Part- 135 Extra part!

2 0 0
                                        

Note : typo berserakkan :)

◇◇♡♡◇◇

Angela pov.

Aku menatap kesekelilingku, saat ini aku sedang berada di balkong kamar.

Kulihat grezily, caca dan sisil sedang bermain di taman rumah. dengan suami mereka, tak lupa dengan 3 bocah kecil yang berada di gendongan bang bryan, alfi dan ezra.

Entah kebetulan atau tidak, 2 tahun yang lalu ketiga sahabatku itu secara serentak hamilnya.

Ya, caca dan alfi menikah 3 tahun lalu. tepat saat caca berusia 29 tahun.

Sedangkan grezily akhirnya dikaruniai bayi kecilnya yang lucu itu, anak nya sangat mirip dengannya dan bang bryan, dan tentunya anak grezily dan bang bryan adalah lelaki.

Sedangkan anak caca dan alfi perempuan.

Dan anak kedua sisil dan ezra adalah lelaki.

Tanpa sadar aku tersenyum melihat pemandangan yang begitu indah ditaman.

Aku sangat bersyukur, karena akhirnya rasa sedih yang kami lalui bersama dimasa lalu akhirnya terbayarkan sekarang.

"Sayang, kamu udah siap belum?"aku menoleh kesebelahku, kutatap wajah tampan alfa yang juga sedang menatap kearahku.

Entahlah, aku merasa mungkin alfa lah hadiah yang diberikan tuhan untukku dari semua rasa sakitku dimasa lampau. dan aku sangat bersyukur akan hal itu.

"Udah sayang, anak-anak dimana?"

"Udah pada dibawah, yaudah yuk."alfa menggenggam tanganku, akupun mengikuti langkah alfa.

"Langsung berangkat?"ucap alfi sembari menghampiriku dan alfa.

Alfa hanya menganggukkan kepalanya tanpa membalas pertanyaan alfi, selalu seperti itu.

"Karna semua udah pada ready, kita langsung berangkat aja, keburu malem sampenya."kulihat papa langsung berjalan menuju pintu utama rumah.

Dan kami semua pun mengikuti langkah papa menuju mobil.

Karna besok adalah hari ulang tahun papa yang ke 55 tahun, kami berencana untuk merayakan ulang tahun papa dipuncak. karena beberapa tahun yang lalu kami gagal kepuncak, maka dari itu hari ini kami berencana pergi kesana sekalian merayakan ultah papa.

Aku berada didalam mobil yang berisikan papa, alfa dan kedua anakku. tentu saja alfa lah yang mengendarai mobilnya. sedangkan yang lain berada dimobil yang berbeda.

Perjalanan dari kediaman alexander menuju puncak hanya memakan waktu sekitar -+3 jam perjalanan.

"Mami, mami capek ngga duduk terus?"aku menatap putra sulungku, nathan duduk disebelahku, sedangkan herald duduk dipangkuan papa.

"Mami enggak capek sama sekali sayang, kenapa? kamu udah mulai capek, ya?"kuusap lembut pipi nathan.

Nathan menggelengkan kepalanya, dengan senyum lebar ia kembali berbicara, "Nathan enggak capek kok, kalau mami udah mulai capek bilang sama nathan ya? biar nathan bilang sama papi untuk berhenti sebentar."nathan itu sangat pengertian, padahal umurnya kurang dari 10 tahun, tapi sikapnya sudah seperti orang dewasa.

Sebelum menjawab pertanyaan nathan, aku mencium pipinya, "Iya, sayang. makasih ya udah pengertian sama mami? dan, kalaupun mami udah mulai capek, kita engga bisa asal berhenti, sayang. karna jalannya kiri kanan jurang, dan itu bahaya banget. kamu mau mami pangku?"ucapku dengan lembut.

"Nathan duduk disini aja, badan nathan kan udah enggak kecil lagi, nathan juga ngga mau bikin mami capek karna mangku badan nathan, mami istirahat aja, ya? kalau udah sampai puncak nanti nathan bangunin mami."masya Allah, putraku ini benar-benar sangat menggemaskan.

'SENIOR & JUNIOR'Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang