*warn, typo dimana-mana
Chapter ni kelanjutan date sama Midorima yaw, belum masuk animenya. Bagi yang nungguin Takao dinistain dan date Midorima yang digangguin baca aja, maafkan kalau cerita agak absurd
Manik mata [Name] mengedar ke sekitar, senyum lebar masih terpasang diwajahnya. Tangannya digenggam erat oleh tangan yang lebih besar dari miliknya, sesekali lelaki bersurai hijau itu akan mengalihkan wajahnya yang bersemu merah. [Name] ataupun Midorima tidak terganggu satu sama lain saat tangan mereka tertaut satu sama lain.
"Shin, apa kau mau pergi bazar?" tanya [Name] tiba-tiba.
"Bazar nanodayo?" tanya Midorima menaikkan kacamatanya.
"Ya, aku melihat brosurnya saat lari pagi tadi. Apa kau mau ke sana?" tanya [Name] menoleh pada Midorima.
Midorima terdiam beberapa saat, dia bisa melihat mata berbinar [Name] yang penuh harap. Midorima tersenyum tipis sebelum menganggukkan kepalanya tipis.
"Baiklah nanodayo. Bukan berarti aku ingin ke sana, tapi karena kau ingin nanodayo." ucap Midorima. Yang bisa dia lakukan saat ini adalah mengabulkan keinginan gadis yang digandengnya saat ini. Jika dipikirkan dengan baik, dia juga memiliki seorang adek perempuan. Dia bisa mengerti kenapa Akihiro sedingin itu pada mereka saat dekat dengan [Name], dia pun akan melakukan hal yang sama jika sesuatu yang buruk menimpa adik perempuannya.
"Yatta! Kalau begitu ayo segera ke sana." balas [Name] bersemangat. Gadis itu menarik tangan Midorima setengah berlari.
Takao, Otsubo, Miyagi dan Kimura yang sedari tadi mengintip mereka, menurunkan kacamata hitam mereka dan menaikkan sebelah alis mereka.
"Bazar?" tanya Otsubo.
"Ayo kita segera mengikuti mereka, ini akan sangat seru." balas Takao antusias. Dia sudah bersemangat jika menyangkut mengikuti kencan Midorima. Takao sudah berjalan mengikuti [Name] dan Midorima terlebih dulu.
"Takao! Mattaku, bocah itu." keluh Miyagi.
"Bukankah tadi sempat memfoto mereka berdua? Itu sudah cukup sebagai bahan menggoda Midorima, bukan?" tanya Kimura.
"Yah, aku bahkan sempat melihat dia mengirimkan fotonya pada anak kelas satu Seirin itu." sahut Miyagi menghela nafas. "Apa yang akan kita lakukan Kapten?"
"Mau bagaimana lagi? Kita ikuti mereka." balas Otsubo serius.
Midorima dan [Name] akhirnya sampai di tempat dimana bazar dilakukan, kerumunan orang memenuhi tempat ini, ada yang menjual berbagai macam barang. Mata [Name] berbinar penuh semangat.
"Jangan terburu-buru, [Name]." ucap Midorima mengeratkan genggaman tangannya. "Aku tidak mau terpisah darimu, bukan berarti aku peduli nanodayo. Hanya saja aku tidak mau repot mencari di lautan manusia ini nanodayo." lanjutnya.
[Name] terkekeh dan menatap Midorima. "Aku tahu, Shin. Jangan khawatir." balasnya mengeratkan genggaman tangan mereka.
Mereka berdua berkeliling mendatangi kios demi kios di sana. Midorima yang awalnya malas menjadi semangat saat melihat kios ramalan horoskop, [Name] menggelengkan kepala seraya menghela nafas kecil. Sebelumnya [Name] ingin mengelus kucing liar yabg kebetulan ada di sana, tentu saja di larang oleh Midorima. Gadis itu mengerucutkan bibirnya dengan wajah kesal. Sebagai permintaan maaf Midorima membelikannya es krim matcha. Sepanjang perjalanan mereka tangan mereka masih tertaut satu sama lain.
"Kita kehilangan mereka." gerutu Takao melihat sekitarnya.
"Ini karena kau melihat terlalu lama melihat nanas-nanas itu, Kimura." timpal Miyagi.
"Aku hanya ingin melihat jenis-jenis nanas." jawab Kimura tanpa rasa bersalah. Dia juga menenteng sekantong penuh dengan nanas.
"Are? Otsubo senpai dimana?" tanya Takao yang kehilangan seorang rombongan mereka.
"Ah, Kapten pergi saat melihat kios menjual perlengkapan basket." jawab Miyagi.
"Kalau begini bagaimana kita mencari mereka? Otsubo senpai bahkan menghilang." omel Takao menoleh kedua senpainya. Dia tidak memperhatikan depan saat tubuhnya menabrak seseorang.
"Ittai..." ringis seorang gadis.
"Maafkan aku!" ucap Takao membungkukkan badannya dengan terburu-buru.
"Kau tidak apa-apa nanodayo?" tanya seorang lelaki yang berdiri di samping si gadis.
Mendengar nada bicara yang dikenalnya Takao langsung berkeringat dingin. Dengan gerakan patah-patah dia mendongakkan kepalanya.
"Ya, aku baik-baik saja Shin." jawab si gadis. Dia menoleh dan menatap sedikit terkejut pada lelaki yang menabraknya tadi. "Are? Takao-kun?"
Takao tersentak kaget ternyata dugaannya benar, Midorima dan [Name] yang dicarinya berdiri di depan mata. Midorima segera menatap Takao tajam dengan aura membunuh, sedangkan [Name] memiringkan kepalanya.
"Kau ada di sini juga Takao-kun?" tanya [Name] yang masih tidak menyadari situasi panas dingin Takao dan Midorima.
Takao menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal dan tersenyum kikuk. "Ternyata, [Name]-chan dan Shin-chan, hahaha. Ya, a-aku ke-kemari dengan para senpai." jawabnya terbata dan canggung. Sebisa mungkin dia menghidari tatapan tajam Midorima.
"Senpai? Dimana?" tanya [Name] melirik ke sekeliling Takao dengan wajah bingung.
"Senpai tachi tentu saja di si-" ucapan Takao terpotong saat menoleh ke belakang, namun Miyagi dan Kimura sudah menghilang. "Are? An-aneh sekali, aku ya-yakin tadi senpai masih di sini." jawabnya kembali canggung. Keringat dingin mengucur lebih banyak di punggungnya.
"Takao." panggil Midorima dengan nada dingin. "Ikut aku nanodayo." lanjutnya lagi menyeret kerah belakang Takao.
"Tidak, tunggu Shin—chan! [Name]-chan, tolong aku!" teriak Takao yang semakin mengecil. [Name] langsung sweatdrop.
[Name] berdiri dengan tenang sebelum akhirnya ponselnya bergetar, gadis itu melihat layar ponselnya dan melihat nama Tetsuya tertera di sana. [Name] menaikkan sebelah alisnya, tumben Kuroko menghubunginya, biasanya mereka memang bertukar pesan. Jarang sekali Kuroko menelfonnya jika tidak benar-benar mendesak, dia segera mengangkat telfonnya.
"Moshi, moshi Tetsuya? Ada apa?" tanya [Name] ceria.
"Konichiwa, [Name]-san. Kau ada dimana sekarang? Apa Midorima-kun masih bersamamu?" tanya Kuroko bertubi-tubi.
"Aku ada di bazar, are... bagaimana kau tahu aku bersama dengan Shin?" tanya [Name] bingung. Dia tadi bahkan tidak sempat bicara pada Kagami kemana dia pergi tadi atau siapa pun.
"Aku mendapat fotomu bersama dengan Midorima—kun." balas Kuroko datar.
"Fotoku? Darimana kau mendapatkannya?" tanya [Name] semakin bingung.
"Dari Takao-kun." jawab Kuroko jujur. "[Name]-san berikan aku lokasi pastimu, aku dan Kagami-kun dalam perjalanan ke sana." lanjutnya. [Name] bahkan bisa mendengar suara Kuroko yang sedikit tersengal.
"Hee? Kau berlari? Kenapa Taiga juga ikut? Tadi katanya dia mengantuk dan lelah."
"Aku sudah tidak mengantuk, cepat beritahu aku lokasimu." ucap Kagami yang sudah mengambil alih ponsel Kuroko. Suaranya terdengar serak kehabisan nafas.
"Taiga? Kalian sudah di jalan?" tanya [Name] tidak percaya.
"Ya, cepat beritahu kami dimana kau berada sekarang [Name]." balas Kagami.
"Kami ada di-"
"Ayo [Name]." panggil Midorima memotong ucapan [Name].
"Shin!" seru [Name] menoleh kearahnya. "Are? Mana Takao-kun?" tanya [Name].
"Takao ada urusan, makanya pulang duluan nanodayo." jawab Midorima menaikkan kacamatanya. "Kau menelfon seseorang nanodayo?" tanyanya.
"Ya, Tetsuya dan Taiga. Mereka bertanya kita ada dimana, katanya mau menyusul kemari." balas [Name].
Perempatan besar segera muncul di kepala Midorima, dia segera mengambil alih ponsel [Name]. "Kenapa kau bertanya nanodayo?" tanyanya emosi.
"Midorima?! Teme! Kemana kau pergi dengan [Name]?!" seru Kagami.
"Kenapa aku harus memberitahumu nanodayo? Cari saja sendiri nanodayo." balas Midorima. Dia langsung memutuskan sambungan telfonnya.
"Shin? Taiga bilang apa? Kenapa kau tidak memberitahu mereka?" tanya [Name] bingung.
"Biarkan saja nanodayo. Bukan berarti aku tidak ingin seharian ini diganggu dengan mereka nanodayo." ucap Midorima cepat seraya mengalihkan kepalanya.
"Eh, demo..."
"Jangan bahas yang lainnya nanodayo, saat ini kau bersamaku [Name]." ucap Midorima. Dia menggandeng tangan [Name] lagi dan pergi dari sana.
KAMU SEDANG MEMBACA
Everything About Us [KnB]
Ação[Name] akan pindah ke Amerika karena pekerjaan orang tuanya. Dia berniat pamit kepada para sahabatnya setelah pertandingan dan membuat kenangan indah bersama. Sampai akhirnya [Name] dikecewakan dengan sikap teman-temannya saat pertandingan. Dia meni...
![Everything About Us [KnB]](https://img.wattpad.com/cover/250810497-64-k956146.jpg)