[Name] akan pindah ke Amerika karena pekerjaan orang tuanya. Dia berniat pamit kepada para sahabatnya setelah pertandingan dan membuat kenangan indah bersama.
Sampai akhirnya [Name] dikecewakan dengan sikap teman-temannya saat pertandingan. Dia meni...
Anggota tim Seirin menyusuri jalan setapak di SMA Kaijou, bersama-sama mereka berjalan menuju gym di bawah arahan Riko. Dari depan gerbang sampai masuk ke dalam mereka di buat terkagum-kagum dengan bangunan sekolahnya.
"Wah, luasnya!" seru Hyuga berdecak kagum. "Sekolah yang memperhatikan klub olahraganya secara khusus memang beda" lanjutnya.
Kagami dan [Name] berjalan sempoyongan. Mata mereka berdua merah, bahkan kantong mata mereka terlihat sangat tebal. [Name] sudah jatuh tersandung berkali-kali, jika tubuhnya tidak di tahan Kuroko mukanya akan mencium tanah dari tadi.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kau baik-baik saja [Name]-san?" tanya Kuroko khawatir.
[Name] mengangguk-anggukkan kepalanya lemas. Kuroko mengerutkan keningnya diliriknya juga Kagami yang wajahnya lebih menyeramkan.
"Kagami-kun, ekspresi matamu lebih jelek dari biasanya." ucapnya datar.
"Urusai!" bentak Kagami memalingkan mukanya.
Riko yang berada di depan juga mendengar komentar mereka pun menoleh, "Ada apa dengan kalian berdua?"
-°°-
Sampai diapartementnya, [Name] masuk ke dalam kamar dan menguncinya rapat, sepanjang perjalan pulang gadis [Name] kebanyakan diam tentu saja itu tidak luput dari pandangan Kagami. Gadis itu duduk berjongkok di sudut ranjang dengan kepala tertunduk lemas. Lampu kamarnya dibiarkan mati, bahkan tidak ada satu suara pun yang mengisi kekosongan itu. Dia memeluk lututnya dalam diam.
Tubuhnya sudah gemetaran sejak tadi, dia bahkan melewati makan malamnya dengan alasan lelah. Kagami merasa ada yang aneh dengan sikap [Name] jadi dia memutuskan menginap di sana.
Dada [Name] terasa sesak dan sakit, sesekali dia menepuk-nepuk dan menekan dadanya. Dia mulai menangis hingga sesegukkan pelan keluar dari bibirnya. Kagami yang belum tidur bisa mendengar suara isakan [Name] di balik pintu. Dia tidak berani masuk ke kamar [Name] tiba-tiba. Jadi Kagami memutuskan untuk berdiri diam di depan kamar gadis itu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.