57-Reunion

2.3K 242 46
                                        

*warn, typo guys...

[Name] saat ini memandangi langit malam dari halaman penginapan kamarnya, jam sudah menunjukkan pukul dua pagi. Namun seperti biasanya, dia tidak bisa tidur. Jadi gadis itu memutuskan menghabiskan malam dengan melihat pemandangan desa dini hari, hembusan angin dingin yang menggigit tulang bahkan tidak menyurutkan niatnya untuk terus berada di sana.

"Dingin, kenapa kau masih ada di sini?" tanya seorang lelaki yang sudah berdiri di belakang [Name].

"Tidak apa, hanya menikmati angin Taiga" jawab [Name] tanpa menoleh ke belakang.

[Name] bisa mendengar Kagami menghela nafas, gadis itu hanya membalasnya dengan kekehan. Perlahan Kagami menyampirkan selimut tipis di bahu [Name] dan ikut berdiri di sampingnya. Dalam diam Kagami memberikan cangkir berisi coklat panas. [Name] menerimanya dengan senang hati.

"Arigatou, Taiga" ucap [Name]. Jari-jarinya yang keputihan karena dingin mulai menghangat, perlahan gadis itu menyesap coklat panasnya.

"Tidak bisa tidur lagi?" tanya Kagami menatap [Name].

[Name] mengangguk sebagai jawaban, dia tersenyum lebar pada Kagami. "Ini sudah biasa bukan? Jangan khawatir" ucapnya.

"Bagaimana aku tidak khawatir denganmu, [Name]? Jika sudah menyangkut dirimu, aku tidak akan bisa tenang" balas Kagami serius.

[Name] hanya menundukkan kepalanya sedikit menatap coklat panas yang masih banyak itu. "Ya, aku tahu itu. Maaf membuatmu khawatir Taiga. Ngomong-ngomong apa kau nanti jadi kembali ke Amerika menemui Alex?" tanyanya mengalihkan pembicaraan.

"Ya, aku sudah menghubungi Alex. Kenapa? Kau mau ikut?" tanya Kagami. Dia juga ikut melihat pemandangan yang di lihat [Name].

"Tidak, aku tetap di sini. Aku akan mendampingi teman-teman Seirin, mungkin menjadi lawan main mereka juga bagus untuk pengalaman" jawab [Name] kembali menyesap coklat panasnya.

Kagami mengangguk mengerti. "[Name]" panggilnya. Gadis itu menoleh padanya dengan pandangan bertanya. "Apa ada yang membuatmu kepikiran lagi? Sama seperti saat kita akan melawan Touou dulu"

[Name] terdiam beberapa saat sebelum dia mendongakkan kepalanya untuk melihat langit. "Tidak, memang saat ini dadaku terus bergemuruh. Tapi ini tidak sama dengan perasaan melawan Daiki dan Tsuki-chan dulu, aku juga tidak tahu perasaan apa ini. Kurasa nanti akan terjadi sesuatu yang hebat" jawabnya tersenyum tipis.

"Souka..." balas Kagami.

Mereka berdua terdiam dan masih menatap langit dini hari.

"Ah, Taiga. Saat pulang nanti temui Aki-nii ya" ucap [Name] tiba-tiba.

"Geh! Kenapa aku harus bertemu dengan Akihiro aniki?!" seru Kagami tidak percaya.

"Entahlah, tadi Aki-nii hanya bilang padaku untuk memberitahumu menemuinya nanti di Amerika" jawab [Name] mengendikkan bahunya.

Kagami langsung merinding saat mengingat wajah Akihiro yang selalu menatapnya dengan pandangan membunuh.

"Tenanglah, Aki-nii tidak akan macam-macam. Mungkin nanti dia juga akan ikut melatihmu dengan Alex, jangan khawatir. Meski terlihat dingin seperti itu Aki-nii orangnya sangat perhatian" ucap [Name] terkekeh melihat wajah Kagami yang pucat.

"Yah, kuharap kau benar [Name]" ucap Kagami pasrah. "Ayo kembali ke dalam, udara semakin dingin"

[Name] menganggukkan kepalanya dan berjalan masuk ke dalam, Kagami juga mengikutinya masuk. Besok paginya sesuai dengan pembicaraan mereka semalam, Kagami pergi ke bandara pagi-pagi sekali. sedangkan [Name] bersiap pergi mengikuti pelatihan anak-anak Seirin. Riko berkata dia meminta bantuan ayahnya untuk melatih mereka.

Everything About Us [KnB]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang