41-Problem

2.1K 246 12
                                        

*warn, typo lo ya

"Oh, Kuro-chin rupanya. Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Murasakibara santai. "Kau selalu terlihat serius seperti biasa. Kau sangat serius..." ujarnya lagi berjalan mendekat pada Kuroko. Dengan tangan bebasnya dia mengarahkan tangannya di depan muka Kuroko. "Membuatku ingin menghancurkamu." lanjutnya sambil tersenyum lebar.

Murasakibara mendekatkan tangannya pada Kuroko dan menepuk kepala lelaki bersurai baby blue itu layaknya anak kecil.

"Bercanda." ucap Murasakibara dengan senyum lebar. [Name] hanya bisa menggeleng kecil tanpa daya melihat tingkah Murasakibara yang memperlakukan orang lainnya layaknya anak kecil, padahal yang bayi besar adalah dia.

Kuroko menatap tajam Murasakibara, segera saja perempatan besar muncul di dahinya. Kuroko menepis tangan Murasakibara dari kepalanya. Padahal sangat Kuroko bisa kesal seperti itu.

"Kumohon jangan lakukan itu." pinta Kuroko kesal.

"Oh, kau marah ya? Maaf deh." ucap Murasakibara malas.

"At-chan, hentikan itu. Kau selalu saja membuat Tetsuya marah." ucap [Name] menarik tangan Murasakibara yang ditepis Kuroko.

"Hee... aku hanya ingin mengelus kepala Kuro-chin saja." protes Murasakibara mengerucutkan bibirnya.

"Jangan karena badanmu besar, kau bisa memperlakukan orang lain seperti anak kecil At-chan." ucap [Name] lagi menepuk kepala Murasakibara.

Kagami yang awalnya tertegun melihat Murasakibara, langsung tersenyum lebar. Tapi bersamaan dengan itu, dia juga tidak senang melihat [Name] yang ada digendongannya, malah gadis itu terlihat sangat nyaman.

"Aku kira kau tidak jadi datang." ucap Himuro pada Murasakibara.

"Sebenarnya, itu karena salahmu mengubah tempat pertemuan secara mendadak." balas Murasakibara melemparkan bola basket pada Himuro yang ada di pelukan [Name]. "Aku datang karena katanya kau ingin berjalan-jalan di Tokyo setelah pulang ke Jepang. Tapi kau malah bermain street ball." protesnya menatap malas Himuro.

"Yah, tapi aku tidak masalah dengan itu, aku jadi bisa bertemu dengan [Name]-chin." lanjutnya lagi menatap [Name] yang masih tersenyum lebar. "[Name]-chin bisa kau bukakan keripik kentangku? Aku ingin memakannya."

"Baiklah." jawab [Name]. Dia merogoh sebungkus keripik kentang milik Murasakibara dan membukanya.

Tidak berhenti sampai situ, lelaki bersurai ungu itu mendekatkan wajahnya pada [Name] dan membuka mulutnya. [Name] hanya bisa menggelengkan kepala, gadis itu mengambil satu keripik kentang dan menyuapkannya pada Murasakibara. Segera muncul perempatan besar di kepala Kuroko dan Kagami.

"Maaf, maaf." balas Himuro tersenyum lebar. Dia melirik anggota tim yang diikutinya tadi. "Katanya mereka kekurangan pemain, jadi aku ikut karena sepertinya seru." jelasnya.

[Name] langsung terkekeh dan menatap Himuro. "Seperti biasa, Tatsu-nii mudah mendapatkan teman dimana saja, ya." ucapnya tersenyum lebar.

"Kau menyindirku, [Name]-chan?" balas Himuro tersenyum lebar juga.

"Tidak, itu sebuah pujian loh. Jangan tersinggung Tatsu-nii." jawab [Name].

"Aku tahu. Aku hanya bercanda [Name]-chan." ucap Himuro.

Dia ingin mengelus kepala [Name] lagi, tapi Murasakibara bergerak cepat dan langsung menjauhkan gadis itu dari jangkauannya lagi. Dia menatap Himuro dengan tajam, penuh peringatan. Himuro hanya bisa menggelengkan kepalanya lagi, melihat kelakuan teman setimnya yang protektif itu.

"Hei... Yosen juga bermain di Inter-High, kan?" tanya Furihata melihat tas yang tergeletak di pinggir lapangan.

"Apa maksudmu dia juga bermain di Inter-High?" tanya Fukuda balik.

"Tidak, aku tidak ikut main." jawab Murasakibara membalikkan badan pada Fukuda. Mendengar itu, mata [Name] segera berkilat tajam dan gelap.

"Apa?! Kenapa?" tanya Furihata.

"Entahlah. Maksudku, satu-satunya alasan kenapa aku tidak bermain karena Aka-chin yang menyuruhku melakukannya." jawab Murasakibara dengan santainya.

"Siapa itu Aka-chin? Nee, [Name]-chan, Kuroko?" tanya Furihata.

"Akashi-kun." jawab Kuroko singkat. Wajahnya berubah serius.

"Seijuro, mantan kapten dari Kiseki no Sedai juga kapten di SMA Rakuzan saat ini." jawab [Name]. Wajahnya tersenyum tapi bukan senyum dan matanya menggelap.

Kagami langsung menoleh mendengar ucapan Kuroko dan [Name]. Bahkan Kiyoshi yang biasanya tersenyum lebar langsung merubah wajahnya menjadi seius.

"Oh, aku sampai lupa. Muro—chin, tidak boleh bermain di pertandingan tidak resmi. Aku ke sini untuk menghentikanmu." ucap Murasakibara menoleh pada Himuro.

"Begitu ya. Sayang sekali." ucap Himuro serius.

"Hee? Sudah lama aku tidak melihat permainan basket Tatsu-nii, apa benar tidak boleh main?" protes [Name].

"Ayo kita pergi." ucap Murasakibara mengajak Himuro. Dia bahkan tidak berniat menurunkan [Name] sama sekali.

"Hei, tunggu." ucap Kagami menahan bahu Murasakibara, membuat lelaki bersurai itu berhenti dan meliriknya. "Kau tidak bisa begitu saja membual dan pergi dari sini. Tetap di sini dan bermain. Juga turunkan [Name] sekarang juga."

"Kagami?!" seru Furihata dan Fukuda bersamaan.

"Taiga?" panggil [Name]. Kagami hanya mengabaikannya dan menatap tajam Murasakibara.

"Kau yang bernama Taiga? Alismu itu kenapa? Kenapa bisa terbelah dua?" tanya Murasakibara menunjuk alis bercabang Kagami. Tanpa aba-aba dia langsung menarik alis Kagami dan mencabutnya lumayan banyak.

"Itte! Apa yang kau lakukan?!" teriak Kagami dengan geramnya pada Murasakibara yang menatap malas alis Kagami ditangannya.

"Panjang sekali." ucap Murasakibara.

"Pfftt, At-chan... kau tidak boleh melakukan itu." ucap [Name] menahan tawa sampai tubuhnya gemetaran.

"Urusai, [Name]!" seru Kagami dengan perempatan dikepalanya. "Kau dengan tidak?!" seru Kagami lagu pada Murasakibara.

"Huh? Apa?" tanya Murasakibara.

"Aku menyuruhmu bermain!" teriak Kagami mulai kehilangan kesabarannya.

"Enggak ah, melelahkan." jawab Murasakibara singkat.

"Jika melelahkan, kenapa kau terus menggendong [Name]?!" seru Kagami masih tidak terima.

"Karena aku ingin." ucap Murasakibara. [Name] akhirnya tertawa lepas mendengarkan perdebatan Kagami dan Murasakibara. "[Name]-chin, kau lebih manis tertawa seperti itu." ucapnya lagi dengan mata berbinar.

"Ha'i, ha'i. Ini." balas [Name] sambil menyodorkan keripik kentang padanya dan Murasakibara membuka mulutnya.

"Dia tidak seperti yang aku duga." ucap Furihata.

"Dia aneh sekali." timpal Fukuda.

"Jika itu tidak berhubungan dengan basket, dia selalu seperti itu." ucap Kuroko.

"Heh?"

"Jarang ada atlit seperti dia. Ketika dia memiliki talenta besar di satu bidang, dia menjadi tidak berdaya apa pun selain itu." jelas Kuroko.

"Maksudnya dia itu bodoh?" tanya Furihata menarik kesompulan dari penjelasan Kuroko.

"Ketika berhubungan dengan basket, dia tidak bisa dihentikan." jelas Kuroko lagi.

"Oh, sudahlah. Muro-chin, ayo kita pergi." ucap Murasakibara mulai berjalan pergi. [Name] masih digendongannya.

Kagami menggertakkan giginya, sampai dia akhirnya mempunyai ide bodoh dan menyeringai lebar.

"Mengecewakan sekali. Aku tidak tahu jika kau ini ternyata pengecut." ucap Kagami tersenyum penuh ejekan. Sungguh melihat wajah Kagami seperti membuat [Name] ingin memukulnya keras. "Sayang sekali jika kau melarikan diri." ucapnya lagi mengompori Murasakibara.

"Hah? Kagami, apa kau ingin memprovokasi dia?" Tanya Furihata. Fukuda yang disampingnya sweatdrop dengan wajah yang aneh.

"Trik murahan." timpal Fukuda.

Murasakibara menghentikan langkahnya dan menoleh, dia menatap tajam pada Kagami. "Apa? Aku tidak lari kemana-mana." balasnya.

"Dia memakan trik itu?!" seru Fukuda dan Furihata bersamaan sampai menjatuhkan rahang mereka.

"Hei, jangan memaksakan diri. Kau pasti takut." ucap Kagami masih berusaha mengompori Murasakibara.

"Aku tidak memaksakan diri. Aku juga tidak takut." balas Murasakibara.

"Kalau begitu kau mau bermain melawannya kan, At-chan? Jika ya turunkan aku." pinta [Name]. Murasakibara segera menurunkan [Name] sesuai permintaan.

"[Name]-chin jangan kemana-mana." ucap Murasakibara dengan wajah memelas.

"Aku akan tetap di sini. Tenang saja, lagipula teman-temanku juga di sini. Jadi bermainlah sesukamu." jawab [Name] mengelus kepala Murasakibara. "Aku akan melihat perkembanganmu Tatsu-nii." ucap [Name] pada Himuro.

"Baiklah." jawab Himuro tersenyum kecil.

Akhirnya Murasakibara dan Himuro mengikuti pertandingan final street basketball, tidak tanggung-tanggung mereka bahkan memijam kaos tim yang mereka ikuti. Fukuda dan Furihata menatap tidak percaya, sedangkan Kuroko, Kagami dan Kiyoshi hanya diam menatap mereka. [Name] malah tersenyum semakin lebar.

"Pertandingan dimulai!" seru wasit.

"Baik!" seru para pemain serentak. Mereka mulai membungkuk satu sama lain.
Kagami dan Murasakibara saling berhadapan. Dari sana Kagami mulai lagi bertingkat menyebalkan.

"Bodoh, dasar bodoh!" seru Kagami pada Murasakibara tersenyum mengejek.

Perempatan besar segera muncul di dahi Murasakibara. "Kau itu yang bodoh, tapi aku tidak." balasnya geram.

[Name] hanya bisa sweatdrop. "Kenapa aku seperti menghadapi dua anak kecil." ujarnya.

"Kenapa mereka itu, seperti anak kecil saja?!" seri Furihata dan Fukuda bersamaan.

"Kagami, sudah cukup. Karena posisiku, akulah yang akan berhadapan dengannya. Kau tidak bisa melawan mereka berdua sekaligus." ucap Kiyoshi. "Kau akan melawannya." ujarnya lagi menatap Himuro yang menatap Kagami.

"Ya." jawab Kagami serius.

"Hah? Kalau begitu lawanku..." ucap Murasakibara melihat kesekelilingnya.

"Lama tidak berjumpa." sapa Kiyoshi. Murasakibara hanya meliriknya. "Aku tidak pernah melihatmu lagi sejak SMP." ucapnya.

"Siapa kau?" tanya Murasakibara mengangkat kepalanya tidak peduli.

"At-chan, jangan seperti itu! Maafkan aku Kiyoshi senpai, At-chan memang seperti itu." ucap [Name] yang berdiri di pinggir lapangan.

"Tidak apa-apa, [Name]-chan. Baguslah. Kau tidak mengingatku ya?" tanya Kiyoshi masih tersenyum lebar pada Murasakibara.

"Apa kita pernah bertanding di kejuaraan SMP?" tanya Murasakibara masih tidak peduli. "Aku lupa. Aku tidak pernah mengingat pemain lemah."

Di gym Seirin, anak kelas dua akhirnya melakukan latihan seperti biasanya. Riko hanya bisa tersenyum melihat anak kelas dua yang bersemangat. Gadis itu tidak bisa terkekeh melihat teman seangkatannya itu. Dia juga seolah mengingat anak kelas satu yang bermain street basketball, Riko tidak bisa tidak khawatir.

