Part- 55

729 35 2
                                        

Note : typo berserakkan :)

◇◇♡♡◇◇

Sudah sebulan angela tak kunjung sadarkan diri di atas brankarnya.

Saat itu juga alfa tak pernah bosan menemani angela. Ia terus berada di samping wanita itu, mengajaknya berbicara, dan juga bercerita tentang hal-hal yang ia lalui selama sebulan terakhir ini.
Walaupun yang ia ajak bicara tak kunjung membuka kedua matanya.

"Ngel, lo tau nggak, tadi tuh pas di kampus, ada cewek minta nomor gue, konyol nggak sih? dia rela ngikutin gue di kampus biar gue kasih nomor gue. Padahal mah kalaupun dia ngekorin gue juga belum tentu gue kasih nomor hp gue, yakan?"ucap alfa yang kemudian terkekeh.

Semenjak sebulan terakhir, alfa menjadi lebih dingin dari sebelum-sebelumnya, apabila ada yang mengajaknya berbicara, ia hanya menjawab 'ya' atau 'tidak'. Bahkan kalau ia sedang tidak mood untuk menjawab, maka ia akan mengangguk dan menggeleng sebagai jawabannya.

"Lo denger gue kan ngel?"alfa mengusap punggung tangan angela dengan hati-hati, karena ada jarum infus yang melekat di punggung tangannya.

"Kalau lo tau tangan lo ada jarum beginian, lo pasti bakalan merepet ngel. Ah, gue jadi kangen sama repetan lo, kangen sama sikap dingin dan sikap cuek lo."ucap alfa dengan pelan.

Seperti ini lah dia, kalau ia bercerita dengan angela, terkadang ia tertawa dan kadang juga ia sedih, bahkan pernah sampai menangis.

Mereka yang melihat menjadi tak tega.

Kalau alfa pergi berangkat kekampus, maka yang menjaga angela adalah aldrian dan viola.

Karena viola sedang hamil, ia tidak boleh terlalu lelah. Saat malam, aldrian dan viola pulang kerumah.
Maka dari itu saat malam yang menjaga angela adalah alfa dan adnan.

Kedua pemuda itu tidur di sofa.

#backtotopik

Alfa menghembuskan nafasnya kasar.

"Lo enggak capek apa tidur mulu? Gue aja kadang tidur seharian capek ngel. Lo nggak, udah sebulan tidur mulu."alfa mendengus.

Alfi menepuk pundak alfa, "waktunya makan."ucap alfi yang dibalas anggukkan lemah oleh alfa.

"Bentar ya ngel, gue ngisi energi dulu, biar bisa ngejagain lo lagi, hehe."setelah mengucapkan hal tersebut, alfa dan alfi pergi menuju kantin.

Sedangkan yang berjaga didalam ruangan angela adalah brave, edward dan lion.

Tiga pemuda tampan itu duduk di samping brankar angela.

"Ponakkan gue cakep amat dah,"kata lion sembari terkekeh.

Mendengar itu edward mendengus kesal.

"Diem lo buaya!"ketus edward.

"Enggak wajar orang yang udah married cemburu."ucap lion yang langsung dihadiahi tatapan membunuh oleh edward.

"Ponakkan gue mirip kan kayak gue?"brave angkat suara.

"Iya, mirip-mirip jambu lah."jawaban lion langsung membuat kedua sahabatnya tertawa.

"Secara teknis lo itu kan adik kandungnya kak valerie, adik satu-satunya lagi. Dan kalo dipikir-pikir, muka kalian berdua mirip, menurut lo muka si kawan sama kak valerie mirip sama saha? Mirip sama alm daddy atau sama alm mommy?"lion menatap edward.

"Mirip sama alm daddy."jawab edward jujur.

"Iya kan, kasian ya alm mommy. Dua-dua anaknya enggak ada yang mirip sama beliau, malah mirip sama daddy nya."ucap lion.

'SENIOR & JUNIOR'Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang