60-Rematch with Touou (3)

940 163 12
                                        

*warn, typo...

Mereka bertiga berjalan kembali menuju lapangan bersama. [Name] masih sedikit terisak, Kuroko menggandeng tangannya dengan senyum tipis. Anggota tim Seirin yang melihat mereka kembali tersenyum lega, akhirnya [Name] dan Kuroko terlihat lebih baik. Meski mereka sadar mata dan hidung [Name] sedikit memerah akibat menangis tadi.

Pemain Touou juga sudah kembali ke lapangan juga, mereka langsung menoleh saat melihat Aomine berjalan masuk dengan seringai lebar. Kagami yang juga melihat Aomine berhenti berjalan dan menatap tajam kearahnya, begitu juga dengan pemain Seirin lainnya.

"Tetsuya." panggil [Name]. Kuroko yang berdiri menoleh padanya. "Jangan menyerah lagi, aku akan terus membantumu." ucapnya dengan senyum lebar.

"Ha'i, aku tidak akan menyerah lagi [Name]-san." balas Kuroko tersenyum tipis.

Para Kiseki no Sedai tertegun melihat Kuroko yang berdiri di pinggir lapangan seraya mengenakan wristband di kedua pergelangan tangannya.

"Dia sudah diturunkan lagi? Aku kaget dia masih mau bermain setelah dihancurkan Aomine, tapi apa yang bisa dia lakukan?" tanya Wakamatsu memandang remeh Kuroko.

[Name] yang bisa mendengar pertanyaan Wakamatsu langsung menatap lelaki itu tajam dengan aura dingin menyelimutinya. Wakamatsu segera menoleh ke arah [Name], begitu melihat senyum horor gadis itu dia segera bergidik ngeri.

"Aku akan menghancurkan kalian." ucap [Name]. Dia menggerakkan mulutnya tanpa suara, memastikan Wakamatsu mengerti apa yang diucapkannya dengan wajah cemberut.

Pertandingan di mulai, Imayoshi berlari mendribble bola. Izuki segera menghadangnya, wajahnya berubah serius.

"Jangan marah begitu." ucap Imayoshi tersenyum lebar. Dia segera mengoper bola ke kirinya dan di tangkap oleh Aomine.

Aomine dan Kagami saling berhadapan lagi, Kagami melebarkan matanya saat melihat wajah Aomine. Ada sesuatu yang sedikit berubah dari Aomine, sebelumnya [Name] juga mengingatkannya akan perubahan Aomine tadi. Dengan cepatnya Aomine berlari melewati Kagami.

"Apa?!" seru Izuki dan Hyuga bersamaan.

Aomine terus berlari mendribble bola, Kiyoshi yang berada di dekat ring langsung berlari untuk menghentikan Aomine. Tiba-tiba saja Kuroko muncul di depan Aomine, membuat mereka berdua saling bertubrukan hingga Kuroko terjatuh. Wasit langsung meniup peluitnya keras.

"Charging! Hitam no. 5!" seru wasit.

"Apa?!" seru Wakamatsu tidak percaya.

"Jika kau bisa menebak pergerakanku, bukankah sebaliknya juga mungkin? Kita dulu sering bermain bersama-sama. Kita menjadi aku ketika bermain basket, Aomine-kun." ucap Kuroko mendongakkan kepalanya menatap Aomine.

"Sekarang juga sama, Tetsu." balas Aomine.

Kagami berjalan mendekati Kuroko yang masih terduduk di lantai.

"Maaf, terima kasih." ucap Kagami mengulurkan tangannya pada Kuroko.

"Sama-sama." balas Kuroko menerima uluran tangan Kagami.

Kagami melirik tajam Aomine yang berjalan kembali ke timnya dengan santai. Izuki berlari mendribble bola diikuti dengan Kiyoshi dan Hyuga.

"Ayo!" seru Izuki seraya mengangkat jari telunjuknya ke atas.

Kuroko yang di jaga Susa segera menghilang dari penjagaan.

"Sial!" umpat Susa.

Izuki segera mengoper ke kanan ke arah Kuroko. "Kuroko!" seru Izuki.

Kuroko melirik sekelilingnya begitu menyentuh bola, Kuroko langsung mengopernya pada Kagami yang langsung di hadang Aomine. Kagami juga mengoper bola pada Kiyoshi, dengan cepat Kiyoshi langsung mengopernya ke ruang bebas. Kuroko langsung muncul dan memukul bola dengan keras.

"Jadi itu?!" seru Wakamatsu dengan wajah pucat.

"Itte!" seru Hyuga yang menangkap operan Kuroko yang terbilang keras dan kuat. Sakurai langsung menoleh ke belakang, Hyuga segera melompat dan melemparkan bola, para pemain Touou membuka lebar rahang mereka. Bola melambung tinggi dan masuk ke ring dengan mulusnya.

"Yosh!" seru Hyuga bersemangat.

"Dia berhasil membuat tiga angka!" seru para penonton.

"Bagus, Kapten!" seru para pemain Seirin di bench.

"Kuroko!" panggil Hyuga berjalan kearahnya.

"Tembakan bagus." ucap Kuroko tersenyum tipis.

"Umpanmu benar-benar sakit!" seru Hyuga mengangkat tangan kirinya yang memerah dan bengkak.

"Maaf." ucap Kuroko datar.

Riko tersenyum melihat para pemain di lapangan. [Name] juga ikut tersenyum lebar, gadis itu menepuk kedua pipinya keras dan mengepalkan kedua tangannya bersemangat.

"Yosh, sekarang giliranku!" ucap [Name].

"Bagus, sekarang bertahan! Hentikan mereka!" seru Hyuga.

"Ya!" balas mereka sserempak.

"Mereka benar-benar bersungguh-sungguh-ssu." ucap Kise yang juga ikut bersemangat.

"Tentu saja." sahut Kasamatsu.

"Apa kali ini Seirin berhasil unggul?" tanya Takao serius.

"Luar biasa. Kali ini benar-benar berbeda dengan adanya dia di lapangan." ucap Imayoshi mendribble bola dengan santainya. Dia mulai melakukan analisa dan menatap sekelilingnya. "Sangat mengagumkan." ucapnya lagi. Sebelum menatap Izuki yang menghadangnya.

Izuki sedikit tertegun mendengar ucapan Imayoshi.

"Aku sangat kagum, sampai hampir menangis." ucap Imayoshi seraya menaikkan kacamata. "Tapi berjuang sebaik mungkin tidak menjamin kemenangan. Tidak semudah itu." ucapnya lagi menyeringai licik.

Aomine menghembuskan nafasnya, Kagami melebarkan matanya.

"Situasi sejauh ini masih berjalan sesuai dengan rencana. Sayang sekali dia baru saja masuk ke lapangan, tapi kita tetap harus bisa mengatasinya." ucap Harasawa.

Satsuki menundukkan matanya sedikit dan mengingat ucapannya saat bertemu Riko dan [Name] di onsen dulu.

"Aku menyukai Tetsu-kun dan karena itulah kali ini aku akan bersungguh-sungguh." ucap Satsuki pada Riko.

"Ha'i, aku juga tidak akan mengalah [Name]-chan." balas Satsuki juga ikut tersenyum lebar pada [Name].


Satsuki membuka matanya dan menatap lapangan dengan serius. "Ha'i." balasnya. 'Maaf, Tetsu-kun, [Name]-chan.' batinnya.

Imayoshi yang masih mendribble bola, bersiap untuk melompat. Izuki yang melihat itu juga ikut melompat seraya merentangkan tangan kirinya ke atas. Imayoshi memantulkan bola, melewati Izuki. Wakamatsu segera mengambil bola dan mendribblenya menuju ring Seirin.

Everything About Us [KnB]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang