Part- 82

157 8 2
                                        

Note : typo berserakkan :)

◇◇♡♡◇◇

Alfa dan angela sedang melakukan jogging pagi, di sekitaran rumah mereka.

Alfa berlari mengitari rumah dengan penuh pesona.

Ia memakai kaos oblong hitamnya, dengan celana training hitamnya.
Dan sepatu sportnya yang juga bewarna hitam.

Sedangkan angela yang sedari tadi ikut berlari dengan alfa pun memutuskan untuk beristirahat.

Semua pelayan perempuan yang masih muda curi-curi pandang pada alfa yang tempak begitu gagah dan perkasa saat berlari. Terlebih lagi pria tampan itu memakai kaos hitam.

Angela pun bangkit dari duduknya lalu melakukan yoga di tempatnya.

Hingga beberapa menit kemudian alfa duduk di sebelahnya lalu meminum aqua milik angela yang sudah tersisa setengah.

"Capek?"alfa mengusap kepala angela dengan lembut membuat sang empu langsung menghentikan yoganya lalu meletakkan kepalanya di atas paha alfa.

"Hmm,"jawab angela sembari menarik nafasnya dalam-dalam.

Keduanya pun larut dalam pikiran mereka masing-masing.

Hingga akhirnya angela bangkit dari posisi nya dan langsung berjalan memasukki rumah.
Sedangkan alfa langsung mengikuti angela.


Angela tengah membaca buku novel yang dibelikan alfa untuknya, karena semua buku kedokteran milik adnan sudah habis dibacanya.

"Ngel, gimana kalau kita adain acara pesta pernikahan?"pertanyaan alfa sontak membuat angela yang sedang meminum air putih sontak menyemburkannya tepat di wajah alfa.

"Lo bilang apa?"

"Gue bilang, gimana kalau kita adain acara pesta pernikahan?"ulang alfa sembari mengusap wajahnya dengan tisu.

Angela menggeleng keras.

"Entar gagal dong gue cerai sama lo!"tukas angela.

"Ya bagus lah."balas alfa malas.

"Enggak bisa gitu dong fa, ntar kalo gue gagal cerai sama lo, gimana masa depan gue ntar?"angela menatap wajah alfa dengan tajam.

"Masa depan gimana? Kan ada gue."jawab alfa datar.

"Bukan, bukan itu maksud gue. Gini, kan gue nikah sama lo tetiba. Pasti nya lo punya seseorang yang lo cintai kan? Dan gue juga, walaupun mas adnan udah enggak ada, tapi mas adnan akan tetap jadi satu-satunya yang ada di hati gue."ucap angela sembari mencengkram piyama nya.

'Ah, ternyata dia masih belum bisa ngelupain bang adnan.'gumam alfa dalam hati.

Seketika alfa hanyut dalam pikirannya.

"Alfa? Oi!"

Alfa bangkit dari duduknya, kemudian berjalan menuju tempat tidur.

"Udah malem, lo jangan kemaleman tidurnya."ucap alfa yang kemudian menutup kedua matanya.

Melihat itu angela merasa heran.

'Apa gue salah ngomong? Tapi kalau misalkan iya gue salah ngomong, salah nya dimana ya?'

Angela menggelengkan kepalanya, ia pun kembali terfokus pada buku novel yang dibacanya.

2 jam kemudian.

Alfa membuka kedua matanya sayup-sayup.

Ia menatap ke sebelahnya, namun ia tidak menemukan angela di sebelahnya.

'SENIOR & JUNIOR'Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang