49-Hyuga and Kiyoshi Past

1K 149 4
                                        

*warn, typo lo ya...

Akihiro menarik tangan tangan [Name], sebelumnya gadis itu sudah izin terlebih dulu dengan Riko dan yang lainnya. Karena tahu Nigou menghilang dia menunda kepulangannya dan membantu Kuroko mencari Nigou. Tapi sebelum itu [Name] sudah memberitahu Hyuga mengenai lutut Kiyoshi yang kambuh.

"Apa yang kau pikirkan [Name]?" tanya Akihiro lembut.

"Aku hanya sedikit khawatir dengan Kiyoshi senpai, Aki-nii." jawab [Name] menatap jalanan didepannya.

"Ah, senpai-mu yang lututnya cidera itu?" tanya Akihiro menaikkan sebelah alisnya.

"Ya, yang itu. Sasuga, Aki-nii. Matamu tetap tajam seperti biasa." ucap [Name] dengan mata berbinar.

Akihiro langsung membungsungkan dadanya dengan bangga, tidak lupa senyum lebarnya. "Terus, kenapa kau masih memikirkannya? Bukankah kau sudah memberitahu Kapten-mu?" tanya Akihiro lagi.

"Tentu saja aku khawatir, bagaimana pun aku mengagumi Kiyoshi senpai. Cideranya itu yang membuatnya absen bermain selama setahun penuh." jelas [Name].

"Dia akan baik-baik saja, percaya saja pada orang yang kau kagumi itu." ucap Akihiro mengelus puncak kepala [Name]. "Ah, [Name] bagaimana kalau kita ke dojo kakek?" tawarnya.

"Dojo kakek? Mau apa memangnya di sana?" tanya [Name] bingung.

"Aku ingin bertanding denganmu, beladiri. Aku mau melihat apa kau semakin lembek." ucap Akihiro menyeringai lebar.

"Lembek? Maaf saja ya, aku tidak pernah absen berlatih setiap hari." balas [Name] yang juga ikut menyeringai lebar dan matanya berkilat dengan tajam.

"Kalau begitu, buktikan." tantang Akihiro.

"Oke. Kalau aku bisa menang dari Aki-nii nanti... belikan aku cemilan kesukaanku." tantang [Name] balik.

"Deal!" seru Akihiro.

Mereka berdua saling melihat satu sama lain sebelum akhirnya tertawa bersama. Siapa pun yang melihat kedekatan mereka akan mengira Sasaki bersaudara ini berpacaran.

-°°-

Di ruang ganti Seirin, Kiyoshi duduk memegangi kakinya yang terus gemetaran. Dia menggertakkan giginya menahan rasa sakit yang menusuk dari lututnya.

"Kau berani sekali." ucap Hyuga yang menyender di pintu masuk. Kiyoshi tersentak kaget dan menoleh padanya. "Pantas tembakanmu meleset."

"Kau mengetahuinya?" tanya Kiyoshi dengan senyum lemah.

Hyuga berjalan mendekat dan mendudukkan dirinya di samping Kiyoshi. "Bukan hanya aku yang tahu, [Name]-chan juga menegtahuinya. Kupikir ada sesuatu. Jangan main melawan Kirisaki Dai Ichi." ucap Hyuga. Kiyoshi menoleh padanya bingung.

Kagami yang berjalan menuju ruang ganti membuka dua pesan yang diterimanya, satu dari Kuroko dan satunya lagi dari [Name].

"Dia menemukan Nigou." ucap Kagami membaca pesan Kuroko. "[Name] pergi ke dojo kakeknya, bertandingan dengan Akihiro aniki. Dasar tukang cari mati." ujarnya sweatdrop.

"Jangan konyol!" seru Kiyoshi lantang. Kagami tersentak kaget dan menghentikan langkahnya, dia tidak berani masuk ke dalam. "Kemungkinan tahun ini adalah kesempatan terakhirku. Walaupun lututku harus hancur, aku akan tetap bertanding!" serunya lagi geram.

Kagami tersentak kaget mendengar penuturan Kiyoshi, matanya bergetar tidak percaya. Sorenya Hyuga, Kuroko dan Kagami pulang bersama. Mereka bertiga berjalan melewati jembatan penyeberangan dalam diam, Kagami terus melirik ke arah Hyuga. Kuroko menoleh dan mendapati Kagami yang terus menatap Hyuga.

"Ada apa, Kagami-kun?" tanya Kuroko datar.

Kagami akhirnya menghentikan langkahnya. "Kapten." panggilnya. Hyuga dan Kuroko pun menghentikan langkah mereka dan menoleh pada Kagami. "Boleh aku bertanya sesuatu?"

"Apa?" tanya Hyuga balik.

"Ada apa? Kenapa Kiyoshi senpai bilang tahun ini kesempatan terakhirnya?" tanya Kagami langsung.

"Apa?" tanya Kuroko yang juga kaget mendengar pertanyaan Kagami. Hyuga bahkan melebarkan matanya, dia tidak menyangka jika Kagami mengetahui rahasia ini.

"Kau mendengarnya?" tanya Hyuga tidak menjawab pertanyaan Kagami sambil menatap ke jalanan sebelum akhirnya dia menatap langit. "Baiklah. Mengingat kondisinya, kau pasti bisa menebaknya." ucapnya lagi sambil menyenderkan tubuhnya pada pagar jembatan penyeberangan. "Mungkin aku harus menceritakan semuanya. Musim panas tahun lalu..."

Flashback.

Itu adalah tahun dimana Hyuga dan yang lainnya baru masuk SMA, saat itu klub basket masih belum ada.

"Hey, Hyuga." panggil Izuki dan masih diabaikan. "Hyuga." panggilnya lagi.

Hyuga yang saat itu rambutnya masih pirang dan panjang segera menoleh ke belakang dengan geram. "Urusai. Aku sudah dengar, Izuki."

"Hey, kita satu kelas lagi." ucap Izuki dengan senyum lebar mengabaikan Hyuga yang mulai dongkol. "Pffft, hahaha. Aku tidak tahan." tawanya keras sambil memegangi perutnya.

"Apa yang lucu?!" seru Hyuga bingung.

"Tidak, tidak." ucap Izuki yang menghapus air mata yang keluar karena kebanyakan tertawa. "Kau mewarnai rambutmu di awal sekolah. Itu tidak biasanya dilakukan oleh seorang pemain basket." jelasnya.

"Tentu saja bukan." balas Hyuga jengah sambil membalikkan badannya. "Aku tidak mau main basket lagi, terlalu sulit. Dan tidak ada hal yang menyenangkan." jelasnya. Hyuga mengacungkan jari telunjuknya ke atas. "Aku akan mengambil alih sekolah ini dan berdiri di atas. Tidak banyak siswa seperti itu di sini." ucapnya lagi kemudian berjalan pergi.

"Jangan bercanda Hyuga. Kau bekerja keras waktu SMP, kau tidak pernah bolos latihan." ucap Izuki berjalan mengikutinya.

"Apa bagusnya seperti itu?" tanya Hyuga balik. "Kita tidak bisa memenangkan pertandingan sendirian. Lagipula, sekolah ini tidak punya tim basket. Kau harus cari tim lain." sarkasnya sambil melambaikan tangan. Izuki terdiam ditempatnya dan menatap Hyuga yang berjalan semakin jauh.

Hyuga terus berjalan sendirian menyusuri sekolah dengan wajah cemberut, dia berbelok dan menabrak tubuh seseorang.

"Itte! Ada apa denganmu..." seru Hyuga. Dia menghentikan ucapan saat mendongak menatap sosok tinggi Kiyoshi yang menatapnya bingung. Entah kenapa nyalinya langsung ciut begitu melihat sosok Kiyoshi yang tinggi.

Kiyoshi tersenyum lebar dan menepuk kedua bahu Hyuga bersemangat. "Maaf, maaf. Aku akan lebih hati-hati." ujarnya.

"Tentu saja!" seru Hyuga.

Kiyoshi berhenti dan menoleh pada ponsel Hyuga yang terjatuh, tanpa permisi dia mengambil ponsel lipat yang terbuka itu dan melihat wallpaper seorang pemain basker. "Kau suka basket?" tanya Kiyoshi.

"Apa? Uh..." ucap Hyuga yang kembali tersadar dari lamunannya menatap Kiyoshi. Dia mengerutkan keningnya geram dan menatap tajam ke arah Kiyoshi.

"Maji?!" seru Kiyoshi bersemangat dia segera mencengkram kedua bahu Hyuga dengan kuat. "Jadi kau mau bergabung dengan tim basket?" tanyanya antusias.

"Um, aku..." jawab Hyuga yang kelabakan dengan tingkah Kiyoshi yang tiba-tiba berubah.

"Aku Kiyoshi Teppei. Aku tinggal menyerahkan formulirnya, ayo kita pergi bersama-sama." ucap Kiyoshi dengan pipi bersemu merah karena senang.

"Kau salah!" seru Hyuga menepis kedua tangan Kiyoshi hingga terlepas dari kedua bahunya. "Sekolah ini tidak punya tim basket!" serunya lagi.

"Tidak?" tanya Kiyoshi bingung. "Tidak mungkin." ucapnya lagi dengan senyum lebar.

"Memang tidak." jawab Hyuga ketus.

"Benarkah?!" tanya Kiyoshi masih tidak percaya. "Aku akan melakukannya?" tanyanya serius dengan aura kelam.

"Dari mana kau mendapatkannya?!" seru Hyuga melihat selembar kertas di tangan Kiyoshi.

Dengan tenangnya Kiyoshi melirik kertas ditangannya. "Aku mendapatkannya. Aku tidak punya pilihan lain. Ayo kita buat tim basket." ajak Kiyoshi.

"Apa? Kenapa aku..." ucap Hyuga tersenyum remeh sebelum akhirnya dia terjingkat kaget. "Bersama-sama?!" serunya tidak percaya.

"Jika ada yang tidak ada kita tinggal membuatnya. Dengan tiga orang lagi, kita bisa bertanding." jelas Kiyoshi.

"Kenapa aku dilibatkan?!" seru Hyuga tidak senang. "Aku sudah berhenti bermain basket." ujarnya lagi memalingkan muka sambil mengerucutkan bibir.

"Apa? Kenapa?" tanya Kiyoshi.

"Cari saja yang lain." ujar Hyuga mulai berjalan meninggalkan Kiyoshi. "Sampai jumpa."

Istirahat siang Hyuga menyeruput susu kotakan miliknya dengan kesal. Wajahnya juga terlihat sangat tidak bersahabat, Izuki yang duduk didepannya menoleh padanya dan menatapnya heran.

"Moodmu buruk sekali." ucap Izuki.

"Benar." balas Hyuga. "Bagaimana perasaanmu jika selalu diikuti oleh raksasa? Salah jika aku merasa bahagia." jelasnya.

"Jangan seperti itu. Ayo main basket sama-sama." ajak Kiyoshi yang entah sejak kapan duduk di kursi belakang Hyuga.

Everything About Us [KnB]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang