Part- 60

780 37 4
                                        

Note : typo berserakkan :)

◇◇♡♡◇◇

"ANGELA!"teriakkan itu membuat mereka semua sontak menoleh kesumber suara.

Angela langsung bangkit dari duduknya, kemudian berlari menuju tangga.

"KAKAK KANGEN BANGET SAMA KAMU!"teriak viola lagi, perempuan dengan perut buncit nya itu berlari menuruni tangga.

"Kak, jangan lari-lari ntar kakak jat-"belum sempat angela menghabiskan perkataannya, suara teriakkan seseorang membuatnya terdiam.

"AAAHHHH!"viola berteriak, beriringan dengan suara orang terjatuh dari tangga.

BRUK

Viola terbaring lemah di atas lantai, dengan perut buncitnya yang bertabrakan dengan lantai.

Melihat itu mereka semua langsung terkejut.

"KAKAK!"angela langsung menghampiri viola.

Cairan bewarna merah bercucuran dari bawah viola.

"VIOLA!"teriak aldrian.

Alfa, alfi, azka, zach dan dion menyusul kearah tangga.

"A-angela, k-kakak k-kangen s-sama k-kamu."ucap viola lemah sebelum menutup kedua matanya rapat-rapat.

"ENGGAK! KAK, BANGUN. BANG, AYO BAWA KAK VIOLA KERUMAH SAKIT!"teriakkan angela menggema di setiap sudut ruangan.


Saat sampai dirumah sakit, viola langsung ditangani oleh dokter.

Mereka semua menunggu didepan ruang viola.

"K-kakak bang."angela menangis tersedu-sedu.
Sedangkan aldrian langsung mendekap tubuh angela.

Ia sebenernya sangat khawatir dengan keadaan istri dan calon anaknya, tapi ia juga tidak ingin adik kesayangannya seperti ini.

Baju yang dikenakan oleh aldrian dan angela terdapat banyak darah yang sudah hampir mengering.

"Angela, sayang. Kamu jangan kayak gini dek, kamu tenang aja ya? Viola pasti baik-baik aja."ucap aldrian berusaha tegar.

"Angela yang udah buat kak viola kayak gini bang."ujar angela terisak.

"Enggak dek, bukan kamu yang buat viola jadi kayak gini. Viola tersandung di tangga, ini bukan salah kamu dek."balas aldrian lembut, ia mengusap-usap punggung badan adiknya dengan sayang.

Tak berselang lama, dokter keluar dari ruang inap viola dengan wajah pucatnya.

"Gimana keadaan istri saya dok?"tanya aldrian cepat.

"Dokter, cepat jawab! Gimana keadaan kakak ipar gue!"kata angela sembari menggoyang-goyang kan tubuh sang dokter.

"Tuan, anda harus memutuskan untuk memilih salah satu, kita sudah tidak punya banyak waktu."ucap dokter tegas.

Mendengar itu kedua lutut angela melemas.

Ia terduduk di atas lantai, sedangkan aldrian langsung masuk kedalam ruang inap sang istri.

Kelima pria itu menghampiri angela.

"Ngel, lo jangan kayak gini ngel."ucap alfa lembut.

"Hikss, alfa."angela langsung memeluk tubuh alfa dengan erat.

"Udah, lo jangan nangis lagi. Mana angela yang kuat?"alfa mengusap kepala angela dengan lembut.

"Markonah gue yang cantik. Lo jangan nangis lagi ya?"ucap alfi menyemangati.

'SENIOR & JUNIOR'Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang