dan sedih bercampur di mata adik kecilnya. "Percuma merahasiakannya [Name], lama kelamaan mereka juga akan mengetahuinya." balas Akihiro. Dia menyampirkan helaian rambut ke belakang telinga gadis itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Everything About Us [KnB]
Action[Name] akan pindah ke Amerika karena pekerjaan orang tuanya. Dia berniat pamit kepada para sahabatnya setelah pertandingan dan membuat kenangan indah bersama. Sampai akhirnya [Name] dikecewakan dengan sikap teman-temannya saat pertandingan. Dia meni...
![Everything About Us [KnB]](https://img.wattpad.com/cover/250810497-64-k956146.jpg)