*warn, typonya kemana-mana
(Dan, anggap saja Aomine meluk [Name] dalam ceritanya)
"Ke Touou, ada yang perlu kubicarakan dengan si Aho itu" jawab [Name] tersenyum lebar. Dari tubuhnya menguar aura hitam dan dingin.
Kagami langsung melepaskan tangannya, [Name] langsung pergi meninggalkan para pemain Seirin yang masih takut merasakan auranya.
Di tengah langkahnya [Name] berhenti. "Tetsuya, tolong tenangkan Tsuki-chan" ucapnya tanpa menoleh ke belakang. Kuroko membulatkan matanya melihat [Name], tapi pada akhirnya dia menganggukkan kepalanya. [Name] tersenyum tipis dan mulai berjalan lagi ke dalam stasiun.
Riko yang berada di gym segera menutup ponselnya dan berbalik pada anak kelas dua.
"Aku sudah memanggil Kuroko-kun dan yang lainnya. [Name]-chan tidak datang, dia bilang ingin ke Touou. Mereka akan segera pulang" ucap Riko.
"[Name]-chan sampai ke Touou? Ada apa ya?" tanya Hyuga sambil berpikir keras.
"Entahlah?" ucap Tsuchida yang juga ragu.
"Permisi... terima kasih" ucap Satsuki.
Wajah semua anak kelas dua langsung memerah melihat Satsuki.
"Meski sedikit terlalu ketat sih" ucap Satsuki lagi seraya menyentuh bagian dadanya.
Semua anak kelas dua kecuali Riko membuka mulut lebar dengan wajah bersemu merah. Mereka tidak bisa percaya dengan kaos pinjaman Riko yang mempunyai gambar kepala beruang, melebar setelah di pakai Satsuki. Bahkan terlihat berbeda ketika dipakai Riko dan Satsuki.
"Berlarilah di luar sana" ucap Riko dengan senyum lebar. Semua anak kelas dua langsung menoleh pada Riko.
"Apa?! Tapi hujan ini..." ucap Hyuga ragu.
Di sisi lain, para anak kelas satu dan Kiyoshi duduk di dalam kereta dengan tenang. [Name] sudah pergi duluan dengan kereta yang berbeda.
"Tadi itu salam pertemuan pertama yang menakutkan" ucap Kagami tiba-tiba. "Apa kalian berdua tidak akrab?" tanya Kagami menoleh pada Kuroko yang ada di sampingnya.
"Bukan begitu" jawab Kuroko. "Di luar basket, aku menyukainya. Kami hanya tidak akrab sebagai sesama atlit. Dia tidak seuka basket. Tapi, meski dia tidak suka, dia sangat jago memainkannya. Dia bisa melakukannya, meski pun dia tidak peduli. Meski dia kurang berminat, dia bisa menjadi center yang sangat tangguh" jelas Kuroko.
"Dia percaya jika tidak penting dia suka atau tidak selama dia bertalenta, dan dia akan membenci mereka yang tetap bertanding meski tidak jago. Dia juga tadi mengatakannya. Memang benar kita tidak bisa menang hanya dengan kita mencintai permainan itu. Tapi kita bisa berjuang lebih keras jika kita mencitainya, dan ketika kau menang, kau akan bahagia dari lubuk hati yang paling dalam" lanjutnya lagi sambil berjalan menuju sekolah bersama yang lain.
Mereka menggunakan payung vynil yang mereka beli sebelum naik ke dalam kereta. Kagami melirik Kuroko dalam diam.
"Karena itulah aku menyukai basket, dan aku menyukai Seirin karena semuanya mencitai basket" ucap Kuroko lagi. Kiyoshi tersenyum lebar mendengar penjelasannya.
"Apa dia selalu begitu jika bertemu [Name]?" tanya Kagami lagi.
"Ya. Dari dulu Murasakibara-kun memang begitu. Hanya ada dua orang yang akan didengarkannya. Kapten Kiseki no Sedai, Akashi-kun dan [Name]-chan" jawab Kuroko.
"Dia seperti anak kecil" ucap Kagami.
"Kau juga sama saja" ucap Furihata dan Fukuda bersamaan melirik Kagami.
KAMU SEDANG MEMBACA
Everything About Us [KnB]
Action[Name] akan pindah ke Amerika karena pekerjaan orang tuanya. Dia berniat pamit kepada para sahabatnya setelah pertandingan dan membuat kenangan indah bersama. Sampai akhirnya [Name] dikecewakan dengan sikap teman-temannya saat pertandingan. Dia meni...
![Everything About Us [KnB]](https://img.wattpad.com/cover/250810497-64-k956146.jpg)