*warn, typo ya guys.
Permainan dimulai lagi, sekarang bola ada di tangan Kaijou tepatnya Kasamastu yang mendribble bola dan dijaga anggota Kaijou lainnya. Semua pemain Kaijou terlihat sangat serius, Imayoshi yang menyadari ada yang berbeda dengan Kaijou tersenyum semakin lebar.
Kasamatsu mengoper bolanya pada Moriyama, Sakurai segera bersiap menghadangnya. Moriyama langsung mengoper bolanya pada Kobori, yang langsung dihadang Imayoshi. Kobori langsung mengoper bolanya lagi pada Kise yang langsung berhadapan dengan Aomine. Kedua Ace tim bertemu lagi dan saling berhadapan.
"Disana! Kise melawan Aomine!" seru Koganei serius.
"Berapa kali mereka melakukan ini hari ini?" tanya Tsuchida yang juga ikutan serius.
Kise dan Aomine saling berhadapan, tidak ada satu pun dari mereka yang bergerak terlebih dahulu. Kise menarik nafasnya dan mengoper bola pada Hayakawa. Aomine, Satsuki, Kuroko dan Kagami melebarkan matanya, terkejut dengan tindakan Kise, [Name] malah tersenyum semakin lebar. Hayakawa menerima bola dari Kise, Susa segera bergerak dan menghadangnya.
"Hey, ada apa? Apakah kau sudah menyerah?" tanya Aomine menyeringai lebar.
Permainan tetap berlanjut, bola yang ada di tangan Moriyama segera ditepis oleh Sakurai. Bola memantul dan ditangkap oleh Susa, dia berlari sambil mendribble bola.
"Ini bergantian!" seru Hyuga.
Bola terus bergerak sampai akhirnya berakhir di tangan Aomine, Kise langsung berdiri didepannya dan bersiap. Aomine menatap Kise dengan tenang, tapi kerutan dialisnya tidak mengendur sama sekali. Aomine merasakan ada aura yang bereda dari Kise, senyum [Name] semakin melebar.
"Apapun yang kau lakukan, hasilnya tidak akan berubah!" ucap Aomine. Dia mulai bergerak dan berlari ke kanan Kise.
Kise melihat gerakannya dengan jelas, Aomine terus melewatinya dan berlari menuju ring Kaijou. Dia menangkap bola dengan satu tangannya dan melompat, bermaksud melakukan dunk.
"Cepat!" seru seorang penonton terkagum.
"Itulah, Aomine!" seru penonton lainnya.
Aomine yang sudah akan memasukkan bola, baru menyadari ada yang aneh dan didepannya ada Kasamatsu yang menghalanginya dan menubruk tubuhnya hingga terjatuh. Wasit segera membunyikan peluitnya kencang.
"Charging! Hitam No. 5!" seru wasit.
"Apa? Foul?" tanya Koganei tidak percaya.
"Aku tidak percaya itu sudah diperhitungkan" sahut Kiyoshi yang juga tidak percaya.
"Aku tidak percaya, ternyata Kasamatsu senpai juga bisa bermain licik" ucap [Name] yang terkekeh.
"Kau benar-benar melakukannya sekarang, senpai" ucap Aomine mengulurkan tangannya pada Kasamatsu yang terjatuh.
"Apa?" balas Kasamatsu. Dia juga menerima uluran tangan Aomine dan meliriknya tajam. "Kau baru saja memukul seorang pria. Ada dengan sikapmu, bocah?" omelnya meninggalkan Aomine.
"Itulah Kapten kita! Nice..."
"Berisik!" potong Kasamatsu menahan muka Hayakwa yang ingin memeluknya.
"Ini membuatku gugup. Bisakah kita melakukannya?" tanya Moriyama sedikit cemas.
"Bisa atau tidak itu tidak masalah! Kita kan melakukannya! Percayakan saja pada Ace kita!" jawab Kasamatsu dengan tegas.
Permainan dimulai lagi, Aomine sekarang yang mendribble bolanya. Kise langsung menghadang Aomine lagi. Tangan Aomine bergerak cepat, dia memindahkan bolanya dari satu tangan ke tangan lainnya. Setelah Kise terkecoh dengan gerakan tangannya, Aomine melewati Kise lagi.
Kise langsung menghadangnya lagi, Aomine menghentikan langkahnya dan melewati Kise dari arah lainnya. Dia melompat dan memasukkan bola ke ring.
Sekali lagi Aomine mendribble bola, Kise berlari dan terus mengikutinya. Aomine menghentikan langkahnya, Kise hampir kehilangan keseimbangannya. Aomine memutarinya dan melompat, dia bermaksud memasukkan bolanya ke ring. Kise yang juga ikut melompat dan merentangkan tangannya tinggi. Aomine menurunkan tangannya dan melemparkan bolanya melewati bawah tangan Kise dan masuk.
"Dia tidak bisa dihentikan" ucap Hyuga serius.
"Aomine sedang dalam kondisi prima. Bagaimana menurutmu, [Name]-chan?" tanya Izuki.
Tapi dia tidak mendapatkan jawaban dari [Name], akhirnya Izuki menoleh begitu juga anggota Seirin lainnya.
"[Name]-chan?" panggil Izuki lagi.
Tapi [Name] tetap mengabaikannya, Kuroko dan Kagami yang ada disebelah gadis itu menghela nafas.
"Maaf senpai, [Name]-chan mungkin tidak bisa mendengarmu sekarang" jelas Kuroko.
"Heh? Bukannya walaupun pakai headset dia bisa mendengar suara orang lain?" tanya Izuki bingung.
"Ada saat-saat dimana dia memilih memaksimalkan volume headsetnya" ucap Kagami.
"Ya, saat untuk menenangkannya jika dia sedang marah atau gelisah. Dan saat di benar-benar serius menganalisa" sambung Kuroko.
Semua pemain Seirin mengangguk tanda mengerti. Mereka melihat ke arah [Name] lagi, gadis itu benar-benar tidak mengalihkan perhatian dari lapangannya. Matanya terus berkilat-kilat dengan tajamnya dan tangannya tidak berhenti menulis.
Semua pemain Kaijou dan Touou mulai bersiap kembali. Kise mengatur nafasnya yang terus memburu, Imayoshi menatapnya merasa akan ada sesuatu yang terjadi. Kise menarik nafasnya dalam dan menatap Aomine punggung Aomine yang berlari dan bersiap. Aomine menghentikan langkahnya dan menoleh pada Kise yang berdiam diri.
"Kise memang lebih buruk dari Aomine sekarang. Tapi aku masih akan memilih Kise. Dia tidak kalah potensial. Dia mempunyai keajaiban juga" ucap Takeuchi serius.
"Datang" ucap [Name] tiba-tiba menarik atensi semua anggota Seirin. Senyumnya semakin lebar, tapi matanya berubah sedikit sayu.
Kise akhirnya tersenyum, Aomine melebarkan matanya.
"Mungkinkah..." ucap Kagami yang menangkap maksud ucapan [Name].
"Itu mungkin persis dengan apa yang kau pikirkan. Kise-kun sedang berusaha, untuk mengcopy gaya Aomine-kun" sahut Kuroko.
"Bisakah dia melakukannya?" tanya Hyuga penasaran.
"Kise-kun hanya bisa mengcopy apa yang bisa dia lakukan. Begitu juga sebaliknya" jawab Kuroko.
"Apa?" tanya Koganei tidak mengerti.
"Kesimpulannya, dia bisa belajar dengan cepat. Dia tidak bisa mengcopy pemain NBA atau siapapun yang lebih baik darinya" jelas Riko.
"Tapi jika dia mencoba untuk melakukannya, itu berarti dia percaya bahwa dia bisa melakukannya" lanjut Kiyoshi.
Bola kembali didribble oleh Imayoshi, Kasamastu segera menghadangnya.
"Ah, baguslah!" ucap Imayoshi yang melihat waktu tinggal tiga detik lagi. Dia melompat dan melemparkan bolanya ke ring dan masuk.
"Buzzer beater!" seru seorang penonton.
"Aku beruntung. Itu masuk" ucap Imayoshi dengan senyum lebar liciknya.
"Imayoshi senpai, kah? Benar-benar orang yang licik, aku ingin memukulnya sekali saja. wajahnya benar-benar membuatku kesal" keluh [Name] menggembungkan pipinya.
Pemain Seirin yang mendengatr keluhan [Name] langsung sweatdrop. 'Kau juga sama liciknya, [Name]-chan' batin mereka semua.
"Quarter kedua selesai. Ada waktu 10 menit untuk istirahat" ucap suara komentator dari speaker.
Skor saat ini 34-43, dengan Touou yang memimpin. [Name] menghela nafasnya dan melepaskan headsetnya, dalam kepalanya sudah berputar berbagai macam serangan Kaijou dan Touou. Dia juga merancang berbagai macam serangan dan taktik. Wajahnya terlihat sedikit lelah.
"Kau sudah selesai mendengarkan musikmu?" tanya Kagami.
"Ya, aku ingin mencari udara segar dulu. Riko senpai, apa aku boleh keluar sebentar?" tanya [Name] dengan senyum lebar.
Riko menganggukkan kepala sebagai jawaban. "Cepat kembali sebelum quarter ketiga dimulai, [Name]-chan" ucap Riko.
"Ha'i" balas [Name].
"Tunggu, [Name]-chan aku juga ikut" ucap Kuroko memegang pergelangan tangan [Name]. "Aku ingin membawa Nigou keluar mencari udara segar" jelas Kuroko menunjukkan Nigou yang ada di dalam tasnya.
"Baiklah, ayo! Kasihan Nigou, pasti sesak di dalam sana" ucap [Name] mengelus kepala Nigou. Mereka bedua pun keluar bersama.
Di ruang ganti Kaijou.
"Perbedaan 9 poin... tembakan teraakhir itu menyakitkan" ucap Kasamatsu.
"Sialan, kalau saja aku mendapatkan rebound!" seru Hayakawa geram dengan perempatan didahinya.
"Rebound tidak penting setelah bola masuk, bodoh" ucap Moriyama sweatdrop melirik Hayakawwa yang masih heboh sendiri.
"Kise, berapa lama waktu yang dibutuhkan?" tanya Kasamatsu seirus.
Kise hanya duduk, dia sedang mencoba berkonsentrasi. "Paling cepat, dua atau tiga quarter. Jika aku gagal, mungkin sampai quarter keempat" jawab Kise sedikit murung. "Maaf, tapi bisakan aku pergi keluar sebentar?" tanya Kise pada Kasamatsu.
"Ya. Segeralah kembali" ucap Kasamatsu.
Kise berjalan dan pergi meninggalkan ruang ganti, seluruh pemain Kaijou menatapnya serius.
"Dengan kata lain, kita harus bermain di quarter ketiga tanpa Kise" ucap Kobori.
KAMU SEDANG MEMBACA
Everything About Us [KnB]
Action[Name] akan pindah ke Amerika karena pekerjaan orang tuanya. Dia berniat pamit kepada para sahabatnya setelah pertandingan dan membuat kenangan indah bersama. Sampai akhirnya [Name] dikecewakan dengan sikap teman-temannya saat pertandingan. Dia meni...
![Everything About Us [KnB]](https://img.wattpad.com/cover/250810497-64-k956146.jpg)