*warn, typo...
Mereka bertiga berjalan kembali menuju lapangan bersama. [Name] masih sedikit terisak, Kuroko menggandeng tangannya dengan senyum tipis. Anggota tim Seirin yang melihat mereka kembali tersenyum lega, akhirnya [Name] dan Kuroko terlihat lebih baik. Meski mereka sadar mata dan hidung [Name] sedikit memerah akibat menangis tadi.
Pemain Touou juga sudah kembali ke lapangan juga, mereka langsung menoleh saat melihat Aomine berjalan masuk dengans seringai lebar. Kagami yang juga melihat Aomine berhenti berjalan dan menatap tajam kearahnya, begitu juga dengan pemain Seirin lainnya.
"Tetsuya" panggil [Name]. Kuroko yang berdiri menoleh padanya. "Jangan menyerah lagi, aku akan terus membantumu" ucapnya dengan senyum lebar.
"Ha'i, aku tidak akan menyerah lagi [Name]-chan" balas Kuroko tersenyum tipis.
Para Kiseki no Sedai tertegun melihat Kuroko yang berdiri di pinggir lapangan seraya mengenakan wristband di kedua pergelangan tangannya.
"Dia sudah diturunkan lagi? Aku kaget dia masih mau bermain setelah dihancurkan Aomine, tapi apa yang bisa dia lakukan?" tanya Wakamatsu memandang remeh Kuroko.
[Name] yang bisa mendengar pertanyaan Wakamatsu langsung menatap lelaki itu tajam dengan aura dingin menyelimutinya. Wakamatsu segera menoleh ke arah [Name], begitu melihat senyum horor gadis itu dia segera bergidik ngeri.
"Aku akan menghancurkan kalian" ucap [Name] tanpa kata dengan wajah cemberut.
Pertandingan di mulai, Imayoshi berlari mendribble bola. Izuki segera menghadangnya, wajahnya berubah serius.
"Jangan marah begitu" ucap Imayoshi tersenyum lebar. Dia segera mengoper bola ke kirinya dan di tangkap oleh Aomine.
Aomine dan Kagami saling berhadapan lagi, Kagami melebarkan matanya saat melihat wajah Aomine. Ada sesuatu yang sedikit berubah dari Aomine, sebelumnya [Name] juga mengingatkannya akan perubahan Aomine tadi. Dengan cepatnya Aomine berlari melewati Kagami.
"Apa?!" seru Izuki dan Hyuga bersamaan.
Aomine terus berlari mendribble bola, Kiyoshi yang berada di dekat ring langsung berlari untuk menghentikan Aomine. Tiba-tiba saja Kuroko muncul di depan Aomiine, membuat mereka berdua saling bertubrukan hingga Kuroko terjatuh. Wasit langsung meniup peluitnya keras.
"Charging! Hitam no. 5!" seru wasit.
"Apa?!" seru Wakamatsu tidak percaya.
"Jika kau bisa menebak pergerakanku, bukankah sebaliknya juga mungkin? Kita dulu sering bermain bersama-sama. Kita menjadi aku ketika bermain basket, Aomine-kun" ucap Kuroko mendongakkan kepalanya menatap Aomine.
"Sekarang juga sama, Tetsu" balas Aomine.
Kagami berjalan mendekati Kuroko yang masih terduduk di lantai.
"Maaf, terima kasih" ucap Kagami mengulurkan tangannya pada Kuroko.
"Sama-sama" balas Kuroko menerima uluran tangan Kagami.
Kagami melirik tajam Aomine yang berjalan kembali ke timnya dengan santai. Izuki berlari mendribble bola diikuti dengan Kiyoshi dan Hyuga.
"Ayo!" seru Izuki seraya mengangkat jari telunjuknya ke atas.
Kuroko yang di jaga Susa segera menghilang dari penjagaan.
"Sial!" umpat Susa.
Izuki segera mengoper ke kanan ke arah Kuroko. "Kuroko!" seru Izuki.
Kuroko melirik sekelilingnya begitu menyentuh bola, Kuroko langsung mengopernya pada Kagami yang langsung di hadang Aomine. Kagami juga mengoper bola pada Kiyoshi, dengan cepat Kiyoshi langsung mengopernya ke ruang bebas. Kuroko langsung muncul dan memukul bola dengan keras.
"Jadi itu?!" seru Wakamatsu dengan wajah pucat.
