*warn dulu ya, kayak iklan. Typo ya...
Kuroko diam membeku, menatap papan skor akhir pertandingan Seirin dan Touou. Tidak ada perubahan apa pun, masih sama 112-55, kemenangan milik Touou. [Name] juga menatap kosong pada lapangan, kepalanya berdenyut semakin sakit.
Hyuga dan Izuki sudah mulai berjalan untuk berbaris, Kuroko yang masih terdiam akhirnya mengikuti mereka. Dari seberang, Aomine berjalan lawan arah dengan Kuroko. Mereka berdua saling melewati tanpa ada yang berbicara sepatah kata pun.
Satsuki menatap mereka sedih dan kecewa. Kise dan Midorima hanya bisa diam menatap lapangan. Kagami masih menundukkan kepalanya dalam diam, dia menggertakkan giginya.
“Touou menggandakan skor Seirin?” tanya Takao tidak percaya. “Touou gila! Jika Seirin kalah begitu buruk, kita akan kalah lebih buruk lagi” ucapnya panik memegang pundak Ostubo.
Kimura yang berada disampingnya, segera memukul kepala Takao keras. “Apa yang bicarakan, baka?” tanyanya jengkel. Takao menoleh padanya dengan keluhan.
“Dia benar. Ini tidak sesederhana itu” ucap Otsubo yang berhasil membuat Takao tertegun. “Untuk Midorima, Kagami adalah lawan terberat yang pernah dia hadapai. Tapi jika sampai pada menghentikan Aomine, ace Kiseki no Sedai jauh dari jangkauan” jelasnya.
“Sampai jumpa lagi, Kise” ucap Midorima mulai berbalik pergi.
“Terlalu cepat-ssu! Apa kau tidak terkejut dengan hasilnya-ssu?” tanya Kise balik.
“Kau harusnya khawatir dengan Kuroko dan [Name] daripada aku nanodayo” ucap Midorima.
“Apa-ssu?” tanya Kise tidak mengerti.
“Basket Kuroko benar-benar tidak berguna melawan Aomine. Itu pasti mempengaruhi mentalnya cukup berat nanodayo. Tidak hanya itu, tapi Seirin masih tim yang sangat muda. Tidak akan mudah bagi mereka untuk bengkit dalam semalam nanodayo. Kita hanya bisa berharap itu tidak akan mempengaruhi dua pertandingan yang akan datang nanodayo” jelas Midorima.
“Bagaimana dengan [Name]cchi? Kau tidak akan menemuinya dulu-ssu? Dia menitipkan tasnya pada kita-ssu” ucap Kise. Midorima yang berjalan berhenti lagi dan menghela nafas.
Midorima tidak mengucapkan apapun, tapi dia setuju untuk melihat pertandingan yang tersisa untuk [Name]. Gadis itu terlalu memaksakan dirinya kali ini dan hasil pertandingan ini pasti mempengaruhinya sangat banyak.
Di ruang ganti Touou.
“Kita menghancurkan lawan kita pada pertandingan pertama di Inter—High!” seru Wakamatsu bersemangat.
“Kami tahu. Kau tidak harus berteriak” ucap Imayoshi sedikit terganggu.
“Apa?” protes Wakamatsu.
“Aku pikir mereka kuat, mengingat mereka mengalahkan Shuutoku. Terutama nomor sebelas, Kuroko, bukan? Dia adalah pecundang hingga akhir, dia benar-benar tegang hingga akhir. Bahkan manager mereka berbicara omong kosong, dengan menatang kita. Mereka harusnya menyerah lebih cepat” ejek salah satu anggota Touou.
Tanpa aba-aba Aomine langsung mencengkram kerah orang tadi dan menekannya ke loker.
“Kau sungguh berbicara banyak untuk orang yang tidak bermain. Itu menjengkelkan, jadi diamlah” ucap Aomine geram.
“Aomine! Apa yang kau lakukan? Lepaskan dia!” seru Wakamatsu.
Aomine mengangkat kerah orang itu lebih tinggi, kemudian menjatuhkannya ke samping. Dia berjalan pergi.
“Apa masalahnya?” keluh orang tadi.
Satsuki hanya diam, dia menatap setiap gerakan Aomine dengan serius.
KAMU SEDANG MEMBACA
Everything About Us [KnB]
Azione[Name] akan pindah ke Amerika karena pekerjaan orang tuanya. Dia berniat pamit kepada para sahabatnya setelah pertandingan dan membuat kenangan indah bersama. Sampai akhirnya [Name] dikecewakan dengan sikap teman-temannya saat pertandingan. Dia meni...
![Everything About Us [KnB]](https://img.wattpad.com/cover/250810497-64-k956146.jpg)