Part- 61

701 35 2
                                        

Note : typo berserakkan :)

◇◇♡♡◇◇

Angela kembali terisak di pelukkan aldrian.

Sudah 2 jam ia menangis di pelukkan aldrian.

"Dek, jangan nangis lagi, nanti kakak ipar kamu juga ikutan sedih di sana."ucap aldrian lembut.

Angela menggelengkan kepalanya di pelukkan aldrian.

"Kenapa kakak tega bang? Kakak ninggalin angela! Apa kak viola benci sama angela?"teriak angela histeris.

"Enggak dek, viola sayang banget sama kamu. Abang mohon jangan kaya gini dek, abang lebih hancur pas ngeliat kamu nangis."ujar aldrian, suaranya mulai melemah.

Kedua abang dan adik itu sama-sama menangis.

Keduanya hanyut dalam kesedihan mereka.

Sampai suara jeritan anak bayi terdengar sangat nyaring di telinga.

Dengan cepat aldrian menghampiri baby box, pria tampan itu mengambil anak lelakinya dengan hati-hati.

"OEKKK OEKKK!"suara tangisan itu semakin menjadi-jadi.

"Cup cup. Jangan nangis lagi ya sayang."ucap aldrian lembut pada bayi yang berada didalam gendongannya.

Bayi itu semakin menangis.

"Bang, sini biar angela aja yang gendong."ujar angela yang sudah berdiri di samping aldrian.

Aldrian mengangguk kemudian memberikan bayi lelakinya pada angela.

Saat bayi itu sudah berada didalam gendongan angela, sudah tak terdengar lagi suara tangisan.

"Sayang, ini aunty angela."ucap angela sembari menimang ponakkan tampannya.

"Siapa namanya bang?"tanya angela pada abangnya.

"Derren elyza agatha."jawab aldrian.

"Nama yang bagus,"gumam angela.

"Iya, nama itu diberikan langsung oleh viola."perkataan aldrian sontak membuat angela terdiam.

Derren kecil tertidur di dalam gendongan angela.

Melihat wajah ponakkan nya, angela tersenyum.

"Derren udah tidur ngel,"ucap alfa pelan.

Angela menganggukkan kepalanya.

Tak berselang lama, seseorang memasukki ruangan membuat mereka semua sontak menoleh.

Melihat wajah adnan, angela langsung berhambur kepelukkannya dengan derren yang masih berada didalam gendongannya.

"Sayang?"gumam adnan pelan.

Adnan membalas pelukkan angela.

"Mas, lihat, ini anaknya bang aldrian dan alm kak viola."ujar angela antusias.

Melihat itu mereka semua langsung tersenyum.

"Iya, ganteng banget. Mirip dengan daddy nya."balas adnan.

"Jadi lo ngakuin gue ganteng? Thanks ya!"aldrian menepuk pundak adnan.

"Najis!"


Sebulan berlalu.

Kini semuanya kembali seperti biasa.

Angela kembali seperti angela yang biasa, Tetap dingin dan datar.

◇♡◇

Suara tangisan bayi menggema di setiap sudut ruangan.

"Baby derren kenapa nangis mulu sih?"gerutu cika, babysitter derren.

'SENIOR & JUNIOR'Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang