Part- 73

120 10 2
                                        

Note : typo berserakkan :)

◇◇♡♡◇◇

"Saya terima nikah dan kawinnya angela elvaretta agatha binti almarhum andryan agatha dengan mas kawin emas 30 gram dan berlian 30 karat beserta seperangkat alat sholat dibayar tunai."

"Sah?"

"SAH!"

Penghulu memimpin do'a kepada pengantin baru tersebut.
Meskipun pengantin wanitanya masih tak sadarkan diri di atas brankarnya.

"Aamiin ya rabbal alamin."

Setelah selesai membaca do'a dan mengurus semua surat pernikahan, penghulu itupun pamit pergi, dikarenakan masih ada yang harus ia kerjakan lagi.

"Nak alfa, tante sebagai mama dari adnan, mengucapkan selamat atas pernikahan kamu dengan nak angela."ucap aisyah dengan mata yang sudah berkaca-kaca.

Alfa mencium punggung tangan aisyah.

"Terima kasih tante."balas alfa dengan tersenyum tipis.

Revan memeluk alfa lalu menepuk-nepuk punggung badan alfa.

"Selamat ya nak alfa, om harap kamu bisa menjaga angela dengan baik kedepannya."ujar revan sembari melepaskan pelukannya dengan alfa.
Pemuda tampan itu menganggukkan kepalanya.

Revan menyeka air matanya.

"Ayo ma, kita harus cepat!"seru revan pada sang istri.

Aisyah menganggukkan kepalanya kemudian ia berjalan menuju brankar, tempat angela terbaring dengan alat ventilator yang membantu nya bernapas.

"Tante akan selalu mendo'a kan kamu nak, Semoga kamu bahagia dengan pernikahan kamu. Tante sayang sama kamu."ucap aisyah yang kemudian mencium kening angela.

"Mama."panggil revan.

Seakan tersadar aisyah langsung menghapus air matanya kemudian berjalan menuju sang suami.

"Ayo pa."

"Hati-hati di jalan tante."ujar aldrian dan albert bersamaan.

Kedua lansia itu menganggukkan kepala mereka kemudian berjalan menuju pintu hingga mereka sudah tak lagi tampak dibalik pintu, bersamaan dengan suara pintu yang tertutup.

Alfa terduduk lemas di samping brankar angela.

Secara mendadak ia sudah berubah status menjadi seorang suami.

Angela masih terbaring lemah di atas brankar dengan pakaian pengantinnya yang masih melekat di tubuhnya.

"Sekarang gue lega. Walaupun angela gagal nikah sama adnan, tapi gue lega dia nikahnya sama lo. Thanks udah mau nerima permintaan gue tadi,"albert menepuk-nepuk pundak alfa yang kini status nya sudah sah menjadi adik iparnya.

Alfa mendongakkan kepalanya, ia menatap seniornya itu dengan lirih.

"Udah, lo seharusnya senang, akhirnya lo bisa nikah sama orang yang lo cintai, kan?"ujar albert sembari tersenyum tipis.

Bagaimana pun ia tidak boleh menunjukkan kesedihannya saat ini.

Alfa menggelengkan kepalanya kemudian berkata, "Gue enggak yakin angela bakalan senang bang."ucap alfa lirih.

Aldrian menepuk bahu alfa.

"Perlahan-lahan."kata aldrian, matanya menatap nanar sang adik yang masih tak sadarkan diri.

Baru alfa hendak menjawab perkataan aldrian, tiga wanita cantik memasukki ruangan dan disusul empat pria lainnya.

"Ini cincinnya."grezily menyodorkan kotak bludru hitam pada alfa.

'SENIOR & JUNIOR'Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang