Part- 57

772 33 8
                                        

Note : typo berserakkan :)

◇◇♡♡◇◇

Jam sudah menunjukkan pukul 11 siang.

Di dalam ruang inap angela, keempat pria itu tengah menghibur diri mereka sendiri dengan candaan, nyanyian dan dengan bacotan khas dari lion dan edward.

"HAHAHAHA!"suara tawaan mereka menggema disetiap sudut ruangan.

"Sumpah ya, gobl*k banget punya kawan kayak lo!"celetuk lion, ia menepuk-nepuk bahu edward.

"Enak aja lo ngatain gue gobl*k! Sadar diri anj*r!"balas edward tak mau kalah.

"Gue juga gobl*k kok, jadi lo tenang aja, gue cukup sadar diri orangnya."ucap lion yang kemudian membuat mereka berempat terkekeh.

"Limitid edition yaa."brave menatap kedua sahabatnya.

"Apanya yang limitid edition?"tanya lion dengan watados nya.

"Punya sahabat gobl*k kayak kalian tuh limitid edition."jawab brave seraya tertawa terbahak-bahak.

"Ye, itu mah sengkarep otak lo aja brave."kata lion dan edward bersamaan.

"Aduh-aduh, udah dong, perut angela sakit nih, ketawa mulu."ujar angela, tangan kirinya memegang perutnya, sedangkan tangan kanannya menepuk-nepuk bahu adnan.

"Jangan kuat-kuat ngel, kasian adnan nya."ucap brave dan langsung menahan tangan angela.

"Enggak apa kok om,"adnan tersenyum hangat kearah brave.

"Enggak apa gimana, nih cewek punya tenaga kayak samson tau nggak!"

"UNCLE SIAL*N!"

Disisi lain.

Lima pemuda tampan melangkahkan kaki atletisnya menuju kantin.

Banyak wanita yang menatap kearah mereka.

Siapa yang tidak mengenal mereka di kampus, lima pria yang dijuluki pangeran tampan di kampus mereka.

Bukan cuma memiliki wajah tampan, mereka berlima juga menjadi kesayangan para dosen di kampus nya, karena memiliki prestasi di atas rata-rata.

•▪︎•

Mereka berlima tengah duduk nyantuy di kantin, empat di antaranya sedang menghabiskan makanan mereka.
Sedangkan satu nya lagi fokus pada buku yang dibacanya.

"Lo yakin nggak makan fa?"tanya zach jengkel.

Alfa hanya membalas pertanyaan zach dengan anggukkan.

"Cih, semenjak angela siuman, si alfa enggak pernah lagi makan di kantin, dia lebih milih nahan lapar dikampus, terus makan di rumah sakit sama angela."ujar alfi mengejek.

Mendengar itu azka, zach dan dion hanya bisa menggelengkan kepala mereka.

"Lo kan tau sendiri, sodara kembar gue plus sahabat gue yang satu ini bucin nya tingkat akut, tapi bucinnya bertepuk sebelah tangan."keempat pemuda itu tertawa tebahak-bahak.

"Berisik!"desis alfa.

Mereka yang mendengar pembicaraan mereka langsung terkaget.

'Kira-kira angela itu kayak apa?'

'Kenapa cinta pangeran kampus kita bisa bertepuk sebelah tangan? Secantik apa si angela itu emangnya?'

'Si angela kok bisa enggak tertarik sama pangeran kampus kita?'

'Sepenting apa dia dihidup pangeran kita sampai pangeran enggak mau makan dikantin?'

'Gue penasaran sama yang namanya angela.'

'SENIOR & JUNIOR'Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang