*warn, typo...
“Aomine-kun...” gumam Satsuki. Gadis bersurai pink itu bisa mengingat saat Aomine kecil menikmati permainan basket.
‘Dia selalu seperti itu. Sejak mulai bermain street ball, sumakin kuat lawannya, maka semangat dan fokusnya akan semakin meningkat. Dia sepertinya sedang menikmatinya. Aomine-kun dan Kagami-kun... kilauan cahaya dari kedua ace membuat seisi stadion tertegun. Pertandingan seperti ini tidak akan pernah berakhir itulah yang diinginkan para penonton. Tapi, hasilnya mulai terlihat’ batin Satsuki.
Senyum [Name] semakin melebar, tanpa gadis itu sadari matanya sedikit berkabut oleh air mata. Akhirnya, dia bisa melihatnya lagi. Melihat Aomine yang kembali menikmati basket seperti dulu.
Kagami berhasil melewati Aomine dan berlari menuju ring Touou dengan cepatnya. Para pemain dan pelatih Touou berdiri dengan wajah terkejut. Begitu dekat dengan ring, Kagami segera melompat dan melemparkan bola ke sana, Susa berusaha menghalanginya tapi terlambat. Bola masuk ke dalam ring dengan mulusnya.
“Dia melewatinya!” seru Furihata bersemangat.
“Kagami!” seru Koganei.
“Sekarang kita hanya tertinggal 3 poin!” timpal Tsuchida.
Hyuga berlari mendekati Kagami dan menepuk bahu lelaki bersuari merah gelap itu. Imayoshi terdiam dengan mulut terbuka lebar.
Pertandingan kembali di mulai, bola memantul ke arah Aomine yang di tangkap oleh lelaki berkulit tan itu. Kagami tetap diam dan fokus mengamati setiap gerakan yang akan di buat oleh Aomine.
Aomine berlari melewatinya, namun Kagami bisa mengimbangi kecepatannya. Mata [Name] menyipit, tatapannya berubah serius. Kecepatan Aomine menurun, gadis itu paham Aomine sudah di ambang batas waktu Zone. Aomine hanya bisa berhenti dan mendribble bola, Kagami terus berjaga didepannya.
“Seorang ace yang membawa harapan teman-temannya tidak boleh kalah. Aku dan [Name]-chan percaya pada Kagami-kun” ucap Kuroko tersenyum tipis. Tiba-tiba ucapan Kuroko tadi muncul dalam benak Aomine.
Aomine mengatur nafasnya yang memburu, sebelum menggertakkan giginya. Dia melompat tinggi ke belakang, berniat melakukan formless shot andalannya. Kedua lelaki itu saling berseru keras, tidak ada yang mau mengalah.
‘Aomine kau kuat. Jika satu lawan satu, aku pasti sudah kalah. Batas waktuku juga sudah hampir habis. Tapi alasan kenapa aku bisa terus berjuang adalah karena dukungan mereka. Tentu saja, ini demi [Name] juga yang selalu menahan semua rasa sakitnya sendiri. Aku berjuang dengan kekuatan mereka. Untuk kalian semua...’ batin Kagami. Dia melompat tinggi dan menepis bola hingga lepas dari tangan Aomine. “Aku akan menang!” serunya.
Kuroko terdiam menatap ke arah lapangan, senyum [Name] melebar. Aomine jatuh terduduk di lantai, sementara Kagami berlari melewatinya. Bola memantul, mengambil kesempatan Izuki segeramenangkapnya. Dia langsung mengopernya pada Hyuga. Sakurai dan Wakamatsu segera berlari mengejarnya, Hyuga segera berlari dan memasukkan bola ke ring. Skor saat ini 97-98, Seirin hanya tertinggal 1 poin di 30 detik terakhir.
“Yosha!” seru Hyuga tos dengan Izuki.
“Tinggal 1 poin lagi!” seru Koganei.
“Tapi sisa waktunya tinggal 30 detik” ucap Furihata khawatir.
“Tenang saja, mereka pasti bisa” ucap [Name] dengan tenang.
“Benar kata [Name]-chan. Kita bisa! Aku yakin kita bisa!” sahut Tsuchida.
Harasawa berdiri dan mendekati meja juri. “Permisi, aku ingin melakukan timeout” ucapnya.
“Apa kau tidak apa-apa , Aomine?” tanya Susa yang berjalan mendekat pada Aomine yang masih terduduk di lantai. Tidak lupa juga dia mengulurkan tangannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Everything About Us [KnB]
Actie[Name] akan pindah ke Amerika karena pekerjaan orang tuanya. Dia berniat pamit kepada para sahabatnya setelah pertandingan dan membuat kenangan indah bersama. Sampai akhirnya [Name] dikecewakan dengan sikap teman-temannya saat pertandingan. Dia meni...
![Everything About Us [KnB]](https://img.wattpad.com/cover/250810497-64-k956146.jpg)