07-Team Work

2.6K 342 1
                                        

*warn bossq, typo

"Lagipula akan memalukan jika kami tidak bisa menang padahal sudah diberi petunjuk. Aku tidak akan mengecewakannya. " ujar Kagami penuh keyakinan.

Kise masih tertegun ditempatnya, [Name] langsung berdiri dari duduknya. Riko menatapnya bingung.

"[Name]-chan?" panggil Riko.

[Name] tidak menyahut panggilan Riko, semua atensinya jatuh pada Kagami dan Kuroko. Matanya berbinar ketika mendengar ucapan Kagami dan dia tersenyum lega.

"Akhirnya si baka itu paham pesanku. " gumam [Name] dengan wajah cerah.

Kuroko memasang wajah jengkel, sementara pemain lainnya juga tertegun dengan Kagami.

"Kagami tidak berkutik menghadapi Kise, tapi kelemahannya adalah..." ujar Hyuga yang masih memikirkan kata-kata Kagami.

"Pemain terlemah di lapangan yang hanya bisa mengoper, Kuroko-kun?" lanjut Riko. Sambil memastikan pendengarannya. "Apa itu benar, [Name]-chan?" tanya Riko memastikan pendengarannya.

"Ya, Ryota tidak bisa meniru gerakan Tetsuya sama sekali. " jawab [Name].

Kise akhirnya tersenyum meremehkan. "Lalu?" tanyanya dengan cuek.

Kuroko melirik Kagami, dengan kesal menghempaskan tangan Kagami dari atas kepalanya ke belakang. Kagami pun tidak protes dengan tindakan Kuroko.

"Memang benar kalau hanya permainan Kurokocchi yang tidak bisa kutiru-ssu. Tapi kalau cuma itu apanya yang bisa berubah-ssu?" tanya Kise menantang.

"Quarter pertama selesai! Istirahat dua menit!" teriak juri.

"Itu merubah segalanya! Akan kami buat kalian menangis di quarter kedua. " balas Kagami dengan percaya diri. Dia langsung berbalik dan kembali ke bench. Meninggalkan Kise yang masih diam di sana.

Melihat Kagami mendekat [Name] langsung berlari dan memeluknya erat. Wajah Kagami langsung memerah dengan tingkah [Name] yang tiba-tiba.

"Lepaskan [Name]! Apa yang kau lakukan?!" ucap Kagami cepat. Dia berusaha melepaskan pelukan [Name].

[Name] menatap Kagami dengan mata berbinar. "Aku senang, akhirnya kau menggunakan otakmu itu dengan benar Taiga. " jawabnya polos dengan cengiran khasnya.

"Apa?!" bentak Kagami yang wajahnya langsung berubah marah. Perempatan imajiner langsung muncul didahinya.

[Name] mengabaikan Kagami dan berlari memeluk Kuroko. "Tetsuya, quarter kedua nanti tolong ya. Seperti biasanya. " ucap [Name] bersemangat.

Kuroko yang di peluk [Name] menganggukkan kepalanya, senyum tipis muncul di wajah datarnya saat melihat senyum ceria [Name].

Anggota tim Seirin yang lain di bench yang melihat itu menatap Kuroko dan Kagami dengan mata membunuh. Kecuali Riko yang masih memikirkan strategi baru tentunya.

'Kuroko, Kagami mati saja kalian!' batin pemain Seirin bersamaan. Mereka saja belum pernah di peluk cewek, bagaimana mereka bisa tahan manager manis mereka memeluk duo bocah kelas satu itu.

[Name] melepas pelukannya dan segera membagikan minum dan handuk dengan ceria. Mereka ikut tersenyum melihat [Name] yang tersenyum lebar.

Pemain Kaijou yang tidak bermain langsung membersihkan lapangan. Sekarang skor 27-35, dengan Kaijou masih memimpin.

"Selisih delapan poin. Seirin ternyata lumayan juga. " puji salah satu pemain di lantai dua.

"Apa yang kalian lakukan?!" bentak Takeuchi pada pemain Kaijou di bench. "Mereka mulai memperkecil selisih!"

Everything About Us [KnB]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang