33-The Answer

1.8K 245 4
                                        

*warn dulu ya, typo...

Di lapangan parkir yang di maksud [Name], Kagami sudah berlatih terlebih dulu di sana. Riko juga ada di pinggir parkiran memperhatikan Kagami yang sibuk berlatih.

“Rajin sekali, ya” ucap Riko dengan senyum lebar.

Kagami menghentikan kegiatannya dan menoleh pada Riko. “Ah, tidak. Soalnya, kebetulan ada ring basket di sini, jadi aku ingin latihan sebentar” balasnya menggaruk pipinya pelan. “Dan juga...selama training camp ini, yang kulakukan hanya berlari di pantai seorang diri” lanjutnya lagi menatap Riko dengan aura suram.

“Apa? Begitu, ya?” tanya Riko.

“Selain itu, latih tanding sudah selesai saat aku kembali! Dasar, buat apa sih semua sih?” protes Kagami mengerucutkan bibirnya.

“Apa? Jadi kau masih belum menyadarinya, ya? Apa [Name]—chan tidak menjelaskannya padamu?” tanya Riko balik. Dia menatap Kagami heran, sebelum akhirnya tersenyum memaklumi. “Kalau begitu, akan kuberi tahu. Cobalah melompat” pinta Riko.

-°°-

Di dalam penginapan Hyuga dan Kiyoshi duduk di dekat jendela. Kedua lelaki itu saling berhdapan dengan secangkir teh yang menemani mereka.

“Oh, iya, bagaimana menurutmu tentang latihannya Kagami?” tanya Hyuga seraya menyangga dagunya dengan tangan.

“Hah?” tanya Kiyoshi tidak mengerti.

“Kurasa bukan hanya untuk meningkatkan kekuatan fisik saja, kan?” tanya Hyuga sekaligus menjelaskan maksudnya.

“Kurasa juga memang bukan hanya itu, sih... mungkin, itu adalah latihan untuk memunculkan kemampuannya yang sebenarnya” jawab Kiyoshi serius.

Takao dalam perjalanannya pulang dari konbini, dia menenteng kantong plastik di tangan kirinya. Begitu menoleh ke kanan dia dikejutkan dengan Kagami yang melompat tinggi dan menanpar papan ring kuat. Refleks saja Takao langsung berjongkok dan menyembunyikan diri di balik semak-semak.

Dia mengintip dari atas semak-semak, dilihatnya Riko dan Kagami yang masih berbicara tidak menyadari kehadirannya. Takao kemudian mendongak menatap papan ring transparan didepannya, cap tangan Kagami tertempel jelas dan lokasinya lebih tinggi dari ring.

“Kau sudah kelelahan, jadi sekarang hanya bisa segitu, ya. Sekarang, coba kau melompat dari sisi sebaliknya” ucap Riko tersenyum lebar.

“Eh?” tanya Kagami masih tidak mengerti.

Takao masih menatap mereka berdua dengan intens dari semak-semak.

“Bukankah menurutmu lompatannya itu sedikit tidak biasa?” tanya Kiyoshi menatap Hyuga balik.

“Kalau dipikir-pikir, sepertinya benar juga” jawab Hyuga meletakkan cangkir tehnya ke meja.

“Mungkin itu disebabkan karena one-hand dunk dengan tangan kanan adalah keahliannya, sehingga dia lebih sering melompat dengan kaki kirinya. Tapi, lompatannya mencapai ketinggian maksimal saat dia melompat dengan kaki kanannya” jelas Kiyoshi.

“Apa?” tanya Hyuga tidak mengerti.

Bertepatan dengan itu koin uang dari keluar dan menggelinding dari kantong celana Takao. Lelaki bersuari hitam itu menoleh ke arah jatuhnya koin. Baru dia mengalihkan pandangannya sebentar dia mendengar suara keras.

“Dasar baka, lompatanmu terlalu kuat!” seru Riko.

Takao menoleh lagi menatap mereka, ring yang didepannya oleng dan mulai jatuh kearahnya. Beruntung Takao menyadarinya dia langsung menghindar ke kiri dengan tidak elitnya. Takao merangkak dan menatap papan ring, terjiplak cap tangan Kagami yang mendekati ujung atas papan ring bagian atas. Hingga membuat Takao terdiam di tempat.

Everything About Us [KnB]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang