*warn dulu ya, typo
“Maaf... bolehkah, aku tetap bermain di second half?” tanya Kuroko serius.
“Eh?” ucap Riko bingung.
Setelah memikirkan ucapan Kuroko, tidak hanya Riko semua anggota tim saling menatap dengan serius.
“Memang, tanpa Kuroko, Aomine akan sulit dihadapi” ucap Hyuga sambil melipat kedua tangan di depan dadanya. “Apa kita bisa mengatasinya?” tanyanya ragu.
“Bermain untuk dua half berturut-turut, ya...?” tanya Riko balik.
“Misdirection-mu itu, tidak bisa digunakan selama satu pertandingan penuh, kan?” tanya Hyuga memastikan.
“Aku juga tidak setuju. Aku sudah melihatnya dengan Eagle Eye, keefektifan kemampuan sudah sangat berkurang. Untuk sementara kau harus beristirahat” timpal Izuki.
“Bagaimana menurutmu [Name]-chan?” tanya Kuroko pada gadis itu.
Atensi semua orang segera beralih ke gadis yang sejak tadi diam. [Name] yang menyadari itu, menatap anggota timnya dan tersenyum kecil.
“Jika aku mengatakan pendapatku, apa keputusanmu Tetsuya? Tapi sebelum itu ada yang ingin kutanyakan padamu, apa kau sudah siap? Begitu juga dengan Taiga” tanya [Name] balik. Dia hanya tersenyum ke arah dua orang itu dengan senyum penuh arti.
Kuroko merenung sejenak dan menatap [Name] penuh tekad. “Aku bisa melakukannya. Tidak aku akan melakukannya” jawabnya. Kagami juga menatap serius partner-nya itu. “Aku akan melakukan apa pun demi mengalahkan Aomine-kun” ucapnya penuh resolusi.
“Aku menghargai semangatmu, tapi...” ucap Hyuga ragu.
Semua orang terlihat serius, begitu juga dengan Kagami sebagai partner Kuroko. Hanya [Name] yang terlihat tenang dengan senyum kecil.
“Pelatih, boleh aku minta lemon yang tadi?” tanya Kagami tiba-tiba.
“Eh?” tanya Riko bingung.
“Kuroko” panggil Kagami. Kuroko pun menoleh padanya, tanpa permisi Kagami langsung memasukkan lemon utuh mulik Riko ke dalam mulut Kuroko. “Sudah, duduk dan makan saja, bodoh!” serunya.
“Yang mengatakan kalau basket tidak bisa dimainkan seorang diri, kau sendiri kan?!” tanya Kagami dengan wajah geram. “Serahkan pada kami!”
“Yosh! Kita mulai second half tanpa Kuroko-kun” putus Riko. “Pertempuran akan di mulai di quarter keempat!” serunya.
“Tapi, kita tidak boleh diam begitu saja bila situasi memburuk. Jadi selalu bersiap untuk bermain bila hal itu terjadi” ucap Riko mengingatkan semua anggota. Kuroko mengangguk tanda mengerti. “Makan juga lemonnya!” perintah Riko padanya. Membuat Kuroko tertegun.
Kuroko langsung menatap datar lemon ditangannya dengan serius. Begitu juga dengan Kawahara, Furihata dan Mitobe yang juga menatap serius lemon di tangan Kuroko. [Name] hanya terkekeh menahan tawanya.
“Permainan bawah ring mereka sangat kuat. Jadi Tsuchida-kun juga akan bermain di quarter ketiga. Kau dan Mitobe-kun berjagalah di bawah ring!” perintah Riko.
Mitobe menoleh pada Tsuchida yang ada dibelakangnya, mereka berdua mengangguk bersamaan seolah paham pikiran masing-masing.
“Hyuga-kun dan Izuki-kun, tetap lakukan yang sama seperti pada first half. Teruslah menjaga Si Jamur nomor sembilan dan kacamata nomor empat. Masalah yang paling besar adalah Aomine—kun, tapi kurasa ada satu orang yang bisa menghadapinya. Kagami-kun, kuserahkan dia padamu!” ucap Riko memberikan instruksi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Everything About Us [KnB]
Action[Name] akan pindah ke Amerika karena pekerjaan orang tuanya. Dia berniat pamit kepada para sahabatnya setelah pertandingan dan membuat kenangan indah bersama. Sampai akhirnya [Name] dikecewakan dengan sikap teman-temannya saat pertandingan. Dia meni...
![Everything About Us [KnB]](https://img.wattpad.com/cover/250810497-64-k956146.jpg)