"Itte!" seru Hyuga yang menangkap operan Kuroko yang terbilang keras dan kuat. Sakurai langsung menoleh ke belakang, Hyuga segera melompat dan melemparkan bola, para pemain Touou membuka lebar rahang mereka. Bola melambung tinggi dan masuk ke ring dengan mulusnya.
"Yosh!" seru Hyuga bersemangat.
"Dia berhasil membuat tiga angka!" seru para penonton.
"Bagus, Kapten!" seru para pemain Seirin di bench.
"Kuroko!" panggil Hyuga berjalan kearahnya.
"Tembakan bagus" ucap Kuroko tersenyum tipis.
"Umpanmu benar-benar sakit!" seru Hyuga mengangkat tangan kirinya yang memerah dan bengkak.
"Maaf" ucap Kuroko datar.
Riko tersenyum melihat para pemain di lapangan. [Name] juga ikut tersenyum lebar, gadis itu menepuk kedua pipinya keras dan mengepalkan kedua tangannya bersemangat.
"Yosh, sekarang giliranku!" ucap [Name].
"Bagus, sekarang bertahan! Hentikan mereka!" seru Hyuga.
"Ya!" balas mereka sserempak.
"Mereka benar-benar bersungguh-sungguh-ssu" ucap Kise yang juga ikut bersemangat.
"Tentu saja" sahut Kasamatsu.
"Apa kali ini Seirin berhasil unggul?" tanya Takao serius.
"Luar biasa. Kali ini benar-benar berbeda dengan adanya dia di lapangan" ucap Imayoshi mendribble bola dengan santainya. Dia mulai melakukan analisa dan menatap sekelilingnya. "Sangat mengagumkan" ucapnya lagi. Sebelum menatap Izuki yang menghadangnya.
Izuki sedikit tertegun mendengar ucapan Imayoshi.
"Aku sangat kagum, sampai hampir menangis" ucap Imayoshi seraya menaikkan kacamata. "Tapi berjuang sebaik mungkin tidak menjamin kemenangan. Tidak semudah itu" ucapnya lagi menyeringai licik.
Aomine menghembuskan nafasnya, Kagami melebarkan matanya.
"Situasi sejauh ini masih berjalan sesuai dengan rencana. Sayang sekali dia baru saja masuk ke lapangan, tapi kita tetap harus bisa mengatasinya" ucap Harasawa.
Satsuki menundukkan matanya sedikit dan mengingat ucapannya saat bertemu Riko dan [Name] di onsen dulu.
"Aku menyukai Tetsu-kun dan karena itulah kali ini aku akan bersungguh-sungguh" ucap Satsukipada Riko.
"Ha'i, aku juga tidak akan mengalah [Name]-chan" balas Satsuki juga ikut tersenyum lebar pada [Name].
Satsuki membuka matanya dan menatap lapangan dengan serius. "Ha'i" balasnya. 'Maaf, Tetsu-kun, [Name]-chan' batinnya.
Imayoshi yang masih mendribble bola, bersiap untuk melompat. Izuki yang melihat itu juga ikut melompat seraya merentangkan tangan kirinya ke atas. Imayoshi lengaung memantulkan bola, melewati Izuki. Wakamatsu segera mengambil bola dan mendribblenya menuju ring Seirin.
"Umpan bagus!" seru Wakamatsu. Dia segera melompat dan melemparkan bola ke ring, Kiyoshi yang melihat itu juga ikut melompat untuk menghentikan Wakamatsu. Sayangnya dia terlambat selangkah dan bola masuk ke ring.
"Mereka berhasil mencetak angka lagi!" seru seorang penonton.
"Tidak heran jika serangan mereka adalah yang terbaik di Jepang!" sahut penonton lain.
"Sial" umpat Izuki.
"Jangan mencemaskan itu, Izuki. Kita akan mengendalikan permainan" ucap Hyuga yang mengambil bola.
Izuki berlari mendribble bola, mereka berhanti saat melihat susunan pertahanan Touou.
"Yang benar saja!" seru Riko hingga berdiri.
"Hoo.... jadi begitu rencana kalian. Menarik" ucap [Name] menyeringai lebar.
"Kamilah yang mengendalikan permainan. Kau benar-benar meremehkanku" ucap Imayoshi.
"Imayoshi mengawal Kuroko-kun?!" seru Riko tidak percaya.
