Part- 103

50 3 0
                                        

Note : typo berserakkan :)

◇◇♡♡◇◇

Alfa pov.

Setelah membersihkan seluruh tubuhku, aku berjalan menuju kasur.
Kemudian merebahkan tubuhku disebelah angela yang sudah terlelap dalam mimpinya. Wajah cantik angela yang begitu menenangkan membuat lelahku lenyap seketika.

Aku mengecup kening angela kemudian memeluknya.
Setelahnya akupun menyusul angela kealam mimpi.


Aku membuka kedua mataku perlahan-lahan.

Setelah mataku sudah terbuka sepenuhnya, aku terkaget melihat angela yang tengah menatap kearahku dengan tatapan mengintimidasi.

"Tumben?"aku mengerutkan keningku, satu kata itu mampu membuatku kebingungan.

"Morning sayang,"Aku mencium pipi angela dengan sayang. Sudah lama sekali aku tidak melakukan kebiasaan pagiku ini.

"Tumben kamu masih tidur disini?"angela mengulang pertanyaannya dengan tatapan penuh kecurigaan.

"Kenapa emangnya kalo aku masih disini? Masalah?"ujarku.

"Bodo ah,"angela bangkit dari duduknya kemudian berjalan menuju kamar mandi.


Disinilah aku dan yang lainnya berada, di sebuah club yang sangat terkenal di dunia. Pasalnya club itu memiliki cabang di setiap negaranya.
Dan, seperti yang kalian ketahui. Pemilik dari club itu adalah azka, zach dan dion.

Aku berjalan beriringan dengan bang aldrian, bang bryan dan alfi. Sedangkan istriku bersama ketiga sahabatnya.

Azka, zach dan dion menyambut kami dengan pelayanan terbaik di club mereka.
Kemudian menempatkan kami diruang vip.

"Azka sialan! Ngapain lo bawa nih para pelac*r?"ketus alfi. Mendengar itu azka terkekeh.

"Tamu harus dilayani dengan baik bukan?"balas azka enteng.

"Ya nggak gitu juga bego!"kulihat alfi menjitak kepala azka.

Aku menatap kesekelilingku.
Didalam ruangan ini tidak hanya ada kami, tapi juga ada beberapa wanita dengan pakaian sexy nya. Dan itu sangat menjijikkan. Dasar azka brengsek!

"Tuan alfi, kalau tuan mau saya bisa memuaskan anda malam ini. Lebih dari pacar anda memuaskan anda."salah satu dari perempuan dengan pakaian sexy nya itu bergelenyut manja pada alfi. Dan, dari ekspresi alfi, tampaknya ia sangat tidak nyaman.

"Emangnya lo tau apa soal ranjang gue sama pacar gue?! Denger ya sialan, pacar gue bukan cewek kayak lo! Sekarang lo cabut dari hadapan gue, sebelum gue lempar lo kekandang buaya."tukas alfi penuh kebencian.

"Ehem. Tuan alfi, tugas kami disini melayani tamu."ucap perempuan itu lagi dengan manja, menjijikkan!

"Woi! Azka, apa-apaan lo? Katanya ini bar nomor satu didunia. Tapi kok pelayannya jelek-jelek gini? Lo naikkin dong gaji mereka biar bisa beli baju yang layak!"pekik caca pada azka. Mendengar itu azka dan zach terkekeh. Sedangkan dion hanya diam dengan wajah datarnya.

"Azka, jangan main-main. Dan kalian semua keluar dari sini, temui manajer dan ambil gaji kalian bulan ini, kalian saya pecat!"ucap dion datar. Mendengar itu sontak kami semua terkaget.

Baru saja para perempuan malam itu ingin protes, dion kembali berbicara.
"Jangan ada yang protes, dalam satu detik kalian semua sudah harus berada diluar pintu!!"tegasnya.

Ku lihat para perempuan itu mulai berlari menuju luar ruangan.

Setelah semuanya sudah menghilang dari balik pintu, barulah kami semua dapat duduk dengan nyaman. Tanpa adanya hama yang mengganggu.

'SENIOR & JUNIOR'Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang