*warn, typo guys...
"[Name]cchi!" teriak Kise panik. Dia berlari menuju [Name] dengan cepat.
Begitu dia mendekat, kerumunan orang sudah menutupi jalan Kise. Mereka berbisik dan bergumam, menatap gadis yang tergeletak di sana dengan tatapan kasihan. Lelaki bersurai kuning itu terus berjalan, membelah lautan manusia yang hanya berdiri diam di sana.
"Maaf, biarkan aku lewat-ssu. Temanku yang ada di sana-ssu!" seru Kise sedikit panik.
Orang-orang yang mendengarnya segera memberikan jalan. Kise langsung mencapai bagian depan, dia melihat [Name] yang terbaring lemah di jalan. Darah keluar dari kening [Name] tanpa tanda akan berhenti. Di samping tas [Name] tercecer kemana-mana.
"[Name]cchi!" teriak Kise lagi. Dia langsung mendekap tubuh kecil [Name], tubuhnya ikut bergetar. Mendengar suara yang dikenalnya [Name] membuka mata, padangannya sedikit buram.
"Ryota..." panggil [Name] lirih.
"[Name]cchi?! Tunggu sebentar, bantuan akan segera datang-ssu" ucap Kise panik. "Maaf, apa ada yang bisa menelfon ambulan-ssu?" tanya Kise pada orang-orang sekitarnya.
"Aku sudah memanggilnya, mereka sedang dalam perjalanan" jawab seorang gadis yang mengenakan seragam. Ditangannya tergengam ponsel milik si gadis sehabis telfon.
Kise mengangguk dengan pandangan berterima kasih. [Name] dengan sisa tenaganya meremas jas Kise, matanya penuh tekad.
"Ryota, pertandingan... aku tidak ingin melewatkannya... tim-ku membutuhkanku... aku tidak boleh ada di sini... aku harus segera ke sana..." ujar [Name] pelan. Dalam pikirannya sekarang penuh dengan pertandingan, dia tidak ada waktu memikirkan kondisinya.
"Apa yang kau bicarakan-ssu!" bentak Kise. "Tidak kondisimu sangat parah, kumohon dengarkan aku-ssu" bujuk Kise.
"Aku hanya menyerempet mobil... tunggu... sialan. Mobil itu... apa pengemudinya tidak melihat lampunya merah?!" geram gadis itu. Dia mencengkram kepalanya yang sedikit pusing. "Aku baik-baik saja, Ryota... kepalaku hanya sedikit pusing, aku hanya salah mendarat saat menghindar tadi... aku mohon, aku-"
Ucapan [Name] terpotong, dia tidak sadarkan diri. Kise panik sekali lagi, dia menggoncang tubuh [Name] pelan. Bersamaan dengan itu, bunyi sirine ambulan terdengar keras. Para petugas medis segera bertindak sigap dan membawa [Name] masuk. Kise juga ikut masuk ke dalam, bagaimana pun dia khawatir dengan [Name] tidak lupa dia juga membawa barang-barang gadis itu.
-°°-
"[Name] masih belum sampai pelatih" ucap Kagami. "Dia masih dalam perjalanan" jelasnya.
Riko mengangguk. "Baiklah, [Name] bisa menyusul nanti. Hal yang terpenting adalah saat ini! kita pasti, akan memenangkan pertandingan ini!" serunya lantang mengulurkan tangannya ke depan.
Para anggota tim Seirin melingkar dan membungkuk bersama. Wajah mereka berubah serius.
"Seirin, fight!" seru Riko lantang.
"Ou!" jawab lainnya serempak.
Semua anggota segeraa keluar ruang ganti, tinggal Kuroko dan Kagami yang masih di dalam. Kagami memegang ponselnya, ditatapnya layar ponsel serius. Sejak tadi perasaan Kagami tidak tenang. Kuroko yang juga merasakannya, dia menoleh pada Kagami.
"Kagami-kun?" panggil Kuroko.
"Aku sedikit khawatir, [Name] masih belum datang juga. Aku harap tidak terjadi apa-apa padanya" jawab Kagami tidak mengendurkan kerutan alisnya.
"Aku juga sama. Tapi aku yakin [Name]-chan baik-baik saja dan akan datang" ucap Kuroko dengan tenang. Sebenarnya dia mengucapkan ini untuk menenangkan pikirannya juga.
KAMU SEDANG MEMBACA
Everything About Us [KnB]
Aksi[Name] akan pindah ke Amerika karena pekerjaan orang tuanya. Dia berniat pamit kepada para sahabatnya setelah pertandingan dan membuat kenangan indah bersama. Sampai akhirnya [Name] dikecewakan dengan sikap teman-temannya saat pertandingan. Dia meni...
![Everything About Us [KnB]](https://img.wattpad.com/cover/250810497-64-k956146.jpg)