Part- 68

108 10 0
                                        

Note : typo berserakkan :)

◇◇♡♡◇◇

Angela berlari terbirit-birit menuju kamarnya, untuk mengambil alat perangnya.

Beberapa menit kemudian.

Gadis cantik itu kembali dengan koper mini bewarna hitam di tangannya.

"Itu koper make up lo kan?"tanya albert sembari menatap koper yang di pegang adiknya.

Angela menganggukkan kepalanya, "tadi lo yang mau nyerahin diri lo sendiri."ucap angela kemudian membuka kopernya, tampak lah peralatan make up dan juga kaca besar miliknya.

"Wah, kalo isinya lengkap gini, kenapa lo nggak make ini kesekolah?"albert menyentuh beberapa peralatan make up angela.

"Make up gunanya untuk mempercantik, gue kan udah cantik, ngapain lagi make beginian?"balas angela dengan kepercayaan diri yang sangat tinggi.

Mendengar itu albert langsung menunjukkan ekspresi tak sukanya pada angela.

"Kalo gitu ngapain lo beli ini semua ogeb? Lengkap semua lagi, mana bermerk semua."kata albert sembari memutar matanya jengah.

"Sahabat gue pecinta make up, dan gue dipaksa buat beli ini semua."jawab angela datar.

"Tunggu-tunggu, jangan bilang lo mau..."albert menatap angela dengan tatapan terkejutnya.

"Abang gue pinter juga, ya?"angela tersenyum smirk, kemudian ia menarik bandana make up warna hitam miliknya lalu di pakaikannya pada albert.

"Lo gila?"

"Waras kok,"

"Jangan ngel, gue cowok."

"Gue juga tau kali kalo lo itu cowok. Udah nggak papa, gini-gini gue juga pande make up."ucap angela meyakinkan.

Albert menghembuskan nafasnya berat.

"Serah lo dah, percuma juga gue banyak omong sama lo, buang-buang energi!"

20 menit kemudian.

Angela sedang membentuk sedikit alis albert dengan pensil alis.

Setelahnya ia meletakkan sedikit eyeshadow bewarna coklat pada kedua kelopak mata albert.

Sedangkan yang di make up hanya fokus pada buku yang dibacanya.

"Sabar ya, tinggal make pelembab."ucap angela yang kemudian mengambil pelembab bibirnya.

"Siap!"angela menyodorkan kaca besar miliknya pada albert.

"Awas aja kalo jelek,"ujar albert sembari menerima kaca yang diberikan oleh angela.

Albert tersenyum melihat hasil make up adik perempuan tersayangnya itu.

"Tunggu, ada yang kurang."angela bangkit dari duduknya kemudian ia membungkukkan badannya, lalu angela menyisir rambut albert dengan jari-jemarinya.

"Gue yakin, kalo misalnya lo ikut debut jadi idol korea, lo pasti langsung di terima bang."ucap angela dengan senyuman lebarnya.

"Boleh juga tuh,"cicit albert.

"He'em, lo kan pande maen semua alat musik bang, terlebih lagi lo pande nyanyi."kata angela, entah mengapa ia merasa bangga memiliki kedua abang yang sangat tampan seperti aldrian dan albert. Walaupun wajah keduanya sangat berbeda.

"Enggak tertarik gue ikut yang begituan."ucap albert malas.

"Serah deh!"

Angela meraih iphone nya di atas meja kemudian ia membuka aplikasi kameranya lalu di arahkannya pada albert.

"Senyum."albert memutar matanya malas.

"Emang ya, yang jadi selebgram mah susah. Dikit-dikit update sg!"albert mendengus kesal.

"Bodo dah! Buruan senyum."kata angela dengan mata melotot.

Albert merampas iphone angela lalu di arahkannya ke arah nya dan juga kearah angela.

"Kita foto berdua, biar adil."ucap albert sembari merangkul leher angela.

Keduanya pun tersenyum kekamera.

"Ya ampun, bang muka kita kok bisa mirip gini sih?"angela menatap layar iphone nya.

"Heh bege, lo adik gue, wajar kalo kita mirip."celetuk albert.

Angela terkekeh pelan, "iya deh, maap ya abang gue yang tersayang."ucap angela sembari mencubit pipi albert dengan gemas.

Albert memutar matanya jengah.

"Organisasi lo gue tahan."ucap albert yang langsung membuat angela terkaget.

"Maksud lo apaan?"tanya angela dengan sinis.

"Semua organisasi, plus kerjaan lo semua gue tahan sampai lo punya anak, dan itu wajib anak kandung lo. Jadi, mulai hari ini, lo udah enggak ada hak untuk itu semua."jawab albert datar.

Angela menatap albert dengan tajam.

"Jangan anj*r! Ntar gue enggak bisa belanja lagi."ujar angela dengan kesal.

"Udah cukup lo puas-puasin belanja. Toh juga lo bentar lagi nikah, otomatis semua biaya hidup lo di tanggung suami lo semua."ucap albert santai.

Angela terduduk lemas di atas sofa.

"Bang, plis, jangan ditahan. Gue juga harus ngehidupin keluarga gue yang lain."angela menatap albert dengan tatapan memohon.

"Urusan itu lo serahin ke gue."setelah mengucapkan hal tersebut, albert langsung pergi dari hadapan angela.

"AAARRGGHH!"angela mengusap wajahnya frustasi. bagaimana tidak? mulai hari ini ia akan hidup misqueen, semua aset berharga yang dimilikinya plus semua kerjaan nya akan di tahan oleh albert.

"BANG ALBERT BANGSOLLLL!"teriak angela yang kemudian berlari menuju albert.


5 HARI BERLALU.

Sudah lima hari berlalu semenjak ia berbincang ria dengan albert.

Angela menghembuskan nafasnya kasar, kini ia tengah duduk di balkon kamarnya, dengan segelas coklat panas yang senantiasa menemaninya.

"Huaa, udah berapa hari gue enggak keluar. Kangen belanja!"ucap angela frustasi.

"Kangen makan katsu juga. Kangen minum boba, kangen beli makanan yang lain. Ah pokoknya kangen beli semuanya!"lanjut angela lagi.

Gadis berusia 18 tahun itu mendesah kasar.

"Mana gue cuma megang uang cash 400 juta, duitnya pun gue simpen di mansion. Ya Allah, gue bener-bener misqueen sekarang. Dengan uang 400 juta, gue bisa beli apa untuk kebutuhan gue kedepannya?"angela meratapi nasibnya yang begitu miris.

"Kalo mau semua aset gue balik, gue kudu hamil dan punya anak, Emang bangs*t bang albert!"kesal angela.

Ia benar-benar tak habis fikir dengan isi otak albert.
Bisa-bisa nya abang keduanya itu menyita aset pribadinya dan akan dikembalikan setelah ia memiliki anak.
Dan angela juga tak habis fikir dengan dirinya, kenapa kali ini ia harus nurut dengan abangnya yang satu itu? sesekali membangkang tidak masalah, kan? toh juga biasanya ia selalu menurut perkataan albert.

Yah, sejak angela dilahirkan sampai sekarang albert selalu berada disamping adiknya itu, kecuali saat albert kuliah diluar negeri.

Ditambah lagi wajah mereka berdua mirip.

Bukan hanya aldrian dan albert yang mewanti-wantinya untuk cepat-cepat lahir kedunia, bahkan hampir seluruh dunia juga seolah sudah menunggu angela terlahir kedunia.

Karena itu angela sangat di sayang oleh semua anggota keluarganya, dan ia juga anak yang paling di manja oleh papi dan maminya, karena ia anak perempuan satu-satunya.

🌈🌈🌈🌈

VOTE & COMMENT🖤

'SENIOR & JUNIOR'Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang