Note : typo berserakkan :)
◇◇♡♡◇◇
Melihat aksi adiknya, membuat albert menggeram.
"Ide siapa?"angela menatap kedua abangnya dengan datar.
"Gue." "Abang."
Aldrian dan albert menjawab bersamaan.
"IDE SIAPA?!"pekik angela yang langsung membuat mereka semua tersentak.
"Kayaknya selama ini gue terlalu manjain lo ngel."ucapan albert sontak membuat mereka semua menoleh kearahnya.
"Maksud lo apaan?"tanya angela, sudah tidak ada lagi nada lembut maupun nada manja pada suaranya.
"Lo dengerin gue, lo itu udah bukan tanggung jawab gue sama bang aldrian. Pulang dari rumah sakit, lo beresin semua barang lo, Lo ikut suami lo!"kata albert dingin.
Angela menghapus air matanya dengan kasar.
"Lo tega sama gue bang? Gue enggak mau! Bukan kemauan gue nikah sama dia. Ini semua pasti kemauan lo sama bang aldrian!"angela menatap albert dengan tajam.
"Jangan lupa, gue sama bang aldrian itu abang kandung lo. Jadi kami berdua berhak mutusin mana yang layak untuk kami jadikan adik ipar!"albert menekan setiap perkataannya.
"TAPI GUE ENGGAK MAU NIKAH SAMA DIA! GUE MAU NYA SAMA MAS ADNAN!!"teriak angela murka, wajahnya memerah dan nafasnya naik turun.
"TAPI ITU SEMUA UDAH TERJADI ANGELA! MANTAN TUNANGAN LO ITU UDAH ENGGAK ADA!! LO NGERTI NGGAK BAHASA MANUSIA? APA PERLU GUE PAKE BAHASA BINAT*NG KALO NGOMONG SAMA LO?!"mereka semua terkejut mendengar bentakan albert.
"Gue benci sama lo bang!"angela memegang dadanya, rasa sesak itu kembali menyerbu dirinya.
'Penyakit sialan!'ucap angela dalam hati.
Dengan panik aldrian menghampiri angela.
"E-enggak p-perlu!"angela menepis tangan aldrian.
"Jangan keras kepala, penyakit kamu kambuh angela."tukas aldrian yang langsung dibalas gelengan oleh angela.
"Lebih baik gue mati."perkataan angela sontak membuat albert menatap nya tajam, dan...
PLAK!
Sudut bibir angela sudah mengeluarkan darah segar, dengan pernafasannya yang minim membuat angela terjatuh di lantai.
"Albert!"aldrian mendorong tubuh albert dengan kasar.
"Lo sebagai anak tertua dikeluarga, jangan terlalu manjain dia. Jadi kayak gini kan jadinya, kurang ajar sama abang sendiri. Terlalu keras kepala dan pembangkang!"ucap albert datar dan dingin.
Angela berjalan dengan lemah menuju ventilator.
Setelah nafasnya kembali normal, ia kembali berbicara. "Kalau bukan karena gue punya penyakit asma dari lahir, gue enggak akan pernah diam di tampar kayak gitu sama lo!"ujar angela.
Mendengar itu albert melangkahkan kakinya menuju angela.
"Lo berani? Kalau gitu, gue akan kabulkan perkataan lo tadi. Lo mau mati kan? Oke, sini biar lo gue bunuh. Lebih baik gue tinggal di dalam penjara, ketimbang harus tinggal satu bumi sama adik enggak tau diri kayak lo!"kata albert, tangannya menunjuk wajah angela.
Mendengar itu angela langsung menangis.
Bagaimana tidak? Abang nya yang paling ia sayangi itu berkata demikian.
"Enggak perlu repot-repot. Mendingan gue mati di tangan gue sendiri, dari pada harus mati di tangan lo!"balas angela setelah ia menetralkan dirinya kembali.
Tangan albert kembali teruluh, pria itu hendak menampar wajah angela, namun di tahan oleh alfa.
"Jangan bang, gimanapun sekarang angela itu istri gue."ucap alfa dengan wajah sendu.
Albert menarik tangannya kembali.
"Lo enggak usah sok jadi pahlawan kesiangan. Dan inget perkataan gue, gue angela elvaretta agatha, enggak sudi jadi istri lo. Sampai kapanpun!!"tegas angela.
"LANCANG!!"
PLAK
Albert kembali menampar wajah angela, membuat alat ventilator terlepas dari hidungnya.
"ALBERT!!"bentakkan aldrian membuat albert kembali mengatur nafasnya.
"Enggak perlu banyak basa-basi. Gue muak!"angela tersenyum smirk kearah mereka.
"Lo emang enggak ada jeranya ya? Apa tamparan gue kurang, Hah?!"albert menarik angela.
"Kalau gue bilang kurang, emangnya lo bakalan nampar gue lagi?"ucap angela dengan malas. Ia menghempaskan tangan albert dengan kasar.
"Lo..."baru albert ingin menampar angela, dirinya sudah ditarik paksa oleh aldrian.
"Jadi cowok jangan ringan tangan ke perempuan!"ucap aldrian tegas.
"Perempuan yang lo maksud itu adik kandung gue. Dan gue lagi ngasih dia pelajaran!"balas albert tak kalah tegas.
Aldrian menghembuskan nafasnya kasar, mau bagaimana pun ia berdebat albert lah yang akan menang.
"Pelajaran yang lo kasih ke gue nanggung. Enggak sekalian aja lo tusuk gue pake pisau?"perkataan angela sontak membuat mereka semua menoleh.
"Oke, kalau itu kemauan lo!"saat albert hendak meraih pisau buah, dengan cepat aldrian menahan pisau tersebut dan tentunya telapak tangannya lah yang menjadi korban.
Darah segar mengalir deras dari tangan kanan aldrian.
Melihat itu angela langsung menghampiri aldrian.
"T-tangan abang."ucap angela pelan, ia langsung menarik aldrian untuk duduk di atas brankarnya.
"Ambilin kotak p3k, buruan!"seru angela pada ketiga sahabatnya yang hanya diam ditempatnya dengan air mata yang terus mengalir di pipi mereka.
Mendengar itu ketiganya mengangguk lalu dengan cepat meminjam kotak p3k pada salah satu suster di rumah sakit.
"Ini."caca menyodorkan kotak p3k tersebut pada angela.
Dengan cepat angela membuka kotak p3k tersebut dan langsung mengobati tangan aldrian.
Aldrian tersenyum tipis melihat tingkah adik perempuan nya itu.
Meskipun ia sangat keras kepala, tapi ia tidak bisa melihat kedua abangnya itu terluka walaupun hanya segores.
Tangan kiri aldrian terulur, ia mengusap-usap kepala angela dengan sayang.
"Sakit?"tanya angela yang hanya dibalas gelengan oleh aldrian.
"Lain kali jangan kayak gitu lagi. Angela enggak takut kalau sama bang albert, mau dia nusuk angela pake pisau sekalipun."ucap angela tegas, pandangannya fokus mengobati luka aldrian.
"Selesai."angela tersenyum puas dengan hasil karyanya.
Ia pun membalut luka aldrian dengan bentuk pita.
"Jangan di kenain air. Nanti angela yang bersihin lukanya dan yang ganti perban."ucap angela yang langsung dibalas anggukkan oleh aldrian.
🌈🌈🌈🌈
VOTE & COMMENT🖤
KAMU SEDANG MEMBACA
'SENIOR & JUNIOR'
RomanceBermula dari 'INTERNASIONAL SCHOOL' sekolah SMA terfavorit di Jakarta. Up setiap seminggu sekali🤍 khusus januari update nya setiap hari yaa IG = @yunoolyee