"Apa kau tahu? Ada sesuatu yang hanya bisa di lihat dari balik cermin" ucap Imayoshi menatap Kuroko.
Satsuki menatap lapangan dengan tajam dan serius. [Name] terkekeh sebelum akhirnya menoleh pada Satsuki denga senyum lebar. Satsuki juga menyadari tatapan [Name] dan menoleh pada gadis itu juga, mereka berdua saling menatap satu sama lain.
"Tantanganmu kuterima, Tsuki-chan" ucap [Name]. Satsuki hanya megangguk dalam diam.
"Bahkan Hawk Eye milik Takao dari Shuutoku, maupun jaring laba-laba kita tidak dapat menghentikannya. Kemampuannya bukanlah sesuatu yang bisa dihentikan oleh semangat belaka. Kira-kira apa yang sedang dia rencakana, ya?" tanya Seto yang menonton pertandingan dengan Hanamiya dan yang lainnya.
Hanamiya terkekeh, "Siapa yang tahu hal seperti itu? Tapi, dia memang orang yang paling tepat untuk melakukannya. Karena tidak ada orang yang sifatnya lebih buruk dari dirinya. Tunggu mungkin ada, manajer Seirin itu bahkan lebih parah lagi" ucapnya.
"Aku tidak terlalu mengerti apa maksudmu, tapi orang seperrtimu sampai bicara begitu?" tanya Seto lagi.
Kuroko yang menghadapi Imayoshi mulai tersengal, begitu dia akan bergerak Imayoshi akan langsung menghadapinya. Para pemain Seirin juga menyadari Kuroko dalam posisi sulit dan tidak bisa lepas dari penjagaan Imayoshi.
"Jangan galak-galak begitu, dong. Ayo kita berteman" ucap Imayoshi menyeringai lebar.
Flashback.
"Lakukan Face Guard pada Nomor 11?" tanya Wakamatsu.
"Kalau memang bisa, pasti sudah lama kulakukan. Meskipun aku bersikap waspada, setelah tersadar dia pasti sudah menghilang entah ke mana" ucap Susa.
"Justru, 'setelah tersadar' adalah hal yang terpenting" ucap Satsuki.
"Apa?" tanya Susa.
"Dia bukannya tidak terlihat sama sekali di sepanjang pertandingan. Sebenarnya, dia hanya sulit diperhatikan karena hawa keberadaannya yang lemah. Oleh karena itu semua orang berusaha agar tidak kehilangan dia dari pandangan. Namun, justru hal itulah yang membuat orang itu mudah dikelabui olehnya. Semakin berusaha untuk melihatnya, maka semakin sulit untuk di lihat. Hal seperti itulah membuatmu mudah dikelabui oleh Misdirection" jelas Satsuki.
"Jadi, bagaimana cara kita bisa menjaganya?" tanya Susa.
"Oi, oi... secara tidak langsung dia sudah memberitahumu jawabannya, kan?" tanya Imayoshi. "Kita hanya perlu berhenti melihatnya. Iya, kan?"
"Dia baru akan menggunakan Misdirection setelah berkoordinasi dengan rekan setimnya. Karena itu, sebelum melakukannya, dia pasti akan melakukan kontak mata dengan rekan setimnya. Pemain yang melakukan kontak mata dengannya, bisa dibilang adalah cermin yang memantulkan dirinya. Posisi di mana pemain itu berada adalah tempat yang di tuju oleh Tetsu-kun" jelas Satsuki.
"Untuk bisa terus menjaga Kuroko tanpa kehilangan dirinya, dengan kata lain kita hanya perlu melihat sang 'cermin'" ucap Imayoshi.
Present.
'Hal yang paling mengancam dari dirinya bukanlah pass maupun drive, namun Misdirection yang mendukung semua tehkik tersebut. Bila kemampuan tersebut di kunci sama saja kita membuatnya jadi tidak berguna' batin Satsuki.
Kuroko mulai kelelahan, dia melebarkan matanya menatap Imayoshi dengan mata bergetar. Sedangkan mayoshi menyeringai semakin lebar, Riko menatap ke arah lapangan dengan pandangan cemas dan tidak percaya. [Name] menarik baju belakang Riko, membuat gadis itu menoleh padanya.
"Tenang saja Riko senpai" ucap [Name] dengan senyum lebar. Riko menganggukkan kepalanya dan kembali menatap ke arah lapangan.
"Tapi orang itu pasti bisa melakukannya" ucap Hanamiya.
"Hebat juga ya, senpai-mu itu" ucap Yamazaki. "Mungkin dia itu malah lebih pintar darimu, ya?"
"Aku tidak tahu sepintar apa dia. Hanya saja... yang jelas aku tidak akan mau bermain poker atau semacamnya dengan dia" ucap Hanamiya.
"Hah?" tanya Yamazaki lagi.
"Dia bisa membaca pikiran lawannya dengan cara mengamati ekspersi dan tindakan mereka. Kalau dalam hal membaca pikiran, dia itu seperti seekor siluman. Dia tahu apa yang sedang Kuroko pikirkan. kalau tentang memalukan hal yang tidak diinginkan orang lain, maka tidak ada yang bisa mengalahkannya" ucap Hanamiya.
Imayoshi yang membawa bola, berlari menuju ring Seirin. Izuki segera berlari menghadangnya. Imayoshi segera melompat tinggi bermaksud melemparkan bola ke ring.
"Three pointer?!" seru Izuki.
Bola melambung tinggi dan masuk ke ring dengan mulusnya. Bola di oper Izuki segera menangkapnya dan mengopernya lagi pada Hyuga.
"Hyuga!" seru Izuki.
Hyuga menangkap operan dari Izuki, Sakurai langsung menghadang didepannya. hyuga langsung mundur ke belakang dengan cepatnya dan bersiap melemparkan bola. Tidak tinggal diam Sakurai juga merangsek maju menghadang Hyuga.
"Barrier jumper, telah-"
"Dibaca olehnya?!" seru Koganei.
'Untuk menghentikan jump shot yang didahului oleh back step super cepat itu, yang harus diperhatikan adalah pusat gravitasinya. Alih-alih terbodohi oleh bagian atas tubuhnya, saat dia menerima bolanya perhatikanbagian ujung kakinya secara baik-baik' batin Satsuki.
Hyuga segera memantulkan bolanya, Kiyoshi segera menangkapnya. Wakamatsu segera menghadangnya.
"Oi, oi... kelihatannya kalian bersenang-senang sendiri ya?" tanya Aomine menyeringai lebar.
Kagami menangkap bola dan berhadapan dengan Aomine.
"Bagaimana kalau kita mulai juga babak keduanya, Kagami?" tanya Aomine. Kagami menggertakkan giginya, Kuroko yang akan membantu Kagami terhenti karena Imayoshi menghadangnya.
"Ups. Takkan kubiarkan kau lolos. Selama aku yang menjagamu, jangan harap kau bisa pergi membantunya" ucap Imayoshi.
Kagami menatap ke sekelilingnya, mereka terdesak. Para pemain Seirin di jaga dengan ketat tanpa bisa bergerak. Kagami bersiap merangsek maju, tapi langkahnya terhenti saat melihat Aomine.
"Kau sedang tidak konsentrasi!" ucap Aomine menepis bola hingga terlepas dari tangan Kagami.
"Celaka!" seru Kagami.
Aomine segera meraih bola dan berlari mendribble bola menuju ring Seirin.
"Sulit di percaya!" seru Kiyoshi.
"Tunggu, sialan!" seru Hyuga yang berusaha menghadang Aomine.
"Hyuga!" seru Koganei.
Aomine menghentikan langkahnya dan melewati Hyuga dengan sangat cepatnya, bahkan hampir tidak terlihat.
"Sial!" seru Hyuga.
"Ah, tapi Kagami berhasil mundur tepat waktu" ucap Tsuchida.
Aomine dan Kagami saling berhadapan lagi, Aomine segera melompat.
"Tidak akan kubiarkan!" seru Kagami yang juga ikut melompat tinggi.
Aomine memutar tubuhnya di tengah-tengah lompatannya melewati Kagami dan melakukan dunk.
"Apa-apaan itu?!" seru seorang penonton.
"Dia sudah bukan manusia!" seru penoton lainnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Everything About Us [KnB]
Azione[Name] akan pindah ke Amerika karena pekerjaan orang tuanya. Dia berniat pamit kepada para sahabatnya setelah pertandingan dan membuat kenangan indah bersama. Sampai akhirnya [Name] dikecewakan dengan sikap teman-temannya saat pertandingan. Dia meni...
![Everything About Us [KnB]](https://img.wattpad.com/cover/250810497-64-k956146.jpg)