Note : typo berserakkan :)
◇◇♡♡◇◇
Albert melangkah maju, tepat saat ia hendak mendekat pada brankar, angela berteriak.
"BERHENTI DISITU! JANGAN MENDEKAT!!"teriakkan angela menggema di setiap sudut ruangan.
Sontak albert menghentikan langkahnya, kini dirinya hanya berjarak 5 meter dari brankar angela.
"Angela, kamu jangan kayak gini. Abang mohon,"ucap aldrian lirih.
Melihat adiknya seperti itu membuat hatinya tergores sangat dalam dengan pisau yang begitu tajam.
Alfa merutuki dirinya sendiri, disaat seperti ini ia tidak bisa berbuat apa-apa.
"Gue mau ketemu sama mas adnan, anterin gue ke mas adnan!!"kata angela dengan intonasi tinggi.
"Sekalipun itu dikuburan."
"Oke, gue akan anter lo kesana. Tapi, setelah lo makan dan siap-siap. Enggak mungkin kan lo ketemu sama dia dengan keadaan lo yang kaya gini?"ucapan albert sontak membuat angela tersenyum smirk.
"Kalau gue mau ketemu mas adnan dengan keadaan begini, emangnya kenapa? Toh juga mas adnan udah biasa ngeliat gue kayak gini!"angela mendecih.
"Dulu dan sekarang beda, Kalau Dulu itu masalalu dan sekarang itu masa depan. Gue enggak suka dibantah! Alfa, lo kasih dia makan terus paksa dia minum obatnya. Gue yang akan ambil baju ganti dirumah."setelah mengucapkan hal tersebut, albert langsung menghilang dari balik pintu.
Kepergian albert membuat angela mendesah kasar.
"Abang baj*ngan!"teriak angela kesal.
"Angela, ini sarapan lo. Gue suapin ya?"angela menatap alfa datar.
"Enggak perlu, gue bisa sendiri."jawab angela ketus.
Angela langsung memakan sarapannya hingga habis lalu meminum obatnya dengan sekali tegukkan.
Setelahnya dengan cepat angela berlari menuju kamar mandi, lalu memuntahkan kembali obat yang diminumnya.
Sedangkan makanan yang tadi ia makan tidak keluar.
"ARGH!"teriakkan angela sontak membuat kedua pria tampan itu langsung menyusul angela kedalam kamar mandi.
Angela sudah lemas akibat melihat muntah nya sendiri, dengan cepat alfa membersihkan muntah angela di westafel lalu mengelap bibir wanita itu dengan lembut.
"Minum obat lagi ya?"pinta aldrian yang langsung dibalas gelengan oleh angela.
"Nanti kamu enggak sembuh-sembuh dek."ujar aldrian yang mulai kesal dengan tingkah adik perempuannya itu.
Aldrian mendudukkan angela di balkon, agar adiknya itu dapat menghirup udara pagi yang terasa begitu segar.
Setelah angela sudah agak baikan, alfa menghampirinya dengan obat dan segelas air putih di tangannya, tak lupa ia membawa permen yang akan mengalihkan perhatian angela saat ia meminum obatnya nanti.
"Minum,"ucap alfa sembari meletakkan semua yang ia pegang di depan angela.
Angela menyerngitkan dahinya, menatap kearah gelas didepannya dengan bingung.
"Minum obatnya angela!"angela tersentak saat mendengar suara datar nan dingin dari mulut alfa.
"Apa hak lo?"angela menatap alfa sinis.
"Gue suami lo, minum obatnya sekarang atau gue yang akan paksa lo buat minum!"perkataan alfa sontak membuat angela menyeringai.
"Suami? Gue enggak ngeliat dan ngedenger lo ngucapin ijab qobul secara langsung, gimana ya? Apa itu masih bisa disebut suami?"ucap angela dengan nada mengejek.
KAMU SEDANG MEMBACA
'SENIOR & JUNIOR'
RomanceBermula dari 'INTERNASIONAL SCHOOL' sekolah SMA terfavorit di Jakarta. Up setiap seminggu sekali🤍 khusus januari update nya setiap hari yaa IG = @yunoolyee
