*warn, typo bertebaran kemana-mana
Setelah semua anggota Seirin masuk, [Name] menatap Kise yang ada disebelahnya dan membawanya ke tempat yang lebih tenang.
"Jadi? Kenapa Ryota?" tanya [Name] tersenyum lebar pada Kise.
Untuk sesaat Kise membeku dan menatap [Name], senyum langsung terkembang diwajahnya. "Aku benar-benar tidak bisa menyembunyikan apapun dari [Name]cchi ya-ssu" ucap Kise sambil terkekeh.
"Ini pertama kalinya aku melihatmu ragu akan sesuatu Ryota. Kenapa? Apa karena kau akan berhadapan dengan Daiki? Tumben sekali, bukannya dulu kau selalu one on one dengannya" ucap [Name] masih tersenyum lebar.
"Ya, tapi aku tidak pernah menang melawan Aominecchi" jawab Kise. Sedikit ragu dan takut berkilat dimatanya. "Nee, [Name]cchi menurutmu siapa di antara kami yang akan menang-ssu?" tanyanya menatap lekat mata [Name].
[Name] berjalan mendekat pada Kise, tatapan matanya tidak beralih sedikit pun dari Kise. "Aku tidak tahu. Yang kutahu kalian berdua sangat kuat, Ryota" jawab [Name] dengan tenang.
[Name] menangkup kedua pipi Kise. "Jika kau ingin tahu hasilnya kerahkan semua kekuatanmu nanti melawan Daiki. Jangan setengah-setengah, aku akan memukulmu jika kau menyerah di tengah jalan nanti" lanjutnya lagi tersenyum lebar pada Kise.
"[Name]cchi..." panggil Kise seraya menangis bombay. Tangannya terentang ingin memeluk gadis didepannya, dengan sigap [Name] berpindah ke samping menghindari pelukan maut Kise.
"Kau akan bertanding Ryota, jangan melakukan sesuatu yang membuatku ingin membantingmu" ujar [Name] dengan senyum lebar dengan bagian atas wajahnya menghitam.
"[Name]cchi, hidoi-ssu..." ucap Kise mengangis bombay.
[Name] terkekeh dengan tingkah Kise yang sudah kembali seperti semula. Gadis itu mendekat dan memeluk Kise, sukses membuat lelaki bersurai kuning itu terkejut dengan tindakan tiba-tiba [Name].
"Hanya kali ini saja. Berjuanglah nanti, aku akan melihatmu dari kursi penonton" ucap [Name] pelan. Kise mengangguk pelan dan membalas pelukan [Name].
"Aku pasti menang-ssu!" balas Kise penuh resolusi.
[Name] melepaskan pelukannya, dia membongkar tasnya dan mengambil sekatung besar tas kertas. Dia langsung memberikannya pada Kise.
"Ini. Terima kasih, sudah meminjamkan jasmu" ucap [Name] masih tersenyum lebar.
"[Name]cchi tidak perlu repot-repot-ssu. Aku bisa mengambilnya sendiri-ssu" balas Kise membuka kantong kertas. Didalamnya berisi jas miliknya dan sekotak makanan yang cukup besar.
Penasaran dengan isinya Kise mengambil kotak itu dan membukanya. Didalamnya berisi honey lemon yang terlihat enak dan menggiurkan. Mata Kise langsung berbinar melihat honey lemon pemberian [Name].
"[Name]cchi, kau membuatkannya untukku-ssu? Sudah lama aku tidak makan makanan buatan [Name]cchi, terima kasih-ssu!" seru Kise bersemangat.
[Name] menggaruk pipinya pelan. "Yah, aku membuatnya kebanyakan tadi. Daiki memintaku untuk membuatkannya, jadi sekalian saja aku buatkan untukmu juga Ryota" jawab [Name].
"Jadi [Name]cchi membuatkan ini cuma karena Aominecchi yang memintanya-ssu" protes Kise mengerucutkan bibirnya.
"Bahkan jika Daiki tidak menyuruhku pun aku juga berniat membuatnya" balas [Name].
"Aku akan memakannya nanti-ssu" ucap Kise langsung tersenyum lebar.
"Bagi dengan yang lainnya juga ya"
KAMU SEDANG MEMBACA
Everything About Us [KnB]
Acción[Name] akan pindah ke Amerika karena pekerjaan orang tuanya. Dia berniat pamit kepada para sahabatnya setelah pertandingan dan membuat kenangan indah bersama. Sampai akhirnya [Name] dikecewakan dengan sikap teman-temannya saat pertandingan. Dia meni...
![Everything About Us [KnB]](https://img.wattpad.com/cover/250810497-64-k956146.jpg)