Part- 108

48 4 0
                                        

Note : typo berserakkan :)

◇◇♡♡◇◇

Seorang dokter keluar dari dalam ruang operasi.

"Bagaimana dengan keadaan anak saya dokter?"tanya nyonya roberto.

"Maafkan kami nyonya, bayi yang ada dikandungan anak anda tidak dapat kami selamatkan akibat benturan yang begitu keras membuat bayi yang ada di kandungan nona lolly meninggal."perjelas dokter, mendengar itu mereka semua langsung terkaget.

"Anjir! Masih 16 tahun udah bunt*ng! Malah belum nikah lagi, Malu-maluin sumpah!"pekik caca dan grezily bersamaan.

"Udah gila emang si lolly."gumam sisil sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.

Sama halnya dengan mereka bertiga, roberto dan istrinya masih tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.

"Dan juga, bayi yang dikandung nona molly sudah berusia 4 bulan. Dan hal itu membuat kami harus mengangkat janin beserta rahim nona lolly yang sudah tidak dapat berfungsi lagi."ujar dokter lagi.

Caca, grezily dan sisil hanya menganggukkan kepalanya dengan santai.
Sedangkan roberto dan istrinya hanya bisa terdiam seribu bahasa.

"Thanks ya dok,"mendengar ucapan grezily membuat dokter itu langsung pamit.

"Udah ye, jan lupa bpjs nya di urus. Biar biaya rumah sakitnya kagak kemahalan. Oh iya, kita kasih waktu sampai jam 5 subuh. Lo pada udah harus ngosongin tuh rumah!"setelah menghabiskan perkataannya ketiga gadis cantik itu langsung pergi meninggalkan sepasang suami istri tersebut.


Saat ini, keempat gadis cantik itu tengah duduk di gazebo taman.

Siapa lagi kalau bukan angela, caca, grezily dan sisil.

"Pergaulan anak jaman sekarang emang aneh-aneh ya."ucap angela sembari menyeruput coklat panas miliknya.

"Heem. Gila, lo bayangin aja ya. Gue yang dengernya juga kaget njir."balas caca dan grezily bersemangat. Emang kalau soal gosip mereka berdua adalah ratunya.

"Oh iya btw, lo dapet duid dari mana buat beli rumah keluarga roberto ngel?"tanya grezily heran.

"Uang jajan yang dikasih alfa. Lagi pula semua duit alfa ada sama gue."jawab angela datar. Mendengar itu mata caca, grezily dan sisil langsung berbinar.

"Sekali dikasih uang jajan aja bisa beli rumah keluarga roberto. Apalagi uang bualanannya, gela-gela!"ujar caca takjub.

"Kalo lo berdua nikah sama bang bryan sama si alfi juga bakalan kayak gue kok. Makanya buruan nikah,"tukas angela.

"Masih pengen nyelesein kuliah dulu. Ntar pas udah kaya kayak lo, baru nikah."jawab keduanya kompak.

"Kalo lo sil, nikah sama duda kaya aja. Apa mau gue cariin?"tawar grezily.

"Enggak usah banyak bacot, biar gue aja yang kenalin duda kaya nya ke lo sil."sambar angela.

Sisil hanya menganggukkan kepalanya.

"Sekalian cuci mata."lanjut angela lagi.

Mendengar itu caca, grezily dan sisil yang awalnya sedang meminum susu mereka langsung tersedak.

"Siapa yang mau cuci mata, sayang?"perkataan seseorang sontak membuat angela terkaget. Suara itu berasal dari arah belakangnya, mendengar suaranya saja mampu membuat jantung angela berdegup kencang.

Dengan perlahan ia membalikkan badannya, menatap seorang pria tampan yang sedang menatap kesal kearahnya.

"Hehe, becanda doang boss."ujar angela dengan kekehannya.

'SENIOR & JUNIOR'Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang