22-Nigou?!

2.4K 307 31
                                        

*warn, typo lho ya...

“Kalau begitu... aku memintamu untuk berhenti mendengarkan siaran Oha-Asa, bagaimana?” tanya [Name] tersenyum lebar. Midorima yang tertegun dengan ucapan [Name] tidak menyadari mata gadis itu berkilat licik.

“Tung-apa? Kau tadi berkata apa nanodayo?” tanya Midorima memastikan pendengarannya.

“Aku akan mengatakannya lagi nanti. Tapi sekarang ayo ganti baju dulu. Lihat, bajuku dan bajumu basah kuyup” ajak [Name]. Dia menyeret tangan Midorima yang masih diam membeku di tempat. “Ayo Shin!” ajaknya lagi.

Mereka berdua berjalan kembali ke dalam stadion. [Name] masih menarik Midorima menuju ruang ganti tim Shuutoku. Di sana ada Takao yang menunggu Midorima, dia menyenderkan punggungnya di dinding dan memejamkan matanya.

“Akhirnya kau kembali Shin-chan” omelnya tanpa membuka kedua matanya.

“Jika aku tidak menariknya, dia pasti masih hujan-hujanan Takao-kun” sahut [Name] terkekeh.

Mendengar suara seorang gadis yang dikenalnya, Takao segera membuka matanya lebar. Dilihatnya [Name] yang menarik tangan Midorima tanpa ada perlawanan dari lelaki bersurai hijau itu.

“[Name]-chan?!” seru Takao senang. Senyum lebar segera menghiasi wajahnya. “Kau kemari? Ada apa ini? Apa kau memutuskan pindah sekolah dan menjadi manager kami? Atau jangan—jangan kau merindukanku?” cerosos Takao antusias.

[Name] menggelengkan kepalanya pelan. “Aku mau menagih hasil taruhanku pada Shin. Dia berkata aku boleh meminta apa pun jika tim kami menang, karena itu aku mencarinya” jelas [Name] dengan senyum cerah.

“Taruhan? Hahaha... kukira kau ke sini karena merindukanku” ucap Takao sedikit memelas.

“Siapa yang merindukanmu nanodayo?” tanya Midorima dingin. Dia menatap tajam Takao yang mengobrol akrab dengan [Name].

“Apa ini? kau cemburu Shin-chan?” goda Takao meliriknya dengan pandangan menjengkelkan.

“Siapa juga yang cemburu nanodayo?! Aku mengatakannya bukan karena cemburu atau apa tapi karena kau menyebalkan Takao!” bantah Midorima membenarkan kacamatanya yang tidak turun.

Hee... benarkah?” goda Takao lagi. Kali ini dia menyikut perut Midorima pelan.

[Name] tertawa kecil melihat interaksi dua lelaki didepannya ini. Dia bersyukur paling tidak Midorima sekarang mempunyai teman yang bisa dipercaya seperti Takao, meski dia tidak mau mengakuinya.

“Hatsyim!” bersin [Name]. Dia menggosok kecil hidungnya yang sedikit merah.

Kedua lelaki itu segera menghentikan perdebatan mereka dan menatap gadis itu.

“Cepat masuk ke dalam dan ganti bajumu nanodayo. Pakai bajuku saja dulu, di sana juga ada handuk keringkan juga rambutmu nanodayo” ucap Midorima cepat. “Aku mengatakan ini bukan karena khawatir atau apa tapi aku tidak mau mengurusmu jika kau sampai sakit nanti nanodayo” sangkalnya mengalihakn muka ke arah lain.

Un” balas [Name] santai. “Tapi kau akan pakai apa jika aku memakai bajumu Shin?” tanyanya sedikit ragu.

“Aku selalu membawa dua kaos dan jaket nanodayo. Kau tenang saja nanodayo” jawab Midorima tenang.

[Name] melepaskan tangannya yang memegang pergelangan tangan Midorima dan berjalan masuk ke dalam ruang ganti. Takao mengikuti gadis itu sambil bersenandung kecil. Midorima yang melihat itu segera menarik kerah jaket belakangnya.

“Mau kemana kau Takao?” tanya Midorima dingin sambil menyipitkan matanya.

“Aku mau menunjukkan [Name]-chan mana lokermu” jawab Takao tersenyum lebar.

Everything About Us [KnB]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang