Note : typo berserakkan :)
◇◇♡♡◇◇
Author pov.
Melihat angela yang sudah tak sadarkan diri dengan cepat alfa menggendong angela dan di letakkannya di atas sofa.
"Dokter,"caca menarik tangan dokter kemudian membawanya menuju sofa.
5 menit kemudian.
"Nona angela drop, sebaiknya di pindahkan ke ruangan sebelah. Saya akan menyiapkan hal lainnya."ucap dokter sembari menghembuskan nafasnya lega.
"Lakukan segera dokter."perintah harry. Dokter pun menganggukkan kepalanya.
Alfa kembali mengangkat tubuh angela, kemudian berjalan mengikuti dokter menuju ruang vvip sebelah.
•
Setelah jarum infus sudah terpasang, barulah alfa kembali keruangan elyn.
Ia meninggalkan angela dengan ketiga sahabat perempuan mereka.
"Kenapa kalian enggak ada yang ngabarin gue?"suara alfa terdengar begitu lemah.
"Lo pikir setelah kami tahu mama udah enggak ada kami masih sanggup untuk megang handphone? Kita semua juga berduka alfa. Kami enggak tahu harus berbuat apa kecuali nangis."jawab alfi frustasi.
Alfa menatap wajah alfi, kembarannya itu sudah menangis.
"Alfa, Mama meninggal beberapa menit sebelum kamu dan angela sampai disini."ujar bryan sembari menepuk bahu sang adik.
"Alfa,"suara berat harry membuat alfa menoleh kearahnya.
Harry menggelengkan kepalanya.
Bukan hanya alfi saja yang menangis, bahkan harry, alfa dan bryan juga sama sepertinya.
Keempat pria itu menangis sejadi-jadinya.
Alfa berjalan menuju brankar tempat jasad mamanya berada.
Ia membuka kain yang menutup wajah elyn.
Wajah cantik mamanya kini sudah berubah menjadi pucat, dahulu tubuh mamanya sangat hangat, dan sekarang sudah menjadi
dingin dan kaku.
Alfa membanjiri wajah elyn dengan kecupan untuk yang terakhir kalinya.
Setelahnya ia mencium telapak kaki elyn dan berkata, "Alfa sayang sama mama, dan akan selamanya begitu."gumamnya yang kemudian kembali menutup kain putih pada wajah elyn.
Alfa berjalan menuju pintu.
"Kita harus segera mengurus pemakaman mama."ucapnya yang kemudian menghilang dari balik pintu.
•
•
•
Alfa pov.
Saat ini aku, angela, papa, bang bryan, alfi dan yang lainnya sedang berdo'a di atas makam mama.
Aku tidak menyangka kalau mama akan pergi meninggalkan kami semua secepat ini.
Wanita cantik di sebelahku masih menangis. Sejak sadar dari pingsannya sampai sekarang, air matanya tidak henti-hentinya meluncur dari matanya yang indah.
Saat ini suasana kuburan sangat ramai.
Kuburan yang luasnya 5 hektar ini bahkan sudah hampir penuh.
Mereka semua juga berduka atas kepergian mama.
Saat usai berdo'a, satu persatu dari mereka pamit pulang. Hingga yang tersisa hanya aku, papa, bang bryan, bang aldrian, bang albert, alfi, istriku dan sahabat-sahabatku.
Aku melirik kearah angela, ia menangis sembari memeluk batu nisan mama.
"Angela, kita semua itu terlahir dari tanah dan akan kembali ke tanah. Yang hidup pasti akan meninggal, semuanya sudah di atur oleh Allah dan tidak ada yang bisa menentang kuasa Allah. Yang sudah pergi harus di ikhlaskan meskipun berat melepaskan. Dan, yang ada harus di perjuangkan dan jangan di lepaskan. Allah akan menguji setiap hambanya berdasarkan kemampuannya. Jika menurut kita ujian Allah diluar kemampuan kita, maka kita harus lebih bermuhasabah diri. Udah, jangan nangis terus. Dari pada nangis mendingan lo kirim do'a untuk almarhumah mama. Karna gue yakin, disana mama enggak butuh tangisan air mata. Yang mama butuhkan adalah do'a."kami semua menatap kearah seorang pemuda tampan, perawakannya sangat mirip dengan angela. Hanya berbeda postur tubuh dan suara saja. Dia adalah bang albert, Abang kedua angela, Yang sudah menjadi abang iparku.
KAMU SEDANG MEMBACA
'SENIOR & JUNIOR'
RomantikBermula dari 'INTERNASIONAL SCHOOL' sekolah SMA terfavorit di Jakarta. Up setiap seminggu sekali🤍 khusus januari update nya setiap hari yaa IG = @yunoolyee