Wasit melemparkan bolanya, Murasakibara dan Kagami melompat tinggi. Kagami berhasil menyentuh bola dan melemparnya anggota timnya. Fukuda berhasil mendapatkan bola dan mengopernya pada Fukuda.

"Kuroko..." panggil Kiyoshi.

Kuroko mengangguk seolah paham, meski Kiyoshi tidak mengatakan apa-apa. "Aku mengerti." jawabnya. Dia langsung mengalihkan pandangannya ke depan dengan serius. "Sebenarnya sikapnya jugalah yang membuatku sedikit marah."

Furihata melakukan fake seolah dia mengoper bola ke kiri, dia langsung mengoper bolanya ke kanan pada Kuroko yang sudah bersiap dengan kuda-kudanya. Kuroko langsung memukulkan bola dengan keras pada Kiyoshi.

"Ignite Pass untuk Kiyoshi senpai!" seru Fukuda bersemangat.

Kiyoshi yang menangkap bola di dekat ring langsung memasukkannya, Murasakibara hanya melihatnya dengan tenang. Semua penonton langsung di buat takjup oleh Kiyoshi. [Name] langsung menghela nafas.

"Dasar, At-chan. Dia pasti malas bergerak dan tidak serius bermain lagi." gumamnya pelan.

Kiyoshi mendarat dengan mulus di depan Murasakibara. "Ya, mau bagaimana lagi jika kau memang sudah lupa padaku. Aku akan membuarmu ingat dengan permainan basketku." ucap Kiyoshi.

"Tidak, itu tidak perlu." ucap Murasakibara. "Aku siudah mengingatmu, Kiyoshi Teppei."

Flashback.

Pada saat pertandingan SMP Teiko melawan SMP Shouei, Murasakibara berhadapan dengan Kiyoshi.

"Apa basket benar-benar menyenangkan buatmu?" tanya Murasakibara.

"Hah? Tidak mungkin aku merasa senang ketika kalah secara telak seperti ini. Apa aku terlihat tersenyum?" balas Kiyoshi sedikit jengkel.

"Begitu ya." ucap Murasakibara melihat Kiyoshi yang masih berusaha.

Aomine mendribble bola dan berhadapan dengan satu pemain Shouei. Dia berhasil melewatinya, segera seorang pemain menghalanginya. Dengan cepat Aomine segera melempar bola pada Murasakibara.

"Murasakibara!" serunya.

Dengan mudahnya Murasakibara menangkap bola. "Hei. Kalau begitu, aku akan menghancurkanmu lebih dari ini. Bagaimana?" tanya Murasakibara menatap rendah Kiyoshi.

"Apa?!" seru Kiyoshi.

Present.

"Sekarang aku merasa lebih bersemangat." ucap Murasakibara. Kiyoshi langsung mengerutkan keningnya. "Mungkin lebih baik jika aku tidak ingat." ujarnya lagi. Dia berjalan dan mengambil bola yang tergeletak di lantai.

"Atsushi, apa kau bisa menunggu sebentar?" tanya Himuro. Murasakibara langsung menoleh dan melempar bola padanya. "Karena kita satu tim, kita harus menentukan peran kita. Atsushi, kau bertahan. Aku menyerang." jelas Himuro.

"Ya, aku tahu." jawab Murasakibara melambaikan tangannya. Dia berdiri di dekat ring dengan santai.

"Menarik. Tatsu-nii bisa membuat At-chan menurut begitu. Biasanya dia hanya mau mendengarkan Sei saja. Mereka berdua sama seperti Shin dan Takao, ngomong-ngomong apa yang dilakukan mereka semua ya?" ucap [Name] kemudian menatap langit yang berubah kelabu.

Himuro mendribble bola maju ke depan.

"Apa?! Dia tidak berusaha mencatak angka?" tanya seorang pemain yang ada di tim Himuro.

"Ya, jangan khawatir. Itu adalah gaya Atsushi. Lagipula... aku sendiri sudah cukup." jawab Himuro santai. Dia langsung berhadapan dengan Kagami.

Himuro mulai bergerak, Kagami mulai bergerak mengikuti iramanya untuk menghalanginya. Himuro langsung berjongkok dan melompat, Kagami tidak sempat menghadangnya. Himuro melepaskan bola dari lemparannya. Bolanya melambung dengan cantik, pelan namun pasti bola masuk dengan mulus ke ring.

Everything About Us [KnB]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang