Part- 134

2 0 0
                                        

Note : typo berserakkan :)
◇◇♡♡◇◇

Grezily menatap batu nisan didepannya, saat ini ia sedang berziarah.

'Gabri atmaja.'

Sebulan sekali ia dan suaminya akan mengunjungi kuburan gabri.

"Enggak nyangka ya, mas? udah dua tahun semenjak kejadian itu."perkataan grezily dibalas anggukan oleh sang suami.

"Kalau bukan karna jantung itu, mas gabakal sudi ziarah kemakam ini."mendengar ucapan sang suami dengan cepat grezily menoleh kearahnya.

"Istighfar, sayang. walaupun kecelakaan itu terjadi karena dia, tapi aku juga mau berterima kasih karena dia udah mau ngedonorin jantungnya buat aku,"ucap grezily dengan senyuman lembut khasnya.

Bryan menghembuskan nafasnya kasar.

Hingga saat ini ia masih menyimpan rasa ketidaksukaannya pada gabri.

Flashback on.

Dikarenakan kecelakaan, grezily harus segera melaksanakan operasi jantung. dan tentunya ia harus cepat menemukan pendonor jantung. hal itu membuat satu keluarga kalang kabut.

Mereka tidak tahu harus mencari pendonor dimana dalam waktu yang begitu singkat.

Sama halnya dengan bryan, pria tampan itu tampak gusar memikirkan apa yang baru saja dokter katakan padanya.

"Kita harus segera melakukan tindakan operasi transfusi jantung pada pasien, hanya itu yang bisa menyelamatkan nyawa pasien, pak."

Ia terus memikirkan, entah siapa yang akan mendonorkan jantungnya disaat seperti ini, terlebih lagi ini sangat tiba-tiba.

Sesaat ia berfikir untuk mendonorkan jantungnya, tentu saja hal itu dengan cepat ditentang oleh hary.

"Suami dari pasien bernama grezily diharapkan untuk segera memasuki ruang dokter kent."mendengar teriakkan seorang suster dengan cepat bryan berlari menuju ruang dokter kent, dokter yang menangani kasus istrinya.

"Seseorang secara sukarela ingin mendonorkan jantungnya, pak. keadaan jantungnya juga sangat sehat, dan jika bapak setuju silahkan tanda tangani surat-surat ini."ucap pria dengan jas dokternya.

Mendengar itu tak henti-hentinya bryan mengucapkan alhamdulillah.

"Maaf dokter, kalau boleh saya tau, siapa orang baik itu, dokter?"tanya bryan.

Kent tampak berfikir sejenak sebelum menjawab pertanyaan bryan, "Beliau adalah gabri, pak. adik sepupu dari sahabat saya, almarhum adnan atmaja."mendengar hal itu bryan sontak bangkit dari duduknya.

"Bapak mohon tenang dulu, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas nama gabri pak, beliau berharap dengan dia mendonorkan jantungnya, maka semua dosanya dapat dimaafkan."ucap kent pelan.

"Kalau bukan karna bocah itu ini semua tidak akan terjadi, dokter!"bentakkan bryan membuat kent mengusap wajahnya frustasi.

"Saya mengerti, dan tolong redakan amarah bapak. kalau terus seperti ini, maka nyawa istri bapak tidak akan bisa diselamatkan. kita harus cepat, dan saya butuh tanda-tangan bapak disini."bryan menunjukkan beberapa kertas pada bryan, dengan cepat pria itu menandatangani surat-surat yang diberikan kent.

setelahnya operasi pun dimulai.

hingga akhirnya operasi telah selesai dilaksanakan dengan lancar, dan memakan waktu berjam-jam lamanya. Bryan menyaksikan gabri yang berbicara dengannya saat nafas terakhirnya dihembuskan.

Tentu saja ia tidak memperdulikan apapun lagi, yang ia perdulikan hanyalah istri tercintanya, grezily.

Flashback off.

'SENIOR & JUNIOR'Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang