*warnnya, typo ya...
“Apa?! Pacar?!” seru semua pemain Seirin dan Shuutoku bersamaan. Mereka membelalakkan mata menatap tidak percaya.
“Pacar apa? Foto?” tanya [Name] bingung. Dia menatap Midorima yang wajahnya sudah merah padam. “Apa maksud Takao-kun, Shin?”
“Aku tidak tahu maksudnya nanodayo! Jangan dengarkan ucapan Takao!” seru Midorima terburu-buru.
“Heee.. tapi kau selalu melihat ponselmu, Shin-chan. Karena penasaran aku melihat ponselmu dan menemukan fotomu dengan pacarmu ini” ujar Takao dengan senyum lebar. Tidak lupa juga dia menunjuk ke arah [Name].
“Jadi kamu melihat ponselku diam-diam, huh?!” ucap Midorima menatap tajam ke arah Takao.
Takao langsung bungkam dan mengeluarkan keringat dingin. Dia mencoba bersembunyi dari Midorima di belakang [Name]. Membuat gadis itu berhadapan dengan Midorima.
“Takao brengsek, jangan bersembunyi di belakang [Name]!” ucap Midorima geram, dia menggertakkan giginya.
“Berikan aku ponselmu Shin” ucap [Name] santai dengan senyum lebar.
“Apa?! Tidak!” tolak Midorima langsung.
“Kamu tidak akan mendengarkanku lagi Shin?” tanya [Name] tersenyum semakin lebar. Dan suhu sekitar mulai turun.
Midorima menghela nafas dan memberikan ponsel miliknya pada [Name]. Tanpa ragu gadis itu membuka ponsel Midorima, dia melebarkan matanya dan senyum lembut segera terpatri di sana. Foto yang dimaksud Takao adalah fotonya dulu dengan Midorima setelah dia mentapping jarinya.
Kagami yang penasaran juga ikut melihat dari belakang [Name]. Perempatan imajiner muncul di dahi lelaki bersurai merah gelap itu.
“Apa-apaan ini [Name]?! Kenapa kalian saling berpegangan tangan seperti itu!” seru Kagami geram.
“Berpegangan tangan?!” seru tim Seirin dan tim Shuutoku bersamaan untuk kedua kalinya.
“Benar kan? Mereka terlihat sangat mesra kan? Seperti orang pacaran” sahut Takao dengan senyum jahil.
“Apa yang salah dengan foto ini Taiga?” tanya [Name] balik mengedipkan matanya.
“Salah, semuanya salah! Dan apa-apaan itu?! Kenapa kalian sangat dekat?!” seru Kagami lagi.
“Ini hanya foto kenang-kenangan. Saat itu adalah pertama kalinya aku mentapping jari-jari Shin” jawab [Name] dengan santai. Dia kembali tersenyum melihat foto itu.
“Terus masalah pacaran itu?” tanya Takao penasaran.
“Aku dan Shin tidak pacaran. Dan aku tidak berpacaran dengan siapa pun” jawab [Name] sambil terkekeh geli.
“Sudah puas kan melihatnya? Kembalikan ponselku nanodayo” ucap Midorima.
“Tunggu sebentar. Aku sedang memasukkan nomerku” [Name] dengan cepat memasukkan nomer ponselnya. Tidak lama ponsel miliknya berbunyi. “Sudah masuk, ini Shin” ujar [Name] memberikan ponsel Midorima balik.
“Aku tidak butuh nomermu nanodayo” ucap Midorima ketus dengan tatapan mata tajam.
“Kau tidak butuh, tapi aku yang butuh” jawab [Name] langsung. “Lagipula dengan ini kau tidak perlu melihat fotoku jika merindukanku Shin” ucap [Name] tersenyum jahil pada Midorima.
“Ap- ah, sudahlah nanodayo” Midorima menghela nafas, dia menatap Kagami lagi tajam. “Katamu tadi balas dendam nanodayo? Kau suka bicara tanpa berpikir dulu, ya?” ucapnya sambil membenarkan kacamatanya. Manik hijaunya menatap tajam manik milik Kagami.
KAMU SEDANG MEMBACA
Everything About Us [KnB]
Action[Name] akan pindah ke Amerika karena pekerjaan orang tuanya. Dia berniat pamit kepada para sahabatnya setelah pertandingan dan membuat kenangan indah bersama. Sampai akhirnya [Name] dikecewakan dengan sikap teman-temannya saat pertandingan. Dia meni...
![Everything About Us [KnB]](https://img.wattpad.com/cover/250810497-64-k956146.jpg